$KEEN
š
Timestamp: 1 Feb 2026, 19:42 WIB | š° Last Price: Rp1.050 (penutupan 30 Jan 2026 di chart kamu)
š¦ PHASE STATUS: DISTRIBUTION SETELAH MARKUP KOMODITAS EBT
KEEN ini beda kelas dengan gorengan murni: bisnisnya pembangkit listrik EBT (mini-hidro, PLTA, PLTS, PLTB, biomassa) dengan PPA PLN jangka panjang dan pipeline proyek sampai 650 MW. Tapi pola harga terakhir jelas: setelah rally kuat dari 800āan ke 1.400āan di Januari 2026, muncul candle merah panjang dengan volume jumbo, lalu dua hari terakhir hanya rebound lemah ke 1.050 sementara data broker menunjukkan top 1, top 3, top 5 semuanya ābig distā (net -6.258, -4.843, -2.263 lot; average juga -3.890 lot). Artinya smart money justru buang barang di harga sekarang, bukan nampung.
ā
ā” STRATEGI EKSEKUSI (TACTICAL PLAN)
Dari historis, KEEN IPO di 396, lama sideways 600ā800, lalu perlahan naik seiring narasi EBT dan pipeline proyek yang makin jelas. Katalis fundamental masih ada (target pendapatan 2025 USD 34,96 juta, pipeline PLTA/PLTM/PLTS/PLTB hingga 650 MW, PLTM Salu Noling COD kuartal II 2026, dividen 2024 Rp8,22/lembar). Tapi di harga sekarang, bandarnya lagi jalankan fase distribusi atas: mereka manfaatkan narasi hijau dan lonjakan volume untuk realisasikan profit sambil bikin harga seolah-olah āmasih kuatā.
š”ļø PLAN A: KONSERVATIF (Best Entry)
Buy Area: Rp990 ā Rp1.025
The Logic:
Daily chart kamu: area 990ā1.025 adalah zona demand pendek yang terbentuk setelah gap up dan sebelum candle hijau besar; sekarang harga sedang retest area ini dengan lower Bollinger Band mendekatākombinasi support teknikal + psychological support 1.000.
Di bawah 1.000 riskāreward mulai menarik dibanding valuasi (konsensus PE 2026 sekitar 5x, EV/Sales 1,13x, termasuk murah untuk IPP EBT yang punya PPA panjang).
Syarat masuk: tunggu candle harian bentuk ekor bawah jelas di area 990ā1.000, volume mengecil dibanding candle merah distribusi, RSI 14 bertahan di atas 45; itu sinyal selling pressure kelelahan dan potensi akumulasi halus.
āļø PLAN B: AGRESIF (Momentum/Breakout)
Buy Area (Trigger): Rp1.080 ā Rp1.100 (konfirmasi)
The Logic:
1.080ā1.100 di chart 15āmenit adalah area ābreak supplyā pendek (bekas breakdown dan horizontal resistance tipis); kalau tembus dengan volume intraday ā„ 2x rataārata 20 hari (ā18 juta saham), berarti ada serapan serius, bukan sekadar pantulan kecil.
Syarat: antrean offer 1.070ā1.100 yang tebal harus disikat penuh, bid naik tangga di 1.040ā1.060, dan data broker intraday mulai berubah: net jual top 3 menyempit atau balik jadi net beli; kalau masih ābig distā tapi harga naik, itu cuma markāup palsu untuk jebak haka.
Entry agresif cocok buat day/swing trader yang siap keluar cepat kalau breakout gagal (harga balik tutup di bawah 1.050 hari itu).
šÆ EXIT STRATEGY (Risk/Reward Ratio: ±1:2)
š¢ TP 1 (Scalp/Fast Trade): Rp1.120 ā Rp1.140 (+sekitar 7ā9% dari 1.050)
Reason: Area ini persis rumpun MA10ā20 harian dan bekas body candle merah distribusi awal; di sini biasanya muncul supply pertama dari yang nyangkut pendek dan dari bandar yang masih lanjut distribusi.
š¢ TP 2 (Swing/Jackpot): Rp1.230 ā Rp1.295 (+sekitar 17ā23% dari 1.050)
Reason: Ini cluster resistance mayor: bekas weak high markup terakhir dan level yang ādicapā bandar sebelum guyuran. Kalau harga sampai sini lagi, sangat mungkin mereka jadikan ajang buang sisa inventory, bukan akumulasi baruājadi zona ideal untuk unload besar.
ā
š“ STOP LOSS (Hard Limit): Rp925 (āsekitar 12% dari 1.050)
Note: 925 adalah level demand kuat yang kamu tandai sebagai āweak lowā sekaligus ujung bawah Bollinger Band dan zona volume spike sebelumnya; jebol dan closing harian di bawah 925 berarti bukan lagi koreksi sehat, tapi panic markdown dengan risiko turun ke 850ā800. Tesis āretest support di atas 900ā batal total, wajib keluar.
š° NEWS & MACRO CONTEXT (THE CATALYST)
š Sektor & Komoditas (EBT / Hydro):
KEEN main di PLTA/PLTM, PLTS, PLTB, biomassa; sektor EBT Indonesia punya tailwind kuat: pemerintah target bauran EBT 23% 2025, pipeline hydropower nasional ~95 GW dengan 7,1 GW sudah terpasang.
