Saat IHSG mengalami trading halt, artinya pasar sedang berada dalam tekanan ekstrem dan Bursa menghentikan perdagangan sementara.
Kondisi seperti ini bukan hal baru dalam sejarah IHSG dan sudah terjadi berulang kali di masa lalu.

Strategi yang bisa digunakan:
1️⃣ Tunggu 5–10 menit setelah market dibuka kembali.
Tujuannya agar harga membentuk keseimbangan awal dan arah market lebih terbaca.
Contoh:
Pada 8 Oktober 2008 (-10,38%), setelah trading halt akibat krisis global, pergerakan awal sangat liar. Trader yang menunggu beberapa menit lebih mudah membaca bid–offer dibanding yang langsung entry.

2️⃣ Fokus ke saham big cap & likuid.
Saham besar lebih cepat mendapatkan minat beli saat market dibuka kembali.
Contoh:
Pada 22 September 2011 (-8,88%), saham perbankan besar lebih dulu memantul, sementara saham kecil tetap tertekan.

3️⃣ Entry saat bid mulai dominan.
Masuk hanya ketika antrian beli terlihat lebih kuat dari jual.
Contoh:
Pasca trading halt 22 Januari 2008 (-7,70%), bid tebal di saham indeks menjadi sinyal awal terjadinya rebound teknikal.

4️⃣ Targetkan rebound pendek.
Pantulan pasca trading halt umumnya bersifat teknikal, bukan pembalikan tren.
Contoh:
Pada 8 Januari 1998 (-11,95%), IHSG sempat memantul, namun tekanan jual kembali muncul di hari-hari berikutnya.

5️⃣ Disiplin keluar cepat
Jika target tercapai atau bid melemah, profit sebaiknya segera diamankan.
Contoh:
Pada 28 Januari 2026 (-7,56%), pergerakan pasca halt sangat bergantung pada kekuatan bid awal dan cenderung cepat berubah.

Intinya:
Dari data trading halt sebelumnya, pola yang sering terjadi adalah rebound jangka pendek di saham likuid, dengan volatilitas tinggi.
Strategi cuan pasca trading halt menuntut disiplin timing, seleksi saham, dan manajemen risiko, bukan ekspektasi pemulihan instan.

Analisis ini bersifat informatif dan bukan rekomendasi jual atau beli saham. Keputusan sepenuhnya berada pada masing-masing investor.

▶️ Follow & Kunjungi profil untuk insight dan postingan bermanfaat lainnya.

Random tag : $PIPA $BBRI $BBCA

Read more...
2013-2026 Stockbit ·About·ContactHelp·House Rules·Terms·Privacy