$IHSG

Pada tanggal 4 maret 2025 .

Kami pernah membuat sedikit View untuk IHSG di masa mendatang yang akan koreksi cukup dalam setelah harga menginjak 9.000 dan itu pas sekali . Namun sedikit lebih cepat karena gangguan eksternal yang hampir semua orang tidak bisa membacanya .

Sekarang tinggal saatnya IHSG menuju 12.000 sebelum sesuatu yang besar terjadi .

Berikut analisa barunya dan kenapa IHSG terjun payung

Kebijakan Interim MSCI: MSCI membekukan kenaikan Foreign Inclusion Factor (FIF), Number of Shares (NOS), penambahan saham baru ke indeks, dan migrasi antar segmen, efektif sejak 27 Januari 2026, untuk mengurangi risiko investasi sambil menunggu transparansi lebih baik .

Sebenarnya ini gangguan yang tiba tiba , tidak ada warning yang jelas dan semua pasti kena imbasnya .
Sejauh ini perkiraan jikalau posisi index turun dengan signifikan , akan ada rebound yang jelas kencang .

Teknis dan Domestic macro .

Secara teknis , IHSG yang sudah koreksi cukup dalam masih dalam range Uptrend base dengan potensi pergerakan di area 7898.5301 jikalau masih mengalami penurunan , dan itu merupakan batas maximal untuk koreksi index . Kalo lebih ada baiknya istirahat di market dalam jangka cukup panjang .

Namun sejauh ini data ekonomi domestic masih cukup baik
Domestic Macro: Penopang Utama IHSG di Tengah Noise Global

Di luar gangguan struktural dari kebijakan interim MSCI, fondasi ekonomi domestik Indonesia sejauh ini masih relatif solid dan belum menunjukkan tanda-tanda stress sistemik yang serius.

1. Konsumsi Domestik Masih Kuat
PDB Indonesia masih sangat ditopang oleh konsumsi rumah tangga (>50% PDB).

Inflasi terkendali di kisaran target, daya beli belum runtuh

Musiman awal tahun memang cenderung soft, namun tidak breakdown
Artinya, koreksi IHSG saat ini lebih bersifat financial shock, bukan demand shock.

2. Stabilitas Nilai Tukar & Kebijakan BI
Bank Indonesia masih berada pada mode stabilitas, bukan panic mode.

Rupiah relatif terjaga dibanding peer EM

Cadangan devisa masih tebal

Ruang kebijakan moneter masih ada jika volatilitas memburuk

Ini penting: tidak ada sinyal capital flight masif berbasis fundamental, yang ada adalah temporary rebalancing risk.

3. Fiskal Masih Longgar & Terkontrol
APBN belum berada pada fase stress:

Defisit masih terjaga

Belanja negara tetap jalan (infrastruktur, subsidi strategis, proyek prioritas)

Rasio utang terhadap PDB masih moderat

Ini jadi bantalan utama jika market equity mengalami overreaction.

4. Komoditas: Tidak Seindah Tahun Emas, Tapi Masih Menopang
Harga komoditas memang tidak setinggi era supercycle, namun:

Batu bara, nikel, CPO masih di level ekonomis

Trade balance tetap surplus

Sektor resource tetap menyumbang cashflow & dividen

Dengan kata lain, tidak ada collapse di sisi pendapatan nasional.

Seharusnya besok atau maximal lusa Index akan kembali bergerak Uptrend / Rejection dengan cepat

$BUMI $DEWA

Read more...

1/3

testestes
2013-2026 Stockbit ·About·ContactHelp·House Rules·Terms·Privacy