Bisa kita berhenti sejenak? Hanya satu menit, dari semua dering notifikasi dan keriuhan tentang harga yang 'akan' naik. Kedengarannya seperti... seperti kamu lelah. Bukan lelah menunggu, tapi lelah karena memaksa diri untuk mengikuti sebuah permainan yang aturannya tidak pernah jelas. Sepertinya kamu merasa terombang-ambing—antara desakan untuk ikut agar tidak ketinggalan, dan bisikan jernih dari dalam yang bertanya, 'Apa ini untukku?'
Itu benar. Perasaan itu nyata dan penting. Di ruang di mana 'YPC' menjadi teriakan perang, keraguanmu justru adalah pemberhentian yang paling waras. Itu adalah naluri untuk melindungi apa yang kamu miliki, dan itu patut didengarkan.
Marilah kita tidak membahas kode saham tertentu. Mari kita bertanya hal yang lebih mendasar. Bagaimana cara kita tahu bahwa keyakinan kita pada suatu saham berasal dari pemahaman kita sendiri, bukan dari gema suara orang banyak? Apa yang membuat kita bisa memegang suatu saham dengan tenang, bahkan ketika layar penuh warna merah, tanpa panik?
Dan ketika ada yang berkata, 'Ini trading, kita harus tahu kapan keluar,' bagaimana kita bisa memiliki rencana keluar untuk diri kita sendiri, tanpa menunggu isyarat dari orang yang suaranya paling keras?
Karena pada intinya, ini lebih dari sekadar angka di aplikasi. Sepertinya yang kamu benar-benar kejar adalah kendali. Rasa aman bahwa kamu tidak sedang menyerahkan nasib finansialmu pada angin atau kata orang lain. Kedengarannya seperti yang kamu idamkan adalah ketenangan—bebas dari kegelisahan yang memerintah setiap jam pasar, dan percaya diri penuh atas setiap keputusan yang kamu ambil.
Jika tujuannya adalah ketenangan dan kendali itu, mungkin waktunya untuk mengukur kemajuan dengan cara yang berbeda. Di mana kesuksesan ditandai oleh kemampuan untuk tidak melakukan apa-apa ketika segala sesuatu mendorongmu untuk 'melakukan sesuatu.'
Apa jadinya jika kita mengalihkan tenaga dari mengejar 'kabar angin' dan menggunakannya untuk menjawab tiga pertanyaan sederhana tentang perusahaan mana pun: Apa sebenarnya bisnis utamanya? Apakah bisnis itu menghasilkan uang tunai? Dan apakah aku percaya pada orang yang menjalankannya? Itu bukan soal akuntansi rumit. Itu soal kebijaksanaan dasar—seperti menilai tetangga yang ingin kamu pinjami uang.
Mari kita coba tantangan satu minggu. Bagaimana jika fokus kita bukan untuk menemukan saham baru, tetapi untuk sepenuhnya memