imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$EMTK
šŸ“… Timestamp: 28 Januari 2026, 00:56 WIB | šŸ’° Last Price: Rp1.040 (+2,97%)

🚦 PHASE STATUS: SILENT ACCUMULATION DI DASAR WEDGE

(Harga sedang sideways di 1.000–1.050 setelah koreksi dari 1.400–1.500, sementara broker besar masuk pelan‑pelan—ini lebih mirip akumulasi diam‑diam daripada buang barang.)

⚔ STRATEGI EKSEKUSI (TACTICAL PLAN)
šŸ›”ļø PLAN A: KONSERVATIF (Best Entry)
Buy Area: Rp1.000 – Rp1.030

The Logic:
Daily: EMTK turun teratur dari 1.400‑an membentuk falling channel/wedge, lalu mulai mendatar di box hijau 987–1.040 yang Anda tandai sebagai ā€œstrong lowā€. Beberapa hari terakhir candle kecil‑kecil dengan lower shadow di 1.000‑an selalu ditarik naik; Bollinger band mulai menyempit, RSI bertahan 40‑42 (tidak jebol oversold), artinya pressure jual mulai habis.
​

Di 15m, terlihat pola falling wedge intraday yang sudah break res kecil dengan top 1 & top 2 di sekitar 1.055–1.060; harga kemudian kembali retest area 1.020–1.035. Broker action hari ini: Top 1 Normal Acc, Top 3 & Top 5 Big Acc, Average Big Acc, Net Volume +139 ribu lot di harga rata‑rata 1.043—jelas ada serokan institusi, bukan sekadar tukar‑tukar barang.

Fundamental:

Q1 2025: revenue Rp3,94 triliun, gross profit Rp1,13 triliun, EBITDA Rp567,8 miliar, laba bersih Rp3,63 triliun; equity Rp53,7 triliun, utang jangka pendek Rp5,71 triliun, jangka panjang Rp1,67 triliun.
​

Q3 2025: revenue Rp13,76 triliun, gross profit Rp3,79 triliun, EBITDA Rp1,71 triliun, laba bersih Rp6,44 triliun; equity naik ke Rp54,5 triliun.
​

EPS Q3 annualized ±Rp140–150, di harga 1.040 PER hanya sekitar 7–8x, PBV sekitar 1,2x–1,3x (BVPS ~880–890); beberapa sumber bahkan mencatat PER 9–11x pada harga sedikit lebih tinggi—tetap murah untuk konglomerat media‑tek besar.

Emtek adalah konglomerat media–tech–fintech: SCTV, Indosiar, Moji, OTT Vidio, investasi di Bukalapak, DANA, rumah sakit, dan kini pengendali Superbank (SUPA). IPO Superbank sukses besar dan Vidio dikabarkan disiapkan IPO 2026—dua katalis berat yang menjelaskan kenapa bandar mau mengakumulasi EMTK di bawah 1.100.

Jadi 1.000–1.030 adalah harga diskon di dasar struktur:

Tepat di atas support psikologis 1.000 dan level 987 yang Anda tandai strong low.

Valuasi sudah di bawah 1x sales dan PER single digit–low teens untuk holding dengan portofolio digital kuat.

Plan A: cicil 30–40% porsi di 1.020–1.035, sisanya tunggu kalau market kasih kesempatan di 1.000–1.010 saat ada flush intraday.

āš”ļø PLAN B: AGRESIF (Momentum/Breakout)
Buy Area (Trigger): Rp1.075 – Rp1.090

The Logic:
Resistance dekat ada di 1.075–1.100:

Di daily, area ini adalah batas atas box konsolidasi dan dekat MA20 yang turun.
​

Di intraday, 1.055–1.060 adalah top 1 & top 2; tembus 1.075 berarti wedge selesai dan harga siap menguji supply berikutnya.
​

Syarat entry agresif:

Candle 30m–1h close dua–tiga kali di atas 1.075.

Volume harian tembus ≄100 juta saham (mendekati volume kuat Oktober/Desember), bukan cuma 40–50 juta.
​

Broker summary tetap menunjukkan Big Acc (bukan tiba‑tiba berbalik Dist) dengan Net Volume positif ≄200 ribu lot.

Kalau ketiga kondisi ini jalan, entry 1.075–1.090 bisa aim ke target cepat 1.150–1.200 (fill gap kecil + box supply merah bawah). Tapi karena tren besar masih sideways‑turun, trade momentum ini tetap harus disiplin; jangan hold kalau harga balik lagi di bawah 1.040.

