Masih ada hari Jumat, tapi ini konteksnya pasar global. Yang sempat menampung kemarin mungkin masih bisa, tapi yang menampung dengan skema limit Jumat T+2 mulai masuk wilayah berbahaya.
Saham $BUMI saat ini lock ARB tebal, dan sudah masuk LQ45. Kekhawatirannya bukan di ritel, melainkan di big player yang masuk menggunakan margin.
Secara pola, posisi margin biasanya dilepas di T+2. Masalahnya, ketika saham masih lock ARB, posisi tersebut tidak bisa dijual sama sekali.
Efeknya hanya ada dua:
Top up dana
Force sell saham lain
Dan risiko yang paling mungkin terjadi adalah force sell.
Logikanya sederhana:
kalau punya cash, ngapain pakai margin?
Kalau tujuannya mau agresif, justru lebih rasional pakai uang sendiri untuk memperbesar potensi, bukan menambah risiko likuidasi.
Di kondisi seperti ini, tekanan pasar bukan lagi soal sentimen, tapi soal mekanisme sistem sekuritas.
Dan sistem tidak mengenal kata “nanti pulih” — yang ada hanya rasio.
Karena itu satu prinsip tetap relevan:
CASH IS KING!
Dan sampai sekarang, saya masih pegang itu.