Beberapa bulan terakhir, sektor properti kembali mendapatkan sentimen positif. Stabilnya suku bunga domestik, harapan penurunan suku bunga global, serta dukungan insentif pemerintah terhadap sektor perumahan mulai mengembalikan minat investor ke saham properti setelah lama tertekan oleh kenaikan suku bunga dan perlambatan penjualan.
Menariknya, di tengah pemulihan sektor ini, Summarecon Agung Tbk (SMRA) masih tergolong emiten yang tertinggal, sehingga membuka peluang catch-up rally apabila siklus properti benar-benar berbalik arah.
Kinerja Saham Properti 5 tahun Terakhir
SMRA: - 40 %
Pakuwon Jati Tbk (PWON): -23 %
Ciputra Development Tbk (CTRA): -6%
Data ini menunjukkan bahwa SMRA masih tertinggal dibandingkan yg lain, padahal dari sisi skala proyek, landbank, dan recurring income, SMRA berada di level yang sebanding dengan emiten properti besar lainnya.
Akumulasi Broker & Peran Investor Besar
Dalam beberapa bulan terakhir mulai menunjukkan pola akumulasi yang rapi, dengan pembelian bertahap oleh beberapa broker besar. Harga akumulasi cenderung terjadi di area base konsolidasi, bukan pada fase euforia.
Pola ini mengindikasikan smart money positioning, bukan pergerakan spekulatif jangka pendek.
Aliran Dana Investor Institusi, asing mulai terlihat kembali, seiring ekspektasi penurunan suku bunga ke depan.
SMRA lebih tepat dikategorikan sebagai turnaround property stock dengan recurring income backbone.
Kekuatan SMRA:
Landbank besar & strategis (Kelapa Gading, Serpong, Bekasi, Karawang, Makassar)
Recurring income kuat dari mal, perkantoran, dan sewa
PBV relatif rendah dibandingkan rerata historis siklus properti
Neraca mulai membaik pasca periode suku bunga tinggi. Artinya, saat siklus properti benar-benar pulih, SMRA tidak hanya bergantung pada penjualan unit, tetapi juga ditopang arus kas berulang.
Risiko Utamanya dari suku bunga bertahan tinggi lebih lama, Pelemahan daya beli segmen menengah, Siklus properti yang lebih lambat dari ekspektasi.
Namun, sebagian besar risiko tersebut sudah lama terdiskon di harga saham. yg sudah minus -40% dalam 5 tahun terakhir.
Potensi Upside Harga saham SMRA saat ini berada di area konsolidasi menengah (di bawah level historisnya) dengan Skenario Upside :
1. Rebound ke resistance historis jangka menengah
Potensi upside ke ±25% – 30% dengan estimasi price 500-550
2. Pemulihan penuh ke level siklus properti sebelumnya
➜ Potensi upside ±50% – 60% dengan estimasi price 600-650
estimasi tersebut masih jauh dari harga puncak ny di 1300-1500 ATH sehingga masih cukup optimistis untuk terealisasi.
SMRA menarik untuk investor yang ingin positioning lebih awal sebelum siklus properti benar-benar pulih, dengan estimasi waktu 1 tahun paling cepat.
$SMRA $CTRA $BKSL