šŸŽÆ EXIT STRATEGY (Risk/Reward Ratio: ±1:2)
Asumsi entry Plan A di 1.020 & Plan B di 1.080.

🟢 TP 1 (Scalp/Fast Trade): Rp1.150 – Rp1.180
Gain:

Dari 1.020: +12,7% – 15,7%

Dari 1.080: +6,5% – 9,3%

Reason:
Zona ini adalah supply minor pertama: batas bawah box merah daily di sekitar 1.16–1.20 dan area beberapa kali rejection sebelumnya. Trader pendek dan algoritma mean‑reversion akan menjadikan area ini target jual natural; aman untuk buang minimal setengah posisi.
​

🟢 TP 2 (Swing/Jackpot): Rp1.400 – Rp1.500
Gain:

Dari 1.020: +37% – 47%

Dari 1.080: +30% – 39%

Reason:
1.400–1.500 adalah:

Zona supply mayor bekas puncak November/Desember.

Level yang Anda tandai sebagai target wedge besar di daily.
​

Secara story, ini range wajar untuk price‑in: valuasi SUPA pasca‑IPO yang sukses, ekspektasi monetisasi ekosistem Grab–Emtek–Singtel, dan spekulasi IPO Vidio 2026.

Di level ini, PER bisa naik ke sekitar 12–14x dan PBV ke 1,5–1,7x—masih tidak gila, tapi cukup tinggi sehingga banyak fund akan take profit. Jadi treat TP2 sebagai ā€œjackpot swingā€, bukan baseline.

šŸ”“ STOP LOSS (Hard Limit): Rp975
Loss:

Dari 1.020: sekitar -4,4%

Dari 1.080: sekitar -9,7%

Note:
975 berada sedikit di bawah strong low 987 dan di luar lower Bollinger band; jebol 975 dengan volume besar berarti:

Base 1.000 gagal jadi lantai.

Bandar memutuskan turunkan harga ke area 900‑an atau bahkan ke bawah lagi (level sebelum story SUPA/IPOVidio diprice‑in).

Struktur wedge berubah jadi downtrend lanjutan.

Karena ini saham grup besar dengan likuiditas tinggi dan dipantau institusi, tidak perlu kasih stop terlalu longgar—kalau 975 jebol, tesis akumulasi di low invalid dan kita bisa evaluasi ulang nanti.

šŸ“° NEWS & MACRO CONTEXT (THE CATALYST)
šŸŒ Sektor & Komoditas
EMTK adalah konglomerat media–teknologi–telekomunikasi:

Media: SCTV, Indosiar, Moji, Ajwa TV, Mentari TV, studio produksi & animasi.

Digital/fintech: Bukalapak, DANA, dan berbagai investasi startup via Kreatif Media Karya.

Healthcare: jaringan RS lewat Elang Medika Corpora.

Perbankan/digital bank: controlling stake di Superbank (SUPA) hasil akuisisi Bank Fama.

Ekosistem ini memberi EMTK exposure ke pertumbuhan iklan TV, OTT, e‑commerce, pembayaran digital, dan neobank—kombinasi yang cocok dengan tren konsumsi dan digitalisasi Indonesia beberapa tahun ke depan.

šŸ“¢ Key Drivers (Pemicu Utama)
1. Laba 2025 Meledak Berkat Keuntungan Investasi
Q1 2025: revenue Rp3,94T, gross profit Rp1,13T, EBITDA Rp567,8M, laba bersih Rp3,63T; EPS 59,19, PER sekitar 9,7x di harga saat itu, BVPS 875. Q2 2025: revenue Rp8,81T, gross profit Rp2,40T, laba bersih Rp4,23T; EPS 68,82, PER 9,37x, BVPS 842. Q3 2025: revenue Rp13,76T, gross profit Rp3,79T, EBITDA Rp1,71T, laba bersih Rp6,44T, EPS 104,83, PER 11,3x, BVPS 888.

Lonjakan laba ini sebagian besar dipicu keuntungan investasi dan revaluasi (termasuk Bukalapak & aset digital), bukan hanya operasi inti media, tapi tetap memperkuat neraca (equity >Rp54T).

IMPACT: POSITIF TAPI QUALITY MIXED – laba besar memberi buffer dan ruang aksi korporasi, tapi keberlanjutan tergantung kinerja operasional & valuasi investee.

