Berikut kemungkinan kerja sama yang paling logis :
1. Health, Farmasi & Halal Technology (PALING KUAT)
Ini kandidat nomor satu.
Kenapa?
Brunei = negara kecil tapi standar halal & kesehatan super ketat
NANO punya:
nanotech drug delivery
herbal–farmasi
kosmetik & health product
Cocok buat:
produk kesehatan halal premium
transfer teknologi nano produksi lokal Brunei
📌 Bentuk kerjasama:
Joint development produk halal
Lisensi teknologi nano
Supply teknologi + knowledge, Brunei jadi hub ASEAN
👉 Ini tipe kerjasama “pelan tapi panjang umur”.
2. Agrikultur & Akuakultur (Nanobubble Tech)
Brunei serius soal:
ketahanan pangan
aquaculture (ikan, udang)
efisiensi air
Sementara NANO punya:
nanobubble technology
peningkatan oksigen air
efisiensi pakan & pertumbuhan
📌 Bentuk kerjasama:
Pilot project tambak modern
Smart aquaculture berbasis nano
Government-to-business project
👉 Ini biasanya dimulai kecil diperbesar kalau hasilnya nyata.
3. Riset Bersama & Sertifikasi Nanotek ASEAN
Ini agak “sunyi tapi strategis”.
Brunei:
kuat di regulasi
dipercaya secara internasional
NANO:
main di riset & standardisasi
sudah gandeng Nanoverify (Malaysia)
📌 Bentuk kerjasama:
ASEAN nano standard
pusat sertifikasi nano & halal-tech
kolaborasi riset antar negara
👉 Bukan langsung $CUAN, tapi menaikkan valuasi & kredibilitas.
4. Smart Material & Infrastruktur Khusus
Bukan proyek raksasa, tapi niche.
Contoh:
coating nano anti-korosi
material tahan lembab
aplikasi di bangunan publik, pelabuhan, fasilitas energi
📌 Bentuk:
proyek infrastruktur terbatas
supply teknologi material
👉 Biasanya kontrak per proyek, bukan recurring.
5. Investment Gateway / Strategic Network
Ini yang tidak kelihatan di laporan keuangan awal.
Dengan advisor dari Brunei:
akses elite bisnis & pemerintahan
pintu ke sovereign / family office
positioning $NANO sebagai regional tech player
📌 Bentuk:
strategic partnership
$BUKA n suntikan dana langsung, tapi pintu proyek
👉 Investor senyum dulu, laporan keuangan nyusul belakangan.
Mau lanjut lagi ala ala khayalan investor?