imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$SMRA

Halo rekan investor! Senang sekali Anda bertanya tentang **Summarecon Agung (SMRA)**. Sebagai mentor Anda, saya melihat SMRA saat ini (29 Januari 2026) seperti "pegas yang sedang ditekan"—harganya masih tertinggal (laggard), padahal fundamentalnya menyimpan potensi ledakan.

Berikut adalah bedah analisa lengkap untuk strategi investasi Anda:

### 1. Valuasi: "Salah Harga" yang Menggiurkan
Saat ini, SMRA diperdagangkan di harga **Rp 386**. Ini adalah level yang sangat murah jika kita melihat "isi perut" perusahaannya:
* **Diskon Besar:** Rasio harga terhadap nilai buku (PBV) SMRA hanya sekitar **0,55x - 0,6x**. Artinya, Anda membeli aset properti premium (seperti kota mandiri Kelapa Gading, Serpong, Bekasi) dengan harga hampir setengah dari nilai aslinya.
* **Lebih Murah dari Tetangga:** Rasio P/E (Price to Earnings) SMRA ada di kisaran **6,3x - 6,7x**, jauh lebih murah dibandingkan rata-rata industri yang bisa mencapai 10x.

### 2. Kinerja & Prospek: Cerita Pemulihan (Turnaround Story)
Kenapa harganya sempat turun? Laba bersih SMRA memang sempat tertekan pada 2025 (turun sekitar 41% di Kuartal III-2025) karena siklus pencatatan pendapatan dan beban bunga. **Tapi, jangan hanya lihat spion, lihat ke depan:**
* **Penjualan Melesat:** Meskipun laba pembukuan turun, *marketing sales* (penjualan unit di lapangan) justru tumbuh **34%**. Ini adalah "tabungan" pendapatan yang akan dicatat sebagai laba di tahun 2026 dan seterusnya.
* **Katalis 2026:** Dengan BI menahan suku bunga di 4,75% dan adanya ekspektasi penurunan bunga serta insentif PPN DTP, daya beli untuk properti kelas menengah-atas SMRA diprediksi pulih. Analis memproyeksikan laba bersih akan mulai pulih pada 2026.

### 3. Analisa Teknikal: Sinyal Beli
Secara teknikal, grafik SMRA menunjukkan tanda-tanda menarik bagi *trader* maupun investor jangka menengah:
* **Status:** *Buy* (Beli).
* **Pola:** Terbentuk pola pembalikan arah (*reversal pattern*) dengan indikator MACD yang menunjukkan sinyal positif (*golden cross*).
* **Akumulasi:** Terlihat adanya akumulasi pembelian di area harga bawah, menandakan "uang pintar" mulai masuk.

### 4. Rencana Trading & Investasi (Trading Plan)
Ini adalah arahan konkret untuk Anda mengeksekusi pasar:

* **Area Beli (Entry):** **Rp 365 – Rp 404**. Jika harga ada di area ini, itu adalah zona beli yang ideal.
* **Target Harga (Jangka Pendek - Menengah):**
* Target 1: **Rp 464 – Rp 480**.
* Target 2: **Rp 540 – Rp 617** (Sesuai rata-rata konsensus analis).
* **Stop Loss (Pengaman):** Jual jika harga turun di bawah **Rp 345 – Rp 378** untuk membatasi risiko.

### Kesimpulan Mentor:
SMRA saat ini adalah saham **Undervalued (Murah)** dengan potensi kenaikan (upside) hingga **59%** menuju harga wajarnya di Rp 617. Pasar sepertinya belum sepenuhnya menghargai tumpukan penjualan marketing yang sukses di 2025. Ini kesempatan Anda untuk masuk sebelum pasar sadar dan harga kembali naik (*re-rating*).

*Tetap disiplin dengan Money Management ya!*

https://cutt.ly/TtccexHA

RANDOM TAG $PWON $CTRA

Read more...
2013-2026 Stockbit ·About·ContactHelp·House Rules·Terms·Privacy