.
⏰
Kalau tau kualitas saham yang dimiliki, buat apa takut dan panik?
Dan sama sekali ga perlu suntikan moral dari siapapun, influencer dengan follower 100.000 sekalipun.
Karena resiko terburuk telah kta hitung.
Tapi bukan juga semudah mengatakan,
“Nanti juga naik” jika ingin survive di market.
Ini kalimat yang kebetulan perlu diwaspadai, andai tanpa reasoning yang kuat.
Membeli saham yang telah dimiliki hanya berdasarkan kata si anu kata si ani tanpa mengulik lebih dalam.
Kelemahan banyak temanku begini, bisa menyebut alasan2 bagus sebuah emiten, tapi ga bisa membeberkan kejelekannya.
Bukankah ini pantas disebut tidak objektif,
Padahal kita sama2 tau tidak ada yg sempurna di muka bumi ini, termasuk pasarmodal dan emitennya.
Dugaan aja nih, saham yang kemarin digerakan tanpa transparansi yang jelas dan serampangan, akan di’punish’ dengan sideways yang lumayan waktunya.
Semoga pilihan emiten masing2 kta bisa memenuhi syarat objektifitas.
Grow Up kawan,
$IHSG $ESSA $MBMA