imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$APLN
📅 Timestamp: 1 Februari 2026, 18:24 WIB | 💰 Last Price: Rp142
🚦 PHASE STATUS: PANIC MARKDOWN SETELAH MARKUP GILA (FULL BANDAR DISTRIBUSI)

APLN baru saja selesai sesi euforia: dari base panjang 90‑an langsung ditembak vertical ke 200‑an dengan volume jumbo 270 juta saham, lalu sekarang turun bertahap jadi 142 dengan candle merah beruntun di daily. Broker action hari ini brutal: Top 1 Big Dist (-60,1%), Top 3 Big Dist (-52,0%), Top 5 Big Dist (-36,2%), rata‑rata broker Big Dist -46,1% dengan Net Volume masih +378.716 lot di average 143—artinya big player sudah serius buang barang ke ritel yang tersisa, bukan akumulasi. Volume hari ini 73 juta, masih tinggi tapi jauh di bawah spike puncak; pola klasik post‑pump markdown. RSI daily masih 48 (belum oversold ekstrim), MACD baru mulai cross down—secara struktur, ruang turun masih ada.

Secara fundamental, APLN adalah developer besar dengan portofolio mal, apartemen, dan township (Podomoro City, Kuningan City, dsb.). Kinerja 2025 campur aduk: Q1 2025 penjualan & pendapatan usaha Rp874,5 miliar (+22,7% YoY), rugi bersih menyempit 49,5% dari Rp109,9 miliar ke Rp55,5 miliar. Namun Q3 2025 rugi bersih justru melebar ke Rp57,9 miliar (vs rugi Rp41,3 miliar di Q3 2024), meski pendapatan 9M sedikit terkoreksi hanya -4,7% ke Rp2,64 triliun. Jadi ini emiten turnaround yang masih rugi, sementara harga sempat dipompa ke level yang mengimplikasikan PER 4x (pakai EPS 24 karena tahun penuh sempat laba), padahal tren bottom line belum stabil.

⚡ STRATEGI EKSEKUSI (TACTICAL PLAN)
🛡️ PLAN A: KONSERVATIF (Best Entry)
Buy Area: Rp131 - Rp136

The Logic:

Dari sisi teknikal, 131 adalah level "weak low" di 15m yang ditandai sebagai batas bawah current swing; di bawahnya ada zona demand kuat 115–120 sebagai swing low sebelumnya menurut beberapa analisis teknikal TradingView.

Video edukasi yang mengupas APLN juga menegaskan 136 sebagai support utama dan 144 sebagai support kedua; sekarang harga sudah bermain di bawah 144 dan mengarah ke cluster 136–131. Masuk di 131–136 berarti kita beli dekat area support teknikal yang sudah diakui banyak pelaku.

Di harga 130‑an, kapitalisasi sekitar Rp1,9 triliun dengan data saat ini: pendapatan FY Rp5,58 triliun, laba FY Rp633,86 miliar, EPS 24, PER TTM 4x, PBV sangat murah untuk sektor properti besar. Walaupun laba 2025 volatile dan Q3 rugi, level 130‑an sudah mulai mem‐price in banyak pesimisme, cocok untuk swing value jangka pendek–menengah dengan size wajar (bukan all‑in).

⚔️ PLAN B: AGRESIF (Momentum/Breakout)
Buy Area (Trigger): Rp148 - Rp155

The Logic:

Di 15m, 148–155 adalah zona supply pendek dan bagian bawah box distribusi intraday yang terbentuk selepas dump 29 Januari; area ini juga berdekatan dengan MA20 intraday.

Momentum buy hanya valid jika:

Harga tembus ≥ 148 dan close 1H di atas 150 dengan volume intraday minimal ≥ 1,5x rata‑rata 3 hari terakhir (≥ 100 juta saham).

Bid terisi rapat di 139–145, offer 148–155 terkikis tanpa muncul tembok baru di 160–170.

