imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

ALL IN atau DISEBAR? Kamu Kubu "High Risk High Return" atau Kubu "Safety First”?


Karena kemarin sudah bahas Money Management (berapa porsi lot yang masuk), sekarang saatnya bahas strategi penyebarannya. Setelah tahu berapa lot yang mau ditembakkan, pertanyaan sejuta umat berikutnya muncul:
"Sebaiknya modal saya dihajar semua ke satu saham jagoan (All In), atau disebar ke banyak saham (Diversifikasi)?"
Jujur, di pasar saham, nggak ada jawaban benar atau salah mutlak. Yang ada adalah: Mana yang bikin tidurmu nyenyak?
Mari kita bedah dua gaya bisnis ini tanpa menghakimi.

TIM DIVERSIFIKASI: JURAGAN SUPERMARKET
Filosofi klise-nya: "Don't put all your eggs in one basket."
Bayangkan portofoliomu adalah sebuah Supermarket. Kamu jualan beras (Banking), jualan obat (Farmasi), dan jualan bensin (Energi).
Kenapa? Karena kalau harga beras lagi hancur, kamu masih bisa makan dari keuntungan jualan obat.
Kelebihannya: Jantung aman. Kalau satu saham boncos atau ARB, porto nggak langsung karam karena ada saham lain yang hijau.
Kelemahannya: Cuan terasa lambat. Kalau satu saham terbang 20%, efek ke total portofolio mungkin cuma naik 2-3% karena terbagi-bagi.
Gaya ini cocok buat kamu yang menganggap saham sebagai bisnis sampingan jangka panjang dan prioritas utamanya adalah Keamanan Modal.

TIM ALL IN (KONSENTRASI): SANG SNIPER
Bayangkan kamu adalah seorang Sniper atau spesialis. Kamu nggak mau buka supermarket. Kamu cuma mau jualan satu produk terbaik, misalnya iPhone. Kamu tahu produk itu bakal laku keras, kamu tahu luar dalamnya.
Trader tipe ini berani All In (atau maksimal 2-3 saham) karena conviction (keyakinan) mereka sangat tinggi hasil dari riset mendalam.
Kelebihannya: Percepatan aset gila-gilaan. Sekali sahamnya naik 20%, portofolio juga naik 20%.
Kelemahannya: Sekali salah analisa? Bisa game over atau butuh waktu tahunan buat balik modal (recovery).
Gaya ini cocok buat kamu yang punya waktu banyak buat riset, mental baja, dan fase bisnisnya adalah Pertumbuhan Agresif.

JADI, PILIH MANA?

Kembali ke konsep "Bisnis Saham" yang kita bangun sebulan ini.
Coba tanya ke diri sendiri: Bisnis saya ini ada di tahap apa?
1. Kalau kamu masih tahap "Belajar Dagang" (Newbie), diversifikasi itu wajib. Itu biaya belajar supaya nggak langsung bangkrut saat salah.
2. Kalau kamu sudah di tahap "Ekspansi" dan sudah punya Winning System yang teruji (Winrate & RR bagus), mulai All In atau memadatkan posisi itu wajar untuk melipatgandakan aset.
3. Kalau asetmu sudah "Raksasa" (Miliaran/Triliunan), diversifikasi kembali diperlukan untuk menjaga kekayaan (Wealth Preservation).

Nggak perlu berdebat mana yang lebih baik.
Kalau kamu All In tapi deg-degan tiap malam cek Dow Jones, berarti mentalmu belum sampai di sana.
Kalau kamu Diversifikasi ke 20 saham tapi malah pusing nggak bisa pantau kinerjanya, berarti kamu lagi bikin "kebun binatang", bukan portofolio.

Cek portomu. Apakah isinya supermarket yang rapi, atau sniper yang tajam? Atau jangan-jangan... toserba yang berantakan?

Jurnal trading 27/1/2026 $LAJU $BWPT $KUAS

Read more...

1/2

testes
2013-2026 Stockbit ·About·ContactHelp·House Rules·Terms·Privacy