Saran saham yang berpotensi naik besok (Senin, 2 Februari 2026) harus tetap sangat selektif dan defensif, mengingat pasar masih dalam fase recovery pasca-krisis MSCI Januari lalu. IHSG ditutup pada Jumat, 30 Januari 2026, di level 8.329,61 (naik 1,18% dari penutupan sebelumnya), setelah rebound teknikal dari level rendah ~8.232 akibat panic selling.
Namun, volatilitas tinggi berlanjut karena reformasi free float (minimal 15% yang dicanangkan OJK/BEI, dengan ancaman delisting jika tidak dipenuhi) dan pertemuan dengan MSCI yang masih berlangsung (data revisi hingga Mei 2026).
Prediksi analis untuk Senin (dari Phintraco Sekuritas, MNC Sekuritas, dan lainnya per 1 Februari 2026):
- IHSG diproyeksikan konsolidasi di rentang 8.150–8.600, dengan potensi rebound terbatas jika bertahan di atas 8.600 (probabilitas ~40–50%) atau koreksi lanjutan ke 7.945–8.189 jika tekanan jual kembali muncul.
- Ada sinyal positif dari fundamental ekonomi kuat (seperti pernyataan Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa) dan aksi akumulasi oleh institusi seperti Danantara (fokus saham dengan good growth, fundamentals, liquidity, cash flow).
- Goldman Sachs menurunkan rating saham Indonesia ke underweight, tapi beberapa analis optimis rebound teknikal jika support hold dan tidak ada berita negatif baru.
- Fokus ke saham defensif, bluechip stabil, atau yang undervalued pasca-koreksi – hindari saham high-beta atau yang rawan isu free float.
Berikut rekomendasi saham yang sering disebut analis untuk Senin (berdasarkan update terkini Phintraco, MNC Sekuritas, dan sumber lain):
1. $HMSP (PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk):
Rekomendasi trading dari Phintraco Sekuritas. Sektor konsumsi defensif (rokok) dengan cash flow kuat dan dividen stabil – relatif aman di volatilitas tinggi. Support kuat di area Rp900-an, potensi rebound ke Rp980–Rp1.000 jika pasar pulih.
2. $TOBA (PT TBS Energi Utama Tbk):
Masuk pilihan Phintraco. Sektor energi/komoditas dengan valuasi murah pasca-koreksi, potensi buy on weakness jika komoditas stabil.
3. $UNVR (PT Unilever Indonesia Tbk):
Rekomendasi trading Phintraco & MNC. Konsumsi defensif (FMCG) dengan fundamental solid – sering jadi safe haven. Potensi naik tipis jika IHSG rebound.
4. BRIS (PT Bank Syariah Indonesia Tbk):
Buy on weakness dari Phintraco. Bank syariah resilient, tren positif jangka menengah. Buy di Rp2.200-an, target Rp2.300+.
5. BBTN (PT Bank Tabungan Negara Tbk):
Rekomendasi Phintraco. Bank BUMN dengan valuasi undervalued, potensi rebound jika sentimen perbankan membaik.
6. GGRM (PT Gudang Garam Tbk):
Trading dari Phintraco. Sektor konsumsi rokok defensif, mirip HMSP – stabil di tengah ketidakpastian.
Catatan Penting:
Ini bukan prediksi pasti naik — pasar masih rawan koreksi (probabilitas tinggi jika jebol support 8.150), tapi ada sinyal rebound teknikal dari analis seperti Phintraco (jika >8.600) dan pernyataan optimis dari pemerintah/Danantara.
Saran umum:
- Pantau pembukaan Senin pagi (volume, net buy asing, update OJK/MSCI atau reformasi free float).
Gunakan stop loss ketat (3–5% di bawah entry) dan position sizing kecil karena volatilitas ekstrem.
Fokus jangka pendek: Buy on dip di support kuat, target resistance dekat – jangan averaging down agresif.
- Jika jangka panjang, bluechip defensif seperti di atas lebih aman pasca-koreksi besar.
Cek real-time di app sekuritas atau situs BEI/https://cutt.ly/1tvd8OyK pagi besok, karena pasar bisa berubah cepat.
Ini analisis berdasarkan data terkini (bukan saran investasi pribadi). Tetap tenang dan kelola risiko