$HMSP
Untuk PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk, right issue bisa dipakai sebagai alat menaikkan free float kalau pemegang saham pengendali tidak menyerap haknya, dan saham baru dilepas ke publik.
Hasil akhirnya jumlah saham publik naik, persentase free float terdongkrak.
Tapi kenapa praktisnya tidak menarik?
Ada beberapa alasan kuat kenapa opsi ini kurang masuk akal bagi HMSP:
1.Tidak butuh dana
HMSP sangat kaya kas. Right issue biasanya dipakai untuk ekspansi atau perbaikan neraca. Di sini, motif dananya lemah.
2.Dilusi tanpa manfaat
Right issue menambah jumlah saham beredar. Kalau tujuannya cuma menaikkan free float, ini jadi dilusi yang tidak efisien bagi pemegang saham lama.
3.Kontrol jadi isu
Kalau Philip Morris tidak menyerap haknya, kepemilikan mereka turun. Itu bukan sesuatu yang biasanya dilakukan oleh pemegang kendali yang sangat nyaman dengan struktur sekarang.
4.Sinyal ke pasar kurang bagus
Right issue pada saham yang harga dan volumenya sudah lama stagnan bisa dibaca pasar sebagai sinyal defensif, bukan strategi jangka panjang.
Opsi yang lebih “masuk akal”
Kalau nanti aturan free float 15% benar-benar dipaksa regulator, opsi yang lebih logis untuk HMSP justru:
1.Secondary offering (pemegang mayoritas jual sebagian saham ke pasar).
2.Go private jika dinilai lebih efisien daripada menyesuaikan aturan.
Kesimpulan:
Right issue mungkin, tapi sangat tidak ideal.
Secondary sale atau go private jauh lebih rasional.