imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$DEWA
šŸ“… Timestamp: 1 Februari 2026, 18:41 WIB | šŸ’° Last Price: Rp540
🚦 PHASE STATUS: SILENT ACCUMULATION PASCA PANIC MARKDOWN (BANDAR BUYBACK + BOTTOM FISHING)

DEWA baru pulih dari panic markdown dua hari lalu: Kamis 29 Januari anjlok -14,74% ke 486 saat rilis laporan keuangan Q3 2025, padahal laba bersih melonjak 519% YoY. Hari ini rebound +2,86% ke 540 dengan volume masif, namun broker tape masih menunjukkan "Small Dist" di Top 5 (-8,5%) dan aggregate average "Neutral" (-2,9%), dengan net buy +1,84 juta lot di average 551. Yang menarik: perseroan sedang buyback agresif—29,3 juta saham dibeli pada 28–29 Januari di rata‑rata 511, dan sebelumnya sudah buyback 790,69 juta saham senilai Rp429,99 miliar di rata‑rata 645 sejak Desember 2025. Artinya, panic sell 486 kemungkinan sebagian besar diserap oleh perusahaan sendiri + institusi yang paham value play.
​
Secara tren, DEWA baru selesai rally brutal: dari 118 (awal 2025) melesat ke pucuk 850‑an di akhir tahun (+620% YTD), lalu koreksi tajam ke 486—markdown 43% dari peak. Daily chart menunjukkan struktur downtrend pendek masih intact (lower high dari 850 ke 715), tapi di 540 harga mulai mengonsolidasikan di atas MA20 dan volume spike menandai capitulation event. RSI harian masih 39 (belum overbought), MACD histogram merah tapi mulai mengecil, dan beberapa indikator teknikal menyebut "Sell" karena masih dalam pola koreksi.

Fundamental: DEWA kontraktor tambang batubara besar (waste removal, coal hauling) dengan transformasi signifikan 2025. Q3 2025: pendapatan Rp4,65T (+2,8% YoY), laba bersih Rp239,2B (+519% YoY vs 38,6B), EBITDA Rp1,16T (+84% YoY), gross margin melonjat dari 7,2% ke 14,5%, dan saldo laba berubah dari defisit -Rp940B di Juni jadi positif Rp347,3B di September—transformasi dramatis hasil efisiensi + penambahan in‑house fleet. Namun valuasi di 540 masih premium: PER TTM sekitar 52–101x (bervariasi antar sumber), PBV 3,6x, market cap Rp6,91T. Analis mematok fair value 580 dengan asumsi PER 135x.

⚔ STRATEGI EKSEKUSI (TACTICAL PLAN)
šŸ›”ļø PLAN A: KONSERVATIF (Best Entry)
Buy Area: Rp498 - Rp520

The Logic:

498 adalah area swing low dari panic sell Kamis lalu (actual low 486), sementara 511 adalah harga rata‑rata buyback perusahaan pada 28–29 Januari. Secara psikologis, area ini adalah "lantai institusi"—jika perusahaan rela buyback di 511, berarti manajemen percaya intrinsik value jauh di atas sini.
​
Di daily chart, 500 juga dekat MA50 dinamis dan lower band Bollinger; area ini biasanya jadi zona pantulan untuk saham yang masih dalam tren naik jangka panjang. Kalau DEWA turun lagi ke 498–520, itu kemungkinan shakeout terakhir sebelum fase akumulasi senyap dimulai.
​
Dari fundamental, dengan laba bersih proyeksi FY2025 sekitar Rp490B (analis target) dan harga 500, PER efektif turun ke sekitar 70x—masih mahal, tapi lebih rasional dibanding 101x di harga 540–580. Beli di 498–520 memberi buffer 4–7% vs harga sekarang, cukup untuk kompensasi risk jika koreksi belum selesai.

āš”ļø PLAN B: AGRESIF (Momentum/Breakout)
Buy Area (Trigger): Rp565 - Rp580

The Logic:

565–580 adalah zona resistance minor hasil konsolidasi breakdown sebelumnya, juga dekat estimasi fair value analis 580. Beberapa riset teknikal menyarankan entry buy 555–565 dengan target 575–590 dan SL 545, mengindikasikan ini sebagai level konfirmasi momentum.
​
Momentum buy valid bila:

Harga tembus ≄ 565 dan close harian di atas 575 dengan volume ≄ 1,5x rata‑rata 5 hari (≄ 20–25 juta saham).
​
Bid tebal di 535–550, offer 565–580 terkikis tanpa muncul tembok baru di 600–630.

