Saran saham yang berpotensi naik besok (Kamis, 29 Januari 2026) harus sangat hati-hati dan defensif mengingat kondisi pasar saat ini. Hari ini (Rabu, 28 Januari 2026), IHSG anjlok tajam sekitar 7,34%–7,35% ke level sekitar 8.320–8.321 pada penutupan sesi pertama (atau full day) di level rendah setelah trading halt karena penurunan >8% di awal sesi).
Penurunan ini dipicu utama oleh pengumuman MSCI yang membekukan sementara rebalancing indeks untuk saham Indonesia (terkait isu free float dan konsentrasi kepemilikan), memicu panic selling massal, outflow asing, dan tekanan pada saham bluechip serta indeks-related.
Prediksi analis (dari BNI Sekuritas, MNC Sekuritas, Phintraco, dll.) untuk besok:
- IHSG diproyeksikan konsolidasi atau recovery terbatas di rentang 8.200–8.600 (support krusial 8.269–8.200, resistance 8.500–8.600), dengan potensi rebound teknikal jika panic selling mereda dan tidak ada berita negatif baru dari MSCI/BEI.
- Probabilitas rebound lebih tinggi di saham defensif, undervalued, atau yang tidak terdampak langsung isu MSCI (misal non-index heavy atau sektor konsumsi/energi stabil). Namun, volatilitas ekstrem tetap tinggi – rawan lanjut turun jika support jebol.
- Fokus buy on weakness di saham yang punya support kuat dan volume beli mulai muncul pasca-panic.
Berikut beberapa saham yang relatif lebih aman atau punya potensi rebound besok berdasarkan rekomendasi terkini & momentum (dari MNC Sekuritas, Phintraco, dan analis lain pada 27–28 Januari, adjusted dengan kondisi hari ini):
1. $PGEO (PT Pertamina Geothermal Energy Tbk):
Masih masuk rekomendasi Phintraco & MNC untuk buy on weakness. Sektor energi terbarukan relatif defensif dan kurang terdampak isu MSCI (bukan heavy index). Tren buy dengan support kuat di Rp1.210–1.220, potensi rebound ke Rp1.260+ jika IHSG stabil. Probabilitas naik lebih tinggi di sektor defensif.
2. $JSMR (PT Jasa Marga Tbk):
Rekomendasi buy on weakness dari MNC Sekuritas. Infrastruktur tol defensif, volume beli kemarin positif. Jika panic mereda, bisa rebound terbatas ke resistance dekat.
3. $BRIS (PT Bank Syariah Indonesia Tbk):
Buy on weakness dari MNC. Bank syariah punya ketahanan lebih baik di tengah volatilitas, tren wave positif. Buy di area weakness Rp2.200-an, target Rp2.300+ jika recovery.
4. UNTR (PT United Tractors Tbk):
Sering masuk rekomendasi MNC/Phintraco. Sektor alat berat/komoditas bisa rebound jika komoditas stabil pasca-panic. Support kuat, potensi naik jika inflow kembali.
5. HMSP (PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk) atau saham konsumsi defensif:
Sektor consumer non-cyclical relatif aman di tengah koreksi pasar. Potensi stabil/naik tipis jika IHSG rebound teknikal.
Catatan Penting:
Hari ini pasar ekstrem (trading halt, top losers dominan bluechip seperti BBCA, ANTM, BMRI), jadi besok kemungkinan recovery teknikal (probabilitas ~40–50%) atau lanjut konsolidasi/sideways rendah. Hindari saham index-heavy atau yang terdampak MSCI langsung untuk short-term.
Saran umum:
- Pantau pembukaan pagi besok (volume & berita MSCI/BEI – jika ada update positif, rebound lebih kuat).
- Gunakan stop loss ketat (3–5% di bawah entry) karena volatilitas tinggi.
- Fokus jangka pendek: Buy on dip di support kuat, target resistance dekat – jangan averaging down agresif.
- Jika holding jangka panjang, sektor defensif (energi terbarukan, konsumsi, infrastruktur) lebih aman dibanding tambang/bank konvensional saat ini.
Ini bukan prediksi pasti – pasar sangat fluktuatif pasca-event MSCI, probabilitas rebound terbatas. Ini murni analisis berdasarkan data & rekomendasi terkini (bukan saran investasi pribadi).