$JECC Berikut adalah rangkuman analisis PT Jembo Cable Company Tbk (JECC) berdasarkan data performa tahun 2025 dan prospek tahun 2026:
Kinerja Keuangan dan Fundamental (2025)
$JECC mencatatkan pertumbuhan yang sangat kuat sepanjang tahun 2025, yang menjadi fondasi positif untuk tahun 2026.
• Laba Bersih: Melonjak 101,3% (YoY) menjadi Rp 91,2 miliar hingga kuartal ketiga 2025.
• Pendapatan: Tumbuh 24,6% mencapai Rp 2,99 triliun, didorong oleh efisiensi biaya dan optimalisasi vendor.
• Profitabilitas: Return on Equity (ROE) mencapai 14,29%, menunjukkan peningkatan efisiensi operasional yang signifikan.
• Kesehatan Keuangan: Rasio hutang (DER) berada di angka 1,12x, dengan EBITDA yang kuat sebesar Rp 243,8 miliar untuk menutupi kewajiban tersebut.
Valuasi Saham: Sangat Murah (Undervalued)
Berdasarkan analisis nilai wajar, saham JECC dinilai masih diperdagangkan jauh di bawah nilai aslinya:
• PBV (Price to Book Value): Tercatat sebesar 0,56x, yang berarti harga pasar masih di bawah nilai buku perusahaan.
• Metode Graham Number: Nilai wajar teoritis berada di angka Rp 2.099.
• P/E Ratio: Saat ini berada di kisaran 6,0x - 7,0x, jauh di bawah rata-rata industri kabel yang sebesar 11,5x.
• Margin of Safety (MoS): Dengan harga pasar Januari 2026 di kisaran Rp 965 - Rp 1.135, terdapat MoS lebih dari 90%.
Prospek dan Katalis Pertumbuhan 2026
Manajemen menargetkan pertumbuhan kinerja sebesar 10% hingga 12% di tahun 2026 dengan beberapa pendorong utama:
1. Ekspansi Kapasitas: Alokasi belanja modal (Capex) sebesar Rp 70 miliar untuk modernisasi mesin.
2. Infrastruktur Digital: Proyek penataan kabel fiber optik di 40 kabupaten/kota dan proyek SKKL Rising 8 (Jakarta-Batam-Singapura).
3. Sektor Energi: Permintaan stabil dari transmisi listrik dan proyek energi terbarukan.
Analisis Risiko
Meskipun fundamentalnya solid, terdapat beberapa risiko yang perlu diwaspadai investor:
• Volatilitas Harga Komoditas: Fluktuasi harga tembaga dan aluminium dunia dapat menekan margin laba.
• Kurs Rupiah: Pelemahan Rupiah meningkatkan beban pokok karena sebagian bahan baku masih diimpor.
• Likuiditas dan Volatilitas Harga: Sebagai saham second liner, volume perdagangan JECC tidak besar, sehingga harga bisa bergerak liar (pernah turun tajam hingga 15% dalam sehari).
Strategi Investasi yang Disarankan
JECC lebih cocok sebagai saham growth/undervalued play daripada dividend play karena dividennya relatif kecil (yield 0,8% - 1%).
• Area Akumulasi: Di bawah Rp 1.100.
• Metode: Dollar Cost Averaging (menyicil) untuk meminimalkan risiko volatilitas.
• Target Harga Menengah: Rp 1.600 - Rp 1.800, dengan target harga teoritis 2026 mencapai Rp 2.049 jika target pertumbuhan tercapai
