Gimana? Masih kuat mentalnya? Atau sudah mulai cari-cari alasan buat menyalahkan keadaan?
Market yang sedang bearish parah ini sebenarnya adalah sebuah anugerah tersembunyi. Kenapa? Karena di sinilah kamu dipaksa untuk bercermin. Harusnya dengan ujian ini, kalian mulai sadar gimana pentingnya alasan kalian beli saham itu di awal.
Banyak dari kalian masuk ke bursa saat semuanya tampak mudah, saat semua saham terbang hanya dengan modal sentuhan jempol. Di sana kalian merasa jadi jenius. Tapi sekarang, saat market sedang menunjukkan wajah aslinya yang kejam, barulah terlihat siapa yang sebenarnya punya strategi dan siapa yang cuma sekadar "bertaruh" tanpa tahu apa yang dipertaruhkan.
Coba buka kembali catatanmu. Saat dulu kamu beli saham itu, apa alasanmu?
Apakah karena fundamentalnya yang sekuat karang?
Apakah karena dividennya yang konsisten?
Atau... jangan-jangan kamu beli cuma karena "katanya" atau ikut-ikutan tren yang nggak jelas ujung rimbanya?
Kalau alasan belimu adalah karena "ikutan", maka wajar kalau sekarang kamu gemetar. Kamu tidak punya jangkar saat badai datang. Tapi kalau kamu beli karena paham nilai perusahaan itu, maka penurunan harga pasar hanyalah sebuah "diskon" dari ketidaksabaran orang lain. Kualitas perusahaan tidak berubah hanya karena harga layarnya turun, Mas.
Pasar yang bearish ini sedang mencuci bursa dari para spekulan yang tidak punya nyali. Ini adalah proses seleksi alam. Hanya mereka yang punya keyakinan berdasarkan data, bukan harapan yang akan tetap berdiri tegak.
Masa-masa suram seperti ini adalah waktu terbaik untuk belajar, bukan untuk lari. Lihat saham-saham bagus yang harganya jadi murah meriah. Orang kaya itu lahir di masa bearish, Mas, karena mereka berani membeli ketakutan orang lain. Sementara orang miskin mentalnya justru sibuk menjual harapan mereka di harga obral.
random tag:$SOCI $JAST $GWSA
