imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$ERAL
📅 Timestamp: 28 Januari 2026, 00:43 WIB | 💰 Last Price: Rp360 (‑0,55%)

🚦 PHASE STATUS: MARKUP LANJUTAN DENGAN BIG ACCUMULATION

(Harga baru saja breakout dari base 300‑an, sempat spike dekat 370–380, sekarang tarik napas di 350–360 sambil broker besar masih nampung agresif.)


⚡ STRATEGI EKSEKUSI (TACTICAL PLAN)
🛡️ PLAN A: KONSERVATIF (Best Entry)
Buy Area: Rp330 – Rp345

The Logic:
Daily: ERAL keluar dari fase downtrend panjang, bikin base lebar 275–305, lalu sejak awal 2026 candle hijau berderet sepanjang upper Bollinger dengan slope MA20 menanjak tajam. Break res 305 dikonfirmasi volume besar (23 juta saham) dan RSI menembus 60—ini ciri awal tren naik medium‑term, bukan sekadar dead‑cat bounce.

Hari ini muncul candle rejection kecil di 360 setelah spike volume sangat besar kemarin; tapi kalau lihat broker action, Top 1 dan Top 3 hari ini Big Acc, Top 5 Normal Acc, dan rata‑rata Big Acc dengan Net Volume +57 ribu lot di harga rata‑rata 356—artinya setiap koreksi justru dimanfaatkan institusi buat serok, bukan buang. Area 330–345:


Berimpit dengan box demand intraday (352/350) dan dekat MA20 daily (sekitar 335–340).

Masih di atas area breakout 305–320 yang sekarang berubah fungsi jadi support kuat.

Secara fundamental, ERAL menarik untuk swing lebih dari sekadar gorengan:

6M25: revenue Rp2,61 triliun (+23,8% YoY), gross profit Rp462,8 miliar (+65% YoY), EBITDA Rp187,3 miliar, laba bersih Rp80,2 miliar; ROA 3,09%, PBV 1,18x di harga saat itu.


9M25: revenue Rp4,29 triliun, gross profit Rp764,5 miliar, EBITDA Rp307,7 miliar, laba bersih Rp125 miliar—turun 20,5% YoY tapi margin masih sehat; equity Rp1,71 triliun, hutang jangka pendek Rp1,07 triliun, jangka panjang Rp183 miliar.


ERAL adalah retailer lifestyle & elektronik milik grup Erajaya (Erajaya Active Lifestyle) yang mengelola Urban Republic, Urban Adventure, JD Sports, Asics, DJI, dsb., plus private label seperti LOOPS dan Lamina.

Valuasi TTM sekitar PER 8x, EPS 36 dan market cap ±1,67 triliun—murah untuk consumer lifestyle yang masih tumbuh, apalagi ada sentimen ekspansi EV dan wearables. Jadi secara risk‑reward, menunggu tarik‑turun ke 330–345 untuk entry jauh lebih rasional ketimbang kejar di pucuk 370.

⚔️ PLAN B: AGRESIF (Momentum/Breakout)
Buy Area (Trigger): Rp368 – Rp372

The Logic:
Resistance pendek sekarang sekitar 370–380 (weak high yang Anda tandai di intraday); setelah rally vertikal 23 Januari, harga sempat menyentuh zona ini lalu terkoreksi ke 350–360 sambil membentuk pola falling wedge di time frame 15m. Untuk trade momentum:


Tunggu wedge selesai dan candle 15–30 menit close bersih di atas 368–370.

Volume intraday naik lagi (minimal mendekati puncak 23 juta saham sehari; rata‑rata normalnya jauh di bawah itu).

Orderbook menunjukkan offer 370–380 disapu habis, bid 360–365 menggendut (net buy dominan di broker institusi yang sama dengan hari akumulasi).


Jika skenario ini muncul, entry agresif 368–372 bertujuan menunggangi second leg ke area 380–400. Tapi begitu breakout gagal (tembus 370 lalu langsung close harian di bawah 350 dengan volume besar), treat itu sebagai distribusi pucuk—wajib keluar cepat.

🎯 EXIT STRATEGY (Risk/Reward Ratio: ±1:2)
Asumsi entry Plan A di 340 & Plan B di 370.

