imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$BUVA
📅 Timestamp: 1 Februari 2026, 18:36 WIB | 💰 Last Price: Rp1.240
🚦 PHASE STATUS: DISTRIBUTION SETELAH MARKUP PANJANG (KOREKSI SEHAT, BELUM PANIC MARKDOWN)

BUVA baru turun cukup dalam dari pucuk ±2.300 ke area 1.200‑an setelah rally berbulan‑bulan yang relatif rapi. Candle daily menunjukkan deretan merah besar di atas volume tinggi, namun hari ini muncul doji/hijau kecil di sekitar lower band dengan volume spike (±445 juta vs rata‑rata 283 juta) yang mengindikasikan throw‑down + penyerapan pertama. Broker tape hari ini net Dist di agregat (Top 1/3/5 “Neutral”, average -1,3%) tapi Net Volume masih +674 ribu lot di average 1.300—artinya di bawah permukaan ada perpindahan barang dari penjual panik ke tangan yang berani serok, namun belum bisa disebut akumulasi bandar bersih.

Fundamental: BUVA operator hotel/resort high‑end Alila & Dialoog (hospitality, lifestyle, real estate). Q2 2025: pendapatan Rp166,1 miliar, laba bersih Rp81,1 miliar; Q3 2025: pendapatan Rp288,7 miliar, laba bersih Rp108,6 miliar, EBITDA Rp93,5 miliar. Laba 9M25 jelas melonjak dibanding 2024, tapi valuasinya sudah pricing in banyak optimisme: PER TTM sekitar 155–170x, PBV 11,5x, market cap Rp14,6T untuk pendapatan FY Rp355,3 miliar dan laba Rp8,46 miliar. Ini growth hospitality premium yang mahal, bukan value play.

⚡ STRATEGI EKSEKUSI (TACTICAL PLAN)
🛡️ PLAN A: KONSERVATIF (Best Entry)
Buy Area: Rp1.170 - Rp1.210

The Logic:

Di daily, 1.170 adalah support harga (garis hijau di sisi kanan chart) sekaligus area MA50 serta lantai konsolidasi sebelum BUVA lompat ke 1.800–2.300. Lower band Bollinger juga mulai mendekati area ini, menjadikannya zona pantulan natural jika tren besar masih uptrend.

Analisis komunitas dan beberapa riset teknikal menyebut 1.230 sebagai support kunci jangka pendek; jika 1.230 jebol, target koreksi berikutnya langsung 925. Dengan menunggu 1.170–1.210, kita masuk setelah panic leg utama mereda, bukan di tengah distribusi 1.300‑an.

Dari sisi fundamental, meski PER 155–170x tergolong mahal, balance sheet BUVA relatif kuat: equity Rp1,46T, total utang Rp584B (DER ±0,4x), EBITDA Q3 Rp93,5B dengan interest coverage >3x. Untuk jangka menengah, hotel premium di Bali/SCBD masih punya tailwind pariwisata; beli di dekat support utama memberi ruang upside teknikal tanpa mengandalkan ekspansi valuasi berlebihan.

⚔️ PLAN B: AGRESIF (Momentum/Breakout)
Buy Area (Trigger): Rp1.282 - Rp1.357

The Logic:

Timeframe 15m menunjukkan zona supply merah 1.280–1.360 (bekas breakdown area). Di atas sana ada gap kecil menuju 1.500; jika harga mampu menembus dan bertahan di atas 1.282–1.357, berarti seller jangka pendek sudah habis dimakan.

Momentum buy valid bila:

Close 1H/harian ≥ 1.300 dengan volume ≥ 1,5x rata‑rata 5 hari (≥ 20–25 juta saham).


Bid tebal di 1.200–1.240, offer 1.280–1.360 terkikis tanpa muncul tembok baru di 1.400–1.500.

RSI 1H naik > 55 dari 41‑an sekarang, MACD 1H cross up dari bawah nol.

Setup ini cocok buat momentum trader yang ingin riding relief rally ke 1.500–1.700; kalau tembus 1.280 tanpa volume, itu hanya mark‑up untuk buang barang, bukan real breakout.

🎯 EXIT STRATEGY (Risk/Reward Ratio ≈ 1:2)
Asumsi entry konservatif di Rp1.190.

🟢 TP 1 (Scalp/Fast Trade): Rp1.350 (+13,4%)

Reason: Area supply intraday yang dihighlight merah di 15m dan berada di dalam box konsolidasi breakdown; juga dekat MA20 harian yang mulai menurun. Banyak pelaku yang nyangkut 1.300–1.400 akan profit‑taking di sini.

🟢 TP 2 (Swing/Jackpot): Rp1.700 - Rp1.850 (+42,9% - 55,5%)

Reason:

1.668–1.718 adalah cluster MA jangka menengah dan resistance sebelumnya; 1.850 berada di sekitar puncak minor sebelum run terakhir ke 2.300.

Secara valuasi, di area 1.800 PER makin melar ke sekitar 250x—sudah sangat spekulatif. Level ini wajar dijadikan zona distribusi agresif bagi swing trader; jangan berharap multi‑bagger baru kecuali ada katalis fundamental besar.