2. Narasi ā€œEkosistem Digital Emtek–Grab–SUPA–Vidioā€
Desember 2025, IPO Superbank (SUPA) sukses besar: saham melonjak 24,4% di hari pertama, dan sebulan kemudian masih naik 22% YTD meski volatil. Emtek sebagai salah satu pemilik utama mendapat value uplift; plus, kolaborasi dengan Grab & Singtel membuka peluang cross‑selling (fintech, ride‑hailing, e‑commerce).

Selain itu, laporan riset menyebut Vidio disiapkan untuk IPO pada 2026, dengan target jutaan pelanggan OTT beberapa tahun ke depan.
​

IMPACT: SANGAT POSITIF SENTIMEN – kedua aset ini membuat EMTK dipersepsikan sebagai play besar di digital Indonesia, bukan sekadar stasiun TV.

3. Valuasi Saat Ini: Konglomerat Diskon
Analisa fundamental mencatat di harga sekitar 1.050, EMTK punya: PER sekitar 20x (berdasarkan laba normalisasi), PBV 0,85–1,3x, market cap ±Rp30–40T, ROA 3,5%. Setelah lonjakan laba 2025, PER aktual mungkin di bawah angka itu; artinya, pasar memberi diskon terhadap kompleksitas konglomerat dan kekhawatiran soal volatilitas profit investee.

IMPACT: NEUTRAL–SEDIKIT POSITIF – valuasi bukan murahan banget, tapi cukup menarik untuk big cap dengan ekosistem luas.

4. Sentimen Jangka Pendek: SUPA Naik, EMTK ā€œTertahanā€
Media mencatat fenomena: SUPA melejit, saham EMTK justru cenderung melemah / sideways karena profit taking dan rotasi dana; investor lebih langsung mengejar bank digitalnya, bukan holdingnya. Ini menjelaskan kenapa harga EMTK turun dari 1.400 ke 1.000 walau berita grup positif—bandar sedang memindahkan panggung.

Namun hari ini broker besar mulai Big Acc di sekitar 1.040—indikasi mereka sudah mulai melihat value di holding setelah euforia langsung ke SUPA mereda.
​
​

āš–ļø THE FINAL VERDICT
šŸš€ SIGNAL: SPECULATIVE BUY (Buy on Weakness 1.000–1.030; tambah kalau tembus 1.075 dengan volume)
šŸŒ”ļø Risk Profile: MEDIUM RISK (big cap, volatilitas moderat, sensitivitas tinggi ke sentimen aset digital)
⭐ Confidence Score: 80%

šŸ“ INTELLIGENCE SUMMARY
[+] Bullish Factor:
Fundamental kuat: revenue >Rp13T, EBITDA >Rp1,7T, laba bersih 2025 berjalan >Rp6T, equity >Rp54T; valuasi di sekitar 1.000 hanya PER single digit–low teens dan PBV ~1x untuk konglomerat media–digital–bank yang memegang aset berkualitas (SUPA, Vidio, Bukalapak, DANA, RS).

[+] Bullish Factor:
Teknikal menunjukkan base kuat di 1.000 dengan pola falling wedge + double bottom dan Big Acc dari broker besar hari ini; jika breakout 1.075–1.100 dikonfirmasi volume, ruang swing ke 1.150–1.500 terbuka lebar.

[-] Bearish Risk:
Profit besar EMTK banyak ditopang gain investasi, bukan murni operasional; kalau valuasi aset digital (SUPA, Bukalapak, dll.) tersentuh koreksi atau IPO Vidio tertunda/kurang hype, pasar bisa re‑rate EMTK turun lagi dan membiarkan harga bolak‑balik di bawah BV.

šŸŒ… OPENING INSTRUCTION (09:00 WIB)
ā€œUntuk EMTK besok: jangan haka di 1.050 ke atas—itu masih area uji resistance pendek. Pasang bid sabar di 1.000–1.030, lihat apakah broker big‑cap tetap akumulasi dan volume jual menipis; kalau harga tembus 1.075 dengan volume tebal dan Accum masih hijau, baru gas tambah porsi untuk swing ke 1.150–1.200. Tapi kalau closing harian tembus 975, jangan jatuh cinta sama cerita SUPA dan IPO Vidio—cut rapi, tunggu bandar bikin base baru sebelum ikut lagi.ā€

āš ļø Disclaimer: Ini hasil bedah data & aliran dana, bukan ajakan beli/jual. Sesuaikan ukuran posisi dan disiplin stop loss dengan profil risiko Anda.

$TRON $APIC

Read more...
2013-2026 Stockbit Ā·AboutĀ·ContactHelpĀ·House RulesĀ·TermsĀ·Privacy