🟢 TP 1 (Scalp/Fast Trade): Rp380 – Rp384
Gain:

Dari 340: +12% – 13%

Dari 370: +2,5% – 4%

Reason:
Ini area supply paling dekat: weak high yang sudah disentuh sekali, berada tepat di dalam box merah intraday yang Anda tandai sebagai target short‑term. Jangka pendek, tiap spike ke 380–384 hampir pasti dimanfaatkan trader cepat dan sebagian institusi untuk buang sebagian barang.

🟢 TP 2 (Swing/Jackpot): Rp410 – Rp430
Gain:

Dari 340: +21% – 27%

Dari 370: +11% – 16%

Reason:
410–430 adalah area sisa “memory supply” di daily (zona distribusi Juli 2025) sekaligus level psikologis di mana PER mulai naik mendekati 12–13x (mengacu Q3 2025, PER 12,65x di harga sekitar 304–305; di 400‑an PER naik tapi masih reasonable untuk retailer bertumbuh). Dengan strategi manajemen 2026 yang menargetkan pertumbuhan moderat melalui ekspansi gerai, penguatan omnichannel, dan diversifikasi lifestyle/EV, analis memperkirakan kinerja tetap tumbuh meski margin mungkin menipis. Jika eksekusi berjalan mulus dan konsumsi domestik kuat, bandar punya alasan untuk mark‑up saham ke kisaran ini sebagai level distribusi menengah.


🔴 STOP LOSS (Hard Limit): Rp320
Loss:

Dari 340: sekitar -6%

Dari 370: sekitar -13,5%

Note:
320 adalah:

Batas bawah box biru intraday (support 305–320 yang baru ditembus).

Area dekat MA50 daily dan sedikit di atas garis breakout 305 yang menandai shifting trend dari sideways ke bullish.

Jika ERAL close harian di bawah 320 dengan volume besar (≥ rata-rata 20 hari ~10 juta saham), maka:

Breakout dinyatakan gagal.

Fase markup berubah jadi distribusi.

Risiko revisi harga ke base 280–300 terbuka lebar.

Untuk saham yang sedang “dimainkan baik‑baik” oleh institusi dan punya fundamental lumayan, kita tidak perlu kasih ruang stop terlalu dalam—disiplin di 320 sudah cukup.

📰 NEWS & MACRO CONTEXT (THE CATALYST)
🌍 Sektor & Komoditas
ERAL adalah bagian dari Erajaya Active Lifestyle: retailer end‑to‑end untuk produk lifestyle, elektronik, dan apparel (Urban Republic, Urban Adventure, JD Sports, Asics, DJI, dsb.), plus private label LOOPS, iT, Lamina. Sektor ritel lifestyle mendapat angin dari:

Pemulihan konsumsi kelas menengah Indonesia.

Tren gadget, wearables, sport fashion, dan aktivitas outdoor.

Mulai masuknya lini otomotif/EV (aksesori, mungkin showroom/eksosistem) yang sedang di-hype di pasar.

Namun ritel juga sensitif terhadap daya beli, biaya sewa gerai, dan inventory risk—jadi growth ada, tapi tidak tanpa risiko.

📢 Key Drivers (Pemicu Utama)
1. Kinerja 2025: Growth Topline Kencang, Laba Sedikit Terkikis
H1 2025: revenue Rp2,61 triliun (+23,8% YoY), gross profit Rp462,8 miliar (+65% YoY), EBITDA Rp187,3 miliar, laba bersih Rp80,2 miliar; debt ratio masih sehat dengan equity Rp1,67 triliun dan DER moderat. Q3 2025: revenue Rp4,29 triliun, gross profit Rp764,5 miliar, EBITDA Rp307,7 miliar, laba bersih Rp125 miliar—turun 20,5% YoY terutama karena normalisasi marjin dan biaya ekspansi.

IMPACT: POSITIF MODERAT – bisnis jelas menghasilkan uang, tapi fase “easy margin” sudah lewat; market menghargai ERAL di PER 8–13x, bukan euforia growth stock mahal.