RSI 1H naik > 50, MACD 1H cross up dari negatif, dan buyback perusahaan masih aktif (cek disclosure harian BEI).

Setup ini untuk momentum trader yang ingin riding relief rally ke 650–715; tapi ingat, di atas 600 banyak seller yang nyangkut dari puncak akan buang, jadi jangan greedy.

šŸŽÆ EXIT STRATEGY (Risk/Reward Ratio ā‰ˆ 1:2,2)
Asumsi entry konservatif di Rp510.

🟢 TP 1 (Scalp/Fast Trade): Rp580 (+13,7%)

Reason: 580 adalah estimasi fair value analis (PER 135x) dan resistance psikologis; banyak trader akan profit‑taking di sini setelah rebound dari 486. Area ini juga dekat target teknikal jangka pendek 575–590.
​
🟢 TP 2 (Swing/Jackpot): Rp650 - Rp715 (+27,5% - 40,2%)

Reason:

650 adalah cluster MA jangka menengah dan batas bawah area distribusi November–Desember; 715 adalah lower high dari downtrend pendek terakhir sebelum breakdown ke 486.
​
Jika DEWA deliver kinerja Q4 2025 sesuai ekspektasi (laba bersih FY 490B, EBITDA 1,7T) dan harga batubara global stabil, pasar bisa re‑rate valuasi ke PER 150–160x, yang justify harga 650–700. Di sini, swing trader sebaiknya buang mayoritas posisi karena di atas 715 adalah zona distribusi puncak.

šŸ”“ STOP LOSS (Hard Limit): Rp470 (-7,8% dari 510)

Note: 470 ada di bawah panic low 486 dan level buyback perusahaan 511; jebol sini berarti buyback gagal stabilkan harga dan ada risiko turun lebih dalam ke gap lama 400 atau bahkan 350. Tesis bahwa ini hanya koreksi sehat dalam tren naik langsung invalid—wajib cut.
​
šŸ“° NEWS & MACRO CONTEXT (THE CATALYST)
šŸŒ Sektor & Bisnis:

DEWA adalah kontraktor pertambangan batubara terbesar Indonesia: waste removal (overburden), coal hauling, dan jasa tambang lain untuk major miners seperti Adaro, Indo Tambangraya, dll.
​
Sektor ini sangat siklikal dan sensitif terhadap harga batubara global serta regulasi ekspor/DMO pemerintah; namun DEWA punya keungguan diversifikasi klien dan sedang transformasi tambah fleet in‑house untuk tingkatkan margin.

šŸ“¢ Key Drivers (Pemicu Utama):

Laba Bersih Q3 2025 Meledak 519% YoY:

Q3 2025: laba bersih Rp239,2B (vs 38,6B setahun lalu), pendapatan Rp4,65T (+2,8%), gross margin 14,5% (vs 7,2%), EBITDA Rp1,16T (+84%), dan saldo laba positif Rp347,3B setelah sebelumnya defisit -Rp940B.

Analisa: Ini game changer—perusahaan keluar dari zona merah ke profitabilitas tinggi berkat penambahan fleet in‑house (kurangi ketergantungan sewa alat berat) dan efisiensi operasional. Namun pasar justru panic sell -14,74% saat rilis, kemungkinan karena profit‑taking dari yang naik 620% YTD atau ekspektasi yang sudah terlalu tinggi di harga 570–600.

IMPACT: POSITIF fundamental, NEGATIF sentimen jangka pendek (sell the news).

Buyback Agresif di Level 511–645:

Perseroan buyback 29,3 juta saham pada 28–29 Januari 2026 di rata‑rata Rp511, dan sebelumnya buyback 790,69 juta saham (total Rp429,99B) di rata‑rata Rp645 sejak Desember 2025.
​
Analisa: Buyback di 511 sangat bullish: manajemen beli saat panic, bukan saat euphoria. Dengan cash flow operasional naik 106,62% YoY, perusahaan punya ammo buat terus stabilkan harga; selama buyback aktif, downside terbatas.
​
IMPACT: SANGAT POSITIF (floor protection).

