$PACK
📅 Timestamp: 28 Januari 2026, 01:40 WIB | 💰 Last Price: Rp560
🚦 PHASE STATUS: PANIC MARKDOWN PASCA Euforia RIGHTS ISSUE – BANDAR MULAI “LEPAS REM”
⚡ STRATEGI EKSEKUSI (TACTICAL PLAN)
PACK baru saja ngalamin skenario klasik: harga digas gila‑gilaan dari puluhan rupiah (ATL 30 pada Agustus 2024) ke hampir 5.000 per Juni 2025, lalu pelan‑pelan turun, dan sekarang dihantam lagi oleh sentimen rights issue OWK Rp3,2 triliun dengan harga pelaksanaan Rp100. Beberapa hari terakhir saham naik menjelang tanggal efektif rights (efek “mark‑up menjelang cum”), tapi hari ini candle merah panjang −9,68% ke 560 dengan volume besar, sementara broker summary Anda menunjukkan average: Dist tapi top 1–5 justru small acc/neutral – artinya: retail panik keluar, bandar utama mulai ngumpulin di bawah menjelang fase berikutnya (entah mark‑up lagi atau sekadar jaga harga supaya tidak jebol total sebelum OWK dikonversi).
Secara fundamental, data 2Q25 sangat “aneh”: revenue hanya Rp20,5 miliar, laba bersih Rp2,6 miliar, EPS 1,64, tapi di harga 3.880 saat itu PER tercatat 2.365x dan PBV 99x – ini jelas pure vehicle korporasi untuk aksi OWK/rights, bukan emiten value. Aksi korporasi: PACK menerbitkan 32,58 miliar Obligasi Wajib Konversi (OWK) harga Rp100 per unit, total dana Rp3,2 triliun, dengan rasio HMETD 5 saham lama : 102 rights, dan satu OWK = satu saham baru nominal Rp10. Pemegang saham utama PT Eco Energi Perkasa (EEP) memegang 47,16% dan berkomitmen mengeksekusi seluruh haknya (15,37 miliar HMETD) plus jadi pembeli siaga sampai Rp1,2 triliun jika OWK tidak laku. Artinya, struktur baru PACK akan super‑dilutif buat harga pasar: basis saham bisa melonjak berlipat ketika OWK dikonversi 27 Jan 2026 – 21 Jan 2027.
Dalam konteks ini, candle merah −9,68% hari ini bukan sekadar “koreksi biasa”; ini refleksi market yang mulai mengharga-kan risiko dilusi masif dan potensi harga digiring mendekati level “ekonomi” OWK (100–an) setelah euforia rights selesai.
🛡️ PLAN A: KONSERVATIF (Best Entry)
Buy Area: Rp400 – Rp450
The Logic:
Di daily chart Anda, 400‑450 adalah area support minor pertama di bawah 560 yang dekat dengan level “weak low” 347k volume yang sudah Anda tandai; secara psikologi, itu juga ~10–15% di atas angka 350 yang sering jadi psychological pit stop sebelum market menguji 200‑an.
Dari sisi dilution math: dengan OWK harga Rp100 dan potensi jumlah saham baru puluhan miliar, nilai fair jangka panjang sangat mungkin “ditarik” ke ratusan rendah. Masuk ke atas 500 tanpa edge khusus sama aja ikut jadi exit liquidity big holder. Range 400–450 dipilih bukan karena murah fundamental (PER/PBV masih gak nyambung), tapi karena di zona ini risk/reward teknikal masih bisa dikelola untuk scalping dengan stop ketat.
Konservatif berarti: tidak menyentuh PACK sebelum panic selling mereda (candle mulai mengecil, volume turun signifikan, RSI harian turun ke 30‑an), lalu lihat apakah ada broker besar yang konsisten nampung di 400‑450. Kalau 400 tembus dengan volume tinggi, forget it – ini bisa jalan terus ke 200‑an atau bahkan mendekati harga OWK 100.