2. Strategi 2026: Ekspansi Gerai, Omnichannel, dan EV/Lifestyle
Manajemen menyatakan target 2026 adalah pertumbuhan positif dengan penopang: ekspansi jaringan ritel yang terukur, penguatan omnichannel (online+offline), diversifikasi produk non‑gadget, dan lini baru seperti otomotif/EV. Analis Kiwoom menilai prospek 2026 masih menarik, namun pertumbuhan laba diperkirakan lebih konservatif karena fokus efisiensi dan normalisasi permintaan pasca-boom konsumsi.


IMPACT: POSITIF STRUKTURAL – narasi growth masih ada, cukup untuk menjaga minat institusi dan menghalalkan rerating kecil pada saham.

3. Sentimen EV & Hubungan dengan ERAA
ERAL merupakan anak usaha grup Erajaya; analis menyoroti bahwa bila ERAL mencetak laba 1.000 (dalam contoh), ERAA akan mengakui 800 sebagai penghasilan tambahan. Atensi pasar pada penjualan mobil listrik & ekosistem EV membuat ERAL ikut kecipratan sentimen, terutama jika mereka menjadi salah satu channel distribusi.


IMPACT: POSITIF SENTIMEN – meski kontribusi laba EV jangka pendek masih terbatas, cerita ini cukup untuk menjadi bahan mark‑up bandar.

4. Valuasi & Investor Base
Data Q1 2025 menunjukkan EPS 8,05 dengan PER 35x dan PBV 0,87x di harga jauh di bawah sekarang; Q3 2025 PER turun ke 12,65x di harga sekitar 304 dan BVPS ~331, yang berarti di 360‑an sekarang PER forward sekitar low‑teens dengan PBV sekitar 1,1x–1,2x—tidak mahal untuk retailer mapan.

IMPACT: NEUTRAL–SEDIKIT POSITIF – harga sudah tidak semurah awal 2025, tapi masih reasonable; ruang naik 20–30% masih terbuka jika earnings inline atau sedikit beat.

⚖️ THE FINAL VERDICT
🚀 SIGNAL: SPECULATIVE BUY (Buy on Dip ke 330–345) | SELL ON STRENGTH 380–430
🌡️ Risk Profile: MEDIUM RISK (ritel konsumer, volatil tetapi bukan gorengan ekstrem)
⭐ Confidence Score: 76%

📝 INTELLIGENCE SUMMARY
[+] Bullish Factor:
Fundamental solid: penjualan tumbuh >20% YoY, gross profit dan EBITDA naik, laba ratusan miliar, DER moderat, dan dukungan kuat dari ekosistem Erajaya; valuasi sekitar PER low‑teens masih menarik untuk ritel lifestyle berorientasi growth.

[+] Bullish Factor:
Teknikal menunjukkan tren naik baru dengan breakout valid dari base 300‑an, volume tinggi, dan broker besar tercatat Big Acc; koreksi ke 330–345 lebih mirip retest support ketimbang distribusi penuh, membuka peluang swing sehat ke 380–430.

[-] Bearish Risk:
Laba Q3 2025 turun 20,5% YoY; tekanan margin dari biaya operasional ritel, fluktuasi daya beli, dan persaingan ketat bisa menahan rerating; bila harga tembus 320 dan base 305 jebol, tren naik berpotensi berubah jadi koreksi dalam ke area 280–300.

🌅 OPENING INSTRUCTION (09:00 WIB)
“Untuk ERAL besok: jangan haka kalau dibuka lompat di 370‑an—itu area buang barang cepat. Biarkan harga dikocok dulu; kalau pagi ada tarik turun ke 330–345 dengan bid broker gede tetap tebal dan volume jual mengecil, baru cicil masuk. Begitu closing harian turun di bawah 320, treat game‑plan bullish batal—keluar disiplin, tunggu base baru sebelum ikut lagi di mark‑up berikutnya.”

⚠️ Disclaimer: Ini hasil bedah data & aliran dana, bukan ajakan beli/jual. Sesuaikan ukuran posisi dan stop loss dengan profil risiko pribadi.

$CYBR $ENRG

Read more...
2013-2026 Stockbit ·About·ContactHelp·House Rules·Terms·Privacy