Meskipun secara fundamental memiliki aset solid dan produk konsumsi yang kuat, $SKBM saat ini terjebak dalam kondisi "Efficiency Crisis". Realitas dari emiten yang memiliki omzet besar tetapi "berdarah" di biaya operasional dan logistik-nya sendiri.

"... dominasi pengendali sangat kuat disini, namun aliran dana asing (MSCI filter) nihil"

Volatilitas harga -> market maker lokal.

Hari ini, persero butuh efisiensi radikal atau lonjakan 'harga udang global' untuk kembali fighting dan menarik secara investasi ๐Ÿ™Žโ€โ™‚๏ธ

Ketergantungan tinggi pada pasar AS dan Jepang, menjadikan SKBM sangat sensitif terhadap kebijakan tarif impor & kurs dollar.

"Beban Berat" pada kargo mengonfirmasi risiko working capital. Penumpukan stok frozen food yang tidak segera terjual akan meningkatkan beban biaya listrik dan penyimpanan, yang secara langsung menggerus Operating Cash Flow ๐Ÿฆ

Meskipun SKBM memiliki brand equity yang kuat (Bumifood/Finna), model bisnisnya sangat tertekan oleh biaya cold chain logistics dan fluktuasi harga bahan baku udang/ikan global. Margin laba bersih yang tipis (sering di bawah 3%) membuat emiten ini tidak memiliki bantalan yang kuat saat krisis.

"... tumpukan beban", operasionalnya.

Investor/analyst's notes - menangkap realitas pahit emiten ini: "High Volume, Low Margin". Seekor udang (simbol komoditas utama) yang memakai jas (korporat) tampak kepayahan memikul tumpukan stok frozen food. Ini adalah metafora dari tekanan biaya operasional dan logistik yang seringkali memakan laba bersih, meskipun secara top-line (pendapatan), nih! perusahaan tampak besar. Koran dengan grafik merah di bawah kaki mencerminkan performa harga saham yang sedang dalam tren markdown.

Saham ini jarang menjadi target akumulasi masif investor institusi besar (MSCI filter: Belum masuk kriteria kapitalisasi besar).

https://cutt.ly/ktx24dC3

https://cutt.ly/Jtx24flq

@operasional @logistik
@efisiensi @cashflow
@marginlaba

$CPRO

$IHSG

Read more...
2013-2026 Stockbit ยทAboutยทContactHelpยทHouse RulesยทTermsยทPrivacy