⚔️ PLAN B: AGRESIF (Momentum/Breakout)
Buy Area (Trigger): Rp620
The Logic:
620 adalah close kemarin dan juga area breakdown intraday; jika setelah panic hari ini harga mampu reclaim 620 dengan volume minimal 2x rata‑rata 5 hari, berarti ada dead‑cat bounce atau skenario bandarnya mau tarik sedikit untuk kasih napas ke ritel/rights trader sebelum serangan berikutnya.
Momentum play di sini sangat pendek umur:
Haka hanya jika offer 580–620 disapu cepat,
Bid naik 580–600 berlapis,
Tidak ada blok jual besar nongol lagi di 620–650 dari broker yang sepanjang hari jadi pelaku distribusi.
Entry agresif harus siap cut intraday; kalau setelah tembus 620 harga kembali close di bawah 580, anggap sebagai trap untuk jualan lebih mahal, dan keluar tanpa kompromi.
🎯 EXIT STRATEGY (Risk/Reward Ratio: ±1:2)
Asumsi entry konservatif rata-rata Rp430.
🟢 TP 1 (Scalp/Fast Trade): Rp520 – Rp540 (+21–26%)
Reason: Area ini adalah gap breakdown hari ini dan supply terdekat; kemungkinan besar akan muncul jualan dari mereka yang average di 600–700 dan cuma mau “tebus napas” sebentar.
🟢 TP 2 (Swing/Jackpot): Rp650 – Rp700 (+51–63%)
Reason: Zona ini mendekati harga sebelum panic (620–680) dan bisa jadi level yang dipakai bandar untuk sekali lagi “markup rights” kalau sentimen mendadak positif (misal ada rumor standby buyer baru atau pipeline bisnis hijau).
🔴 STOP LOSS (Hard Limit): Rp380 (sekitar −12% dari 430)
Note: 380 berada di bawah support minor 400 dan dekat dengan proyeksi “next liquidity pocket”; tembus 380 artinya markdown belum selesai dan pasar mulai mengarah ke skenario repricing lebih dekat ke 100–200, sejalan dengan harga konversi OWK.
📰 NEWS & MACRO CONTEXT (THE CATALYST)
🌍 Sektor & Komoditas:
PACK bergerak di investasi hijau (green investment) dan pengelolaan limbah/perkebunan; namun sampai 2Q25 skalanya masih sangat kecil: aset Rp70,5 miliar, ekuitas Rp62,5 miliar, revenue Rp20,5 miliar, laba hanya Rp2,6 miliar.
Narasi yang dijual ke market adalah “vehicle pendanaan proyek hijau skala jumbo” – wajar kalau kemudian dipilih OWK sebagai instrumen utamanya. Untuk sekarang, saham ini lebih mirip cangkang pembiayaan ketimbang emiten operasional mapan.