Regulasi: PR 112/2022 dan update aturan PPA EBT 2025 (Permen ESDM 5/2025) mendorong kontrak jangka panjang dengan PLN, tapi proses tender tetap ketat dan bergantung pada RUPTL.
Buat KEEN, ini berarti visibility pendapatan tinggi tapi growth bergantung tender PLN; bagus buat cashflow stabil, tapi setiap keterlambatan proyek/tender bisa bikin market kecewa.
š¢ Key Drivers (Pemicu Utama):
Target Pendapatan 2025, Pipeline 650 MW & Dividen:
Manajemen targetkan pendapatan USD 34,96 juta di 2025 dengan produksi 339,9 GWh, dan telah menyiapkan pipeline EBT hingga 650 MW (PLTA/PLTM 250 MW, PLTB di Sulsel, PLTS, biomassa 20 MW).
ā
Mereka juga sudah punya 6 PJBL dengan PLN total 74 MW dan mengumumkan rencana dividen Rp8,22 per saham untuk tahun buku 2024.
ā
Kombinasi growth + dividen ini jadi amunisi bandar untuk goreng narasi āEBT dividen dan growthā, menjelaskan kenapa valuasi bisa dikerek ke atas sebelum distribusi. (IMPACT: POS FUNDAMENTAL, POS SENTIMEN)
PLTM Salu Noling COD Kuartal II 2026:
PLTM Salu Noling 10 MW ditarget COD Q2 2026, menambah kapasitas dan pendapatan recurring.
ā
Setiap update progres proyek ini bisa jadi miniākatalis buat pergerakan harga menjelang COD, terutama kalau market lagi cari tema āgreen energyā. (IMPACT: POS MEDIUM TERM)
Valuasi dan Konsensus Analis:
Konsensus MarketScreener: rating BUY dengan target price sekitar 0,101 USD per saham (setara ±1.600ā1.700 rupiah tergantung kurs), P/E 2026 sekitar 5x dan EV/Sales 1,13xācukup atraktif untuk IPP EBT yang sudah jalan.
ā
Ini memberi bantalan fundamental: setiap markdown yang terlalu dalam kemungkinan akan dimanfaatkan institusi jangka panjang untuk akumulasi, tapi timingānya tidak selalu sama dengan horizon trader ritel. (IMPACT: POS STRUKTURAL, NEUTRAL JANGKA PENDEK)
Regulatory & Execution Risk:
Sektor EBT sangat tergantung PLN sebagai single offtaker dan kerangka hukum yang masih berkembang; perubahaan aturan tarif, delay tender, atau revisi RUPTL bisa menggeser timeline proyek KEEN.
Di level emiten, risiko utama: keterlambatan konstruksi, pembengkakan capex, atau leverage tinggi jika pembiayaan agresif. (IMPACT: NEG KALAU PROYEK MELAR)
Smart Money Behaviour (Hari Ini):
Data broker: top 1 net -6.258 lot (-26,5% volume), top 3 -4.843 lot, top 5 -2.263 lot, average -3.890 lot, semua berstatus big dist / small dist; hanya agregat broker keseluruhan yang tercatat āaccā kecil karena spread-order ritel.
ā
Ini pattern distribusi klasik: harga dijaga tidak turun terlalu dalam (closing masih hijau +2,94%), supaya ritel merasa āamanā dan mau nampung barang big player. (IMPACT: NEG JANGKA PENDEK)
āļø THE FINAL VERDICT
š SIGNAL: WAIT & SEE / BUY ON DIP TERKONTROL (bukan kejar naik)
š”ļø Risk Profile: MediumāHigh (fundamental oke, tapi bandarnya lagi distribusi)
ā Confidence Score: 75%
š INTELLIGENCE SUMMARY:
[+] Bullish Factor: Fundamental solid: pipeline EBT 650 MW, 6 PJBL dengan PLN, pertumbuhan produksi listrik, target pendapatan 2025 yang naik, plus dividen Rp8,22/lembar dan valuasi 2026 yang masih murah (~5x P/E).
[+] Bullish Factor: Sektor EBT didorong regulasi dan target bauran energi, hydropower masih jadi tulang punggung renewable mix Indonesia, sehingga aset KEEN punya tailwind makro yang jelas.
[-] Bearish Risk: Fase harga saat ini jelas di dominasi big distribution (net sell broker besar), jurang ke support 925 cukup lebar, dan risiko headline terkait tender PLN/regulasi bisa memicu selloff tambahan; salah timing masuk bisa nyangkut lama meski fundamental bagus.
ā
š
OPENING INSTRUCTION (09:00 WIB):
"Jangan haka di atas 1.050; tunggu kalau pagi ada tekan turun ke 990ā1.000 dengan volume mulai kering, baru cicil masuk, dan siap buang tanpa kompromi kalau closing harian tembus 925."
ā ļø Disclaimer: Ini hasil bedah data, tape broker, dan konteks sektor; keputusan jualābeli sepenuhnya di tangan masingāmasing trader.
$INAI $HUMI