Saham Teknologi: Cari Duit Dengan Cara Berbeda
Saham teknologi di IHSG itu sering diperlakukan seolah satu spesies, padahal cara mereka cari duit beda-beda ekstrem. Ada yang hidup dari sewa infrastruktur digital yang sifatnya berulang, ada yang hidup dari proyek implementasi sistem yang siklikal, ada yang hidup dari platform transaksi yang sangat bergantung pada perilaku pengguna. Kalau investor menyamaratakan semuanya jadi satu label teknologi, hasilnya biasanya dua. Salah valuasi, atau salah ekspektasi soal laba dan arus kas. Data 9M 2025 ini kelihatan banget, teknologi yang sama-sama dipakai untuk cari duit, output keuangan dan risikonya bisa bertolak-belakang. Data lainnya ada di External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan Kode External Community A38138 https://stockbit.com/post/13223345
Dari sisi ukuran neraca, jurangnya lebar. $BUKA yang paling besar, total aset sekitar Rp26,14 T dan ekuitas sekitar Rp25,29 T, artinya struktur modalnya super ringan utang. Di bawahnya baru $DCII aset sekitar Rp5,69 T dan $EDGE sekitar Rp4,02 T, lalu MLPT sekitar Rp3,49 T. Tiga nama terakhir ini secara bisnis lebih dekat ke infrastruktur dan layanan korporasi, jadi wajar kalau neraca mereka lebih padat aset produktif. Yang kecil-kecil seperti ELIT, AREA, AWAN itu skalanya masih ratusan miliar sampai sekitar Rp0,32 T aset, sehingga sensitivitas ke satu-dua kontrak besar biasanya jauh lebih terasa. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
BUKA punya revenue pendapatan sekitar Rp4,73 T dan laba neto sekitar Rp2,91 T, terlihat seperti mesin laba, tapi kualitasnya perlu dicurigai karena arus kas operasi hanya sekitar Rp0,15 T. Ini pola klasik laba besar yang tidak diikuti kas, biasanya kuat di pos non-operasional atau penilaian investasi, bukan murni hasil jual jasa platform yang langsung jadi kas.
DCII beda cerita, pendapatan sekitar Rp1,92 T dan laba neto sekitar Rp0,83 T, tapi arus kas operasi justru sekitar Rp1,15 T, ini sinyal model colocation data center yang tagihannya rapi dan kasnya nyata. MLPT pendapatan sekitar Rp2,72 T dan laba neto sekitar Rp0,24 T, tipikal integrator yang margin lebih tipis dan bergantung ritme proyek.Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
Rasio arus kas operasi dibanding laba neto BUKA cuma sekitar 0,05x, jadi laba akuntansinya jauh lebih cepat daripada arus kasnya. DCII sekitar 1,40x, artinya laba bukan kosmetik, kasnya malah lebih kuat. EDGE paling menarik secara kas, arus kas operasi sekitar Rp0,286 T versus laba neto sekitar Rp0,081 T, kira-kira 3,52x, namun di saat yang sama pendapatannya turun -22,7%, jadi investor perlu baca ini sebagai kombinasi dua hal, kas masih kuat, tetapi lini revenue sedang kontraksi atau transisi. AREA dan AWAN juga punya pola kas relatif kuat dibanding laba, tapi tetap di skala kecil, jadi volatilitasnya bisa lebih liar.
Dari sisi pertumbuhan, yang paling agresif itu DCII +74,4%, lalu BUKA +39,0%, lalu AREA +19,4%, MLPT +10,0%, sisanya single digit, dan EDGE satu-satunya yang Growth negatif -22,7%. Ini memisahkan saham teknologi yang sedang panen ekspansi permintaan infrastruktur data, versus yang sedang menata ulang model bisnis atau menghadapi siklus. Kelebihannya, investor jadi bisa memilih sesuai gaya, mau yang pertumbuhan tinggi dengan kas nyata seperti DCII, mau yang platform dengan neraca super kuat seperti BUKA tapi harus ekstra waspada kualitas laba, atau mau yang cashflow solid seperti EDGE namun harus siap dengan fase revenue turun. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
๐งญ Bisnis
๐๏ธ Sewa infrastruktur berulang DCII, EDGE, AREA
๐งฐ Proyek integrasi dan outsourcing MLPT
โ๏ธ Managed cloud dan proteksi data ELIT, AWAN, EDGE
๐ Platform transaksi dan ekosistem digital BUKA
๐ฆ Struktur modal dan risiko utang
๐ก๏ธ Paling aman BUKA, liabilitas jauh di bawah ekuitas
โ๏ธ Menengah EDGE, D E sekitar 1,24x
๐งจ Paling berat MLPT, D E sekitar 3,59x
Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
๐ฐ Kualitas laba dilihat dari kas operasi
โ
DCII kas operasi sekitar Rp1,15 T, lebih besar dari laba sekitar Rp0,83 T
โ ๏ธ BUKA kas operasi sekitar Rp0,15 T, jauh di bawah laba sekitar Rp2,91 T
๐ EDGE kas operasi sekitar Rp0,286 T, jauh di atas laba sekitar Rp0,081 T
๐ Arah pertumbuhan pendapatan YoY
๐ DCII +74,4%
๐ฅ BUKA +39,0%
๐ก AREA +19,4%
๐งฉ MLPT +10,0%
๐ง EDGE -22,7%
Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
๐ง Jangan samakan platform, data center, dan integrator
๐งพ Laba besar tanpa kas itu alarm, bukan prestasi otomatis
๐ช Data center yang kasnya nyata biasanya lebih mudah diproyeksi
๐งฑ Leverage tinggi bisa mempercepat tumbuh, tapi juga mempercepat stres
Ini bukan rekomendasi jual dan beli saham. Keputusan ada di tangan masing-masing investor.
Untuk diskusi lebih lanjut bisa lewat External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan mendaftarkan diri ke External Community menggunakan kode: A38138
Link Panduan https://stockbit.com/post/13223345
Kunjungi Insight Pintar Nyangkut di sini https://cutt.ly/ne0pqmLm
Sedangkan untuk rekomendasi belajar saham bisa cek di sini https://cutt.ly/Ve3nZHZf
https://cutt.ly/ge3LaGFx
Toko Kaos Pintar Nyangkut https://cutt.ly/XruoaWRW
Disclaimer: http://bit.ly/3RznNpU
1/9