📢 Key Drivers (Pemicu Utama):
Rights Issue OWK Rp3,2 Triliun (Harga Rp100, 32,58 Miliar Unit, Periode Konversi 27 Jan 2026 – 21 Jan 2027):
Aksi ini akan menggelembungkan jumlah saham beredar secara masif, dengan harga dasar Rp100 per saham baru; jika semua OWK dikonversi, market cap bisa melonjak bukan karena nilai ekonomis naik, tapi karena jumlah saham meledak. (IMPACT: NEGATIF untuk pemegang lama – super dilutif, POSITIF buat perusahaan karena dapat dana murah tanpa kupon)
Dukungan Pemegang Saham Utama PT Eco Energi Perkasa (EEP) – Eksekusi Full Rights dan Standby Buyer Rp1,2 T:
EEP (47,16% pemilik saham) berkomitmen mengeksekusi 15,37 miliar HMETD dan siap menyerap OWK sampai Rp1,2 triliun kalau pasar tidak sanggup; ini menjamin rights tidak gagal, tapi juga berarti kontrol perusahaan tetap di tangan satu grup dominan. (IMPACT: POSITIF untuk kelangsungan emiten, tapi tidak otomatis bagus buat harga saham publik)
Valuasi Absurd di 2Q25 (PER 2.365x, PBV 99x, EV/EBITDA 1.844x):
Angka ini menegaskan bahwa rally ke 4.970 bukan didukung laba riil, tapi murni spekulasi + positioning sebelum rights; walau sekarang harga sudah turun drastis ke 560, kita tetap bicara emiten yang basis earning‑nya tipis sekali. (IMPACT: NEGATIF fundamental, HIGH RISK of further de‑rating)
Pergerakan Harga Menjelang Rights: Rally Spekulatif, Lalu Profit Taking Begitu Dekat Tanggal Konversi:
Berita dan konten media sosial menunjukkan harga PACK sempat dipompa menjelang rights (contoh: naik 9,71% ke 2.260 pada 5 Januari), lalu sekarang mulai dipukul turun; pola textbook “markup sebelum aksi – markdown setelahnya”. (IMPACT: NEGATIF jangka pendek – high chance jadi exit liquidity)
Minim Katalis Bisnis Nyata (Kontrak Jumbo, Proyek Hijau Konkret, dsb):
Di luar rights issue dan info finansial singkat, belum ada detail proyek besar yang jelas akan mengonversi dana Rp3,2 triliun menjadi cashflow kuat; selama aspek ini abu‑abu, market akan menilai PACK lebih sebagai permainan struktur, bukan bisnis. (IMPACT: NEUTRAL–NEGATIF)
⚖️ THE FINAL VERDICT
🚀 SIGNAL: WAIT & SEE – SPEKULATIF EKSTREM; JIKA MAIN, PURE SCALP BUKAN INVESTASI
🌡️ Risk Profile: Very High Risk
⭐ Confidence Score: 85%
📝 INTELLIGENCE SUMMARY
[+] Bullish Factor:
Rights issue OWK Rp3,2 triliun dengan dukungan penuh pemegang saham utama memberi dana sangat besar dengan cost of capital rendah (tanpa kupon), membuka potensi ekspansi proyek hijau yang kalau sukses bisa mengubah profil laba secara drastis.
Strukturnya menarik bagi insiders: harga OWK hanya Rp100 dengan horizon konversi setahun, sehingga mereka punya fleksibilitas besar mengatur band harga di pasar untuk memaksimalkan nilai konversi. (good for bandar game)
[+] Bullish Factor (Tambahan):
Likuiditas saham cukup ramai dan volatilitas tinggi, cocok untuk trader yang paham main di sekitar event rights/konversi dan disiplin money management.
[-] Bearish Risk:
Dilusi ekstrem dari OWK 32,58 miliar unit di harga Rp100 berpotensi menyeret “equilibrium price” jangka menengah mendekati level ratusan rendah; pemegang yang masuk di atas 500 menanggung risiko nyangkut sangat panjang.
Fundamental saat ini tidak mendukung valuasi tinggi: laba tipis, PER dan PBV historis absurd, dan belum ada visi proyek yang jelas untuk memonetisasi dana Rp3,2 triliun.
Pola harga & broker action mengindikasikan panic markdown: candle merah besar, volume tinggi, distribusi di level atas sementara top broker hanya small acc tipis di bawah – tanda klasik bahwa proses “buang penumpang lama” baru mulai, bukan selesai. (panel Anda + data harga)
🌅 OPENING INSTRUCTION (09:00 WIB):
"Jangan haka PACK di pre‑open; biarkan panic jualan pagi jalan dulu, pantau apakah harga dipaksa turun mendekati 400‑an dengan volume mulai mengecil – baru boleh scalping tipis dengan stop keras di bawah 380, bukan untuk disimpan."
⚠️ Disclaimer: Ini adalah hasil bedah data dan pola pergerakan pasar, bukan ajakan membeli maupun menjual. Keputusan trading sepenuhnya tanggung jawab masing‑masing trader.
$AREA $AMAN