🔴 STOP LOSS (Hard Limit): Rp1.100 (-7,6% dari 1.190)

Note: 1.100 ada di bawah support dinamis 1.170 & batas bawah area demand 1.170–1.210; jebol sini berarti struktur higher‑low patah dan saham berpotensi turun ke gap lama sekitar 925–950. Tesis bahwa ini hanya koreksi dalam tren naik langsung invalid—wajib cut.

📰 NEWS & MACRO CONTEXT (THE CATALYST)
🌍 Sektor & Bisnis:

BUVA bermain di segmen hotel/resort premium dan lifestyle (Alila Uluwatu, Alila SCBD, Dialoog Banyuwangi) yang sangat sensitif terhadap siklus pariwisata dan daya beli kelas menengah‑atas.

Sektor hospitality pasca pandemi sedang rebound kuat, apalagi destinasi Bali/SCBD yang padat turis & bisnis; ini menjelaskan lonjakan pendapatan & laba BUVA sepanjang 2024–2025.

📢 Key Drivers (Pemicu Utama):

Kinerja 2025 Menggila:

Q2 2025: pendapatan Rp166,1B, laba bersih Rp81,1B.


Q3 2025: pendapatan Rp288,7B, gross profit Rp201,9B, operating profit Rp60,4B, laba bersih Rp108,6B, EBITDA Rp93,5B.

Analisa: Untuk ukuran perusahaan hotel, margin ini sangat gemuk dan menunjukkan pricing power tinggi. Inilah bahan bakar rally trend naik BUVA sepanjang 2025.

IMPACT: POSITIF.

Valuasi Super Premium:

Di harga 1.240, market cap Rp14,62T, pendapatan FY Rp355,26B, laba hanya Rp8,46B (EPS 5), PER 170x, PBV ±11,5x. Investing juga mencatat P/E 268x di periode sebelumnya.

Analisa: Ini jelas growth bubble: return saat ini belum justify harga setinggi ini, sehingga saham sangat sensitif terhadap berita buruk kecil (penurunan okupansi, pelemahan rupiah, dsb.). Beli BUVA = beli growth story, bukan beli diskon.

IMPACT: NEGATIF (valuation risk).

Struktur Keuangan Relatif Aman:

Q3 2025: equity Rp1,458,9B, short‑term debt Rp117,8B, long‑term debt Rp466,6B; interest expense Rp30,4B vs EBITDA Rp93,5B.

Analisa: DER moderat, interest coverage sehat; jadi meski valuasi mahal, risiko bangkrut rendah. Ini menjadikan BUVA cocok untuk swing medium, tapi bukan deep value.

IMPACT: POSITIF.

Sinyal Teknikal Global:

TradingView: harga sekarang 1.240, beta 0,14 (pergerakan cenderung idiosinkratik, bukan ikut IHSG).

Beberapa screener teknikal menempatkan BUVA di zona koreksi setelah overbought, dengan pivot Fibonacci tepat di 1.240 sebagai level kunci—breakdown jelas menambah peluang turun ke 1.170 atau lebih rendah.

IMPACT: NEGATIF jangka pendek (downtrend korektif).

⚖️ THE FINAL VERDICT
🚀 SIGNAL: SPECULATIVE BUY DI 1.170–1.210; SELL ON STRENGTH 1.350–1.850
🌡️ Risk Profile: High Risk (valuasi bubble, tren masih korektif, sektor siklikal pariwisata)
⭐ Confidence Score: 65%

📝 INTELLIGENCE SUMMARY
[+] Bullish Factor: Laba BUVA 2025 melonjak tajam (Q2 net profit 81,1B, Q3 108,6B) dengan margin tinggi dan neraca relatif sehat; sektor hotel premium masih menikmati efek pemulihan pariwisata.

[+] Bullish Factor: Secara teknikal, harga sudah mendekati support kuat 1.170–1.230 dengan volume spike yang bisa menandai capitulation lokal; dari area ini, rebound ke 1.350–1.700 cukup masuk akal untuk swing.

[-] Bearish Risk: Valuasi ekstrem (PER 155–170x, PBV 11,5x) membuat upside fundamental terbatas; sedikit saja kinerja melambat, saham bisa terkoreksi lebih dalam ke 900‑an untuk menurunkan multiple.

[-] Bearish Risk: Tape hari ini masih menunjukkan distribusi ritel (aggregate Dist, Top brokers net neutral), tren jangka pendek tetap turun; jika support 1.170 jebol, target berikutnya 925 yang berarti drawdown tambahan >20%.

🌅 OPENING INSTRUCTION (09:00 WIB):
"Untuk BUVA, jangan haka kalau pembukaan langsung di atas 1.260—itu masih area distribusi korektif. Biarkan dulu kalau pagi ada buangan ke 1.170–1.210; kalau di sana volume jual mengecil dan bid tetap tebal, baru cicil kecil‑kecil untuk swing, dengan rencana buang bertahap di 1.350–1.700. Begitu 1.100 tembus dengan volume besar, hentikan semua niat serok—anggap bubble BUVA sedang dikempiskan lebih dalam."

⚠️ Disclaimer: Ini hasil bedah data dan aliran dana institusional. Keputusan jual‑beli sepenuhnya tanggung jawab masing‑masing trader.

$HERO $ISEA

Read more...
2013-2026 Stockbit ·About·ContactHelp·House Rules·Terms·Privacy