RSI 1H naik ke atas 55 dari posisi 47‑an, MACD 1H cross up dengan histogram positif.

Setup ini buat scalper/momentum trader yang mau ride relief bounce ke 160–170; kalau breakout ke 150‑an tanpa volume, itu hanya mark‑up sesaat supaya bandar bisa buang di harga sedikit lebih tinggi.

🎯 EXIT STRATEGY (Risk/Reward Ratio ≈ 1:2)
Asumsi entry konservatif di Rp134.

🟢 TP 1 (Scalp/Fast Trade): Rp155 (+15,7%)

Reason: Resistance minor dan area supply kuat intraday, sekaligus dekat MA20 daily yang mulai melengkung turun; banyak nyangkuters 160–170 akan buang di sini untuk mengurangi luka.

🟢 TP 2 (Swing/Jackpot): Rp178 - Rp185 (+32,8% - 38,1%)

Reason:

178–180 disebut dalam ide TradingView sebagai level resistance trendline yang belum berhasil ditembus sebelumnya.

Ini juga mendekati titik awal distributive zone sebelum candle merah bertubi; bagi bandar, area ini sweet spot untuk jual lebih banyak kalau euforia balik sementara. Untuk swing 2–6 minggu, distribusi besar di 178–185 cukup agresif.

🔴 STOP LOSS (Hard Limit): Rp120 (-10,4% dari 134)

Note: 120 sedikit di bawah swing low kuat 115–120; jebol sini berarti semua support pendek jebol dan saham masuk fase markdown penuh ke base lama 90‑an. Tesis bahwa ini hanya koreksi pasca markup gagal—harus cut, jangan berharap “balik modal”.

📰 NEWS & MACRO CONTEXT (THE CATALYST)
🌍 Sektor & Komoditas:

APLN adalah developer besar yang sangat sensitif ke siklus properti, suku bunga, dan sentimen kredit perbankan; environment suku bunga 2025–2026 mulai turun bertahap tapi belum longgar sekali.

Kenaikan BI rate yang sudah lewat membuat banyak nama properti diskon, tapi juga meningkatkan risiko inventory tinggi jika penjualan melambat. APLN ada di tengah—punya pipeline proyek besar tapi neraca masih dibebani utang tinggi, sehingga investor menuntut diskon valuasi.

📢 Key Drivers (Pemicu Utama):

Perbaikan Operasional Namun Masih Rugi:

Q1 2025: Pendapatan & penjualan usaha Rp874,5 miliar (+22,7% YoY), laba kotor naik 23% dari Rp266,7 miliar ke Rp328,1 miliar; rugi bersih turun 49,5% ke Rp55,5 miliar.

9M25: Penjualan & pendapatan usaha Rp2,64 triliun (-4,7% YoY), pengakuan penjualan naik tipis 1,2% ke Rp1,65 triliun. Q3 2025 rugi bersih Rp57,9 miliar vs rugi Rp41,3 miliar setahun lalu.

Analisa: Operasi mulai membaik di awal 2025, tapi keberlanjutan diragukan karena kerugian melebar lagi di Q3. Market memakai EPS FY (24) untuk menurunkan PER jadi 4x, tapi data 2025 menunjukkan laba belum stabil; karena itu rally kemarin lebih ke re‑rating spekulatif, bukan repricing fundamental jangka panjang.

IMPACT: NEUTRAL–NEGATIF (operasional membaik, tapi risiko reversal tinggi).

Valuasi Murah Secara Headline Tapi Trap Potensial:

Di harga 142, kapitalisasi Rp2,25T, PER TTM 4x, EPS 24, Pendapatan FY Rp5,58T, laba Rp633,86 miliar.

Pada kertas, ini terlihat “super murah” vs developer besar lain. Namun jika 2025–2026 kembali rugi (sesuai tren Q3), EPS akan turun drastis, membuat PER 4x ilusi belaka.