Valuasi Overvalued Tapi Potensi Re‑Rating:

Di harga 540, PER sekitar 52–101x (sumber bervariasi), PBV 3,61x—jauh di atas rata‑rata sektor mining.

Analis BRI Danareksa mematok fair value Rp580 (PER 135x +1 Std Dev) dengan asumsi laba FY2025 Rp490B dan EBITDA Rp1,7T.
​
Analisa: Valuasi memang mahal, tapi ini pricing in turnaround story: perusahaan baru keluar dari era loss‑making jadi high‑margin. Kalau deliver hasil Q4 bagus, PER 100–135x bisa dijustify untuk growth mining contractor. Tapi kalau Q4 mengecewakan, koreksi ke PER 50–70x (harga 350–450) sangat mungkin.

IMPACT: NEUTRAL–NEGATIF (valuation risk tinggi).

Target 2025 Ambisius:

Manajemen target EBITDA Rp1,7T dan laba bersih Rp490B untuk FY2025; per Q3 sudah capai EBITDA 1,16T dan laba 239,2B, tinggal satu kuartal lagi.

Analisa: Target ini achievable jika Q4 deliver EBITDA ±540B dan laba ±250B—challenging tapi masuk akal dengan tren operasional saat ini. Begitu angka final keluar (Feb–Mar 2026), saham bisa volatile: beat estimate = rally ke 700+, miss = koreksi ke 400–450.

IMPACT: POSITIF (catalist ahead).

āš–ļø THE FINAL VERDICT
šŸš€ SIGNAL: SPECULATIVE BUY DI 498–520 (VALUE PLAY + BUYBACK PROTECTION); SELL ON STRENGTH 580–715
šŸŒ”ļø Risk Profile: Medium–High Risk (valuasi premium, sektor siklikal, volatilitas tinggi)
⭐ Confidence Score: 72%

šŸ“ INTELLIGENCE SUMMARY
[+] Bullish Factor: Transformasi fundamental dramatis—laba Q3 2025 naik 519% YoY, margin meledak dari 7,2% ke 14,5%, saldo laba positif pertama kali setelah bertahun defisit; ini bukan saham "zona merah" lagi, tapi growth mining contractor.

[+] Bullish Factor: Buyback agresif perusahaan di 511–645 sejak Desember 2025 memberi floor protection kuat; selama buyback aktif dan cash flow sehat (+106% YoY), downside risk terbatas—ini sinyal manajemen sangat yakin intrinsik value jauh di atas harga saat ini.
​
[-] Bearish Risk: Valuasi masih sangat mahal (PER 52–101x, PBV 3,6x) dibanding sektor; harga 540 sudah pricing in banyak ekspektasi tinggi. Jika Q4 2025 atau FY2025 meleset dari target (EBITDA 1,7T, laba 490B), koreksi ke PER 50–70x (harga 350–450) sangat mungkin.

[-] Bearish Risk: Sektor batubara sangat siklikal dan sensitif sentimen global; jika harga batubara melemah atau ada regulasi ekspor lebih ketat, revenue DEWA bisa tertekan. Panic sell -14,74% saat rilis hasil bagus menunjukkan pasar masih fragile dan mudah profit‑taking di level 570–600.
​
šŸŒ… OPENING INSTRUCTION (09:00 WIB):
"Untuk DEWA, jangan haka kalau pembukaan langsung di atas 550—itu masih area distribusi minor. Pantau dulu apakah ada throw‑down ke 498–520; kalau di sana volume jual mengecil dan bid tetap tebal (cek apakah buyback perusahaan masih jalan), baru cicil bertahap dengan target jual 580–650. Begitu 470 tembus dengan volume besar, hentikan semua aksi serok—anggap support buyback gagal dan saham menuju gap lebih dalam."

āš ļø Disclaimer: Ini hasil bedah data dan aliran dana institusional. Keputusan jual‑beli sepenuhnya tanggung jawab masing‑masing trader. DEWA adalah saham siklikal dengan volatilitas tinggi—gunakan hanya modal dingin.

$DAAZ $FORU

Read more...
2013-2026 Stockbit Ā·AboutĀ·ContactHelpĀ·House RulesĀ·TermsĀ·Privacy