Kenapa Saham Konglomerasi Bisa Anjlok?
Banyak investor mengira saham konglomerasi itu βamanβ karena bisnis besar dan nama kuat. Faktanya, saham konglo tetap bisa anjlok jika kombinasi faktor berikut terjadi.
1οΈβ£ Distribusi pemegang besar
π Harga sideways lama, contoh di area 3.000β3.100, volume tiba-tiba di atas rata-rata.
Begitu support 3.000 jebol β saham turun cepat ke 2.700 tanpa pantulan berarti.
2οΈβ£ Ekspektasi bisnis melemah
π Laba masih untung, tapi pertumbuhan turun. Contoh dari 15% jadi 3%, utang naik.
Market langsung diskon karena prospek tidak sekuat sebelumnya.
3οΈβ£ Sentimen makro & asing keluar
π IHSG melemah, asing net sell di saham big cap.
Karena liquid, saham konglo dijual duluan walau tidak ada berita negatif.
4οΈβ£ Aksi korporasi memberatkan
π Perusahaan umumkan rights issue besar.
Market khawatir dilusi β harga turun sebelum aksi benar-benar terjadi.
5οΈβ£ Valuasi terlalu mahal
π Saham diperdagangkan di PER 30x.
Begitu pertumbuhan melambat sedikit β market turunkan valuasi β harga jatuh.
π Intinya:
Nama besar tidak menjamin harga aman.
Market menghukum penurunan ekspektasi, bukan reputasi.
βΆοΈ Follow & Kunjungi profil untuk insight dan postingan bermanfaat lainnya.
Random tag : $CBDK $ERAA $UANG