imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Update Respons OJK & BEI Terhadap Gejolak $IHSG
Menyikapi fluktuasi tajam IHSG belakangan ini, OJK dan BEI secara proaktif melakukan reformasi besar-besaran untuk menyelaraskan pasar modal Indonesia dengan standar internasional. Fokus utama saat ini adalah merespons kriteria dari MSCI agar emiten Indonesia tetap kompetitif dalam indeks global. OJK menegaskan bahwa masukan dari lembaga internasional seperti MSCI dipandang sebagai momentum untuk meningkatkan transparansi dan integritas pasar, guna memastikan Indonesia tetap menjadi tujuan investasi yang menarik bagi investor global.

Salah satu langkah konkret yang diambil adalah penyesuaian aturan terkait free float atau saham publik. Bursa Efek Indonesia (BEI) segera menerbitkan aturan baru yang mewajibkan batas minimum free float sebesar 15% bagi emiten baru maupun yang sudah melantai. Selain itu, definisi pelabur dalam kategori korporat akan dikecualikan dalam perhitungan free float agar mencerminkan likuiditas yang sebenarnya. Bagi emiten yang kesulitan memenuhi standar ini, OJK tengah menyiapkan exit policy sebagai bagian dari pengawasan ketat.

Dari sisi transparansi, regulator akan mulai mewajibkan pendedahan informasi pemilikan saham hingga di bawah 5%, lengkap dengan kategori investor dan struktur kepemilikannya. Langkah ini diambil untuk memberikan gambaran yang lebih jelas kepada pasar mengenai siapa pemilik manfaat (ultimate beneficial owner) di balik sebuah saham. Transparansi data yang lebih mendalam ini diharapkan dapat meminimalisir praktik manipulasi harga atau "saham gorengan" yang seringkali merugikan investor ritel.

Untuk menstabilkan pergerakan IHSG yang sempat mengalami tekanan hebat, otoritas tetap menyiagakan instrumen pengaman seperti auto rejection, trading halt, dan kebijakan buyback saham oleh emiten. Koordinasi lintas lembaga juga diperkuat, termasuk keterlibatan Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara yang berkomitmen aktif melakukan investasi untuk menjaga likuiditas pasar. Dukungan ini dianggap krusial untuk memberikan bantalan ekonomi di tengah tingginya volatilitas pasar modal saat ini.

Ke depan, pemerintah juga mempercepat regulasi mengenai demutualisasi bursa yang ditargetkan rampung pada kuartal pertama tahun ini. Secara keseluruhan, seluruh rangkaian reformasi ini ditargetkan tuntas sebelum bulan Mei, bertepatan dengan jadwal tinjauan rutin MSCI. Dengan memperkuat tata kelola dan memperluas ruang investasi bagi lembaga domestik seperti asuransi dan dana pensiun, OJK optimistis kepercayaan pelabur asing maupun domestik terhadap IHSG akan kembali pulih dan menguat.

Random tag:
$BBCA $BREN

Read more...
2013-2026 Stockbit ·About·ContactHelp·House Rules·Terms·Privacy