Analisa: Ini yang dimanfaatkan bandar: headline “PER 4x, properti besar, turnaround” jadi bahan narasi markup; begitu ritel menumpuk di pucuk, mereka tinggal distribusi pelan di 170–200 seperti yang terlihat di broker tape beberapa hari lalu.

IMPACT: NEUTRAL (murah tapi belum tentu bargain).

Struktur Grup & Risiko Utang:

APLN punya banyak entitas anak properti dengan kepemilikan 65–100%, tersebar di Jakarta, Bandung, Balikpapan, dll.—model bisnis asset heavy dan capital intensive.

Kompleksitas proyek dan struktur utang membuat saham ini sensitif terhadap perubahan pendanaan; setiap berita gagal bayar, restrukturisasi, atau penundaan proyek akan memberi tekanan ekstra.

IMPACT: NEGATIF (leverage & governance risk).

Teknikal: Post‑Pump Distribution:

TradingView dan Stockbit mencatat support kunci 144–136, swing low 115, dan resistensi 178–180; saat ini harga sudah breakdown dari 155 dan 144 menuju area 136–131.

Tape hari ini jelas Big Dist dengan top broker menjual 36–60% dari flow; RSI belum oversold dan MACD masih turun.

Analisa: Ini bukan area akumulasi santai; ini fase markdown yang belum selesai, dengan kemungkinan satu leg lagi ke 130‑an atau bahkan 115 sebelum bandar buka buku lagi.

IMPACT: NEGATIF jangka pendek.

⚖️ THE FINAL VERDICT
🚀 SIGNAL: WAIT & SEE → SPECULATIVE BUY DI 131–136 SAJA; SELL ON STRENGTH DI 155–178
🌡️ Risk Profile: High Risk (post‑pump markdown, fundamental belum stabil, leverage properti tinggi)
⭐ Confidence Score: 65%

📝 INTELLIGENCE SUMMARY
[+] Bullish Factor: Headline valuasi sangat murah (PER 4x, pendapatan Rp5,58T, laba Rp633,86M) dan Q1 2025 menunjukkan perbaikan operasional nyata (pendapatan +22,7%, rugi bersih turun 49,5%)—kalau trend ini berlanjut, rerating wajar bisa terjadi lagi.

[+] Bullish Factor: Secara teknikal, area 131–136 adalah cluster support penting (weak low + support yang dibahas luas di komunitas), sementara swing low 115 menjadi benteng terakhir; dari zona ini potensi technical rebound 15–35% ke 155–178 cukup menarik untuk swing dengan size kecil.

[-] Bearish Risk: Broker tape hari ini full Big Dist (Top 1/3/5 & Average semua merah > -36%), artinya smart money masih buang; belum ada tanda akumulasi senyap. Koreksi bisa berlanjut ke 115 jika support 131 gagal.

[-] Bearish Risk: Fundamental 2025 masih labil—Q3 2025 rugi membesar, pendapatan 9M menurun, dan struktur bisnis properti APLN sangat padat utang; jika suku bunga tetap tinggi atau penjualan properti melambat, skenario turnaround bisa gagal dan valuasi “murah” berubah menjadi value trap.

🌅 OPENING INSTRUCTION (09:00 WIB):
"Untuk APLN, jangan haka kalau pagi dibuka di 145–150—itu masih area distribusi bandar. Biarkan dulu kalau ada guyuran ke 131–136; kalau di sana tekanan jual mulai mengecil dan bid tetap tebal, baru cicil kecil‑kecil untuk swing. Jebol 120 dengan volume besar, hentikan semua niat serok—anggap permainan markup sudah selesai dan tunggu base baru di bawah."

⚠️ Disclaimer: Ini adalah hasil bedah data algoritma dan aliran dana institusional. Keputusan jual‑beli sepenuhnya tanggung jawab masing‑masing trader.

$DIVA $SKBM

Read more...
2013-2026 Stockbit ·About·ContactHelp·House Rules·Terms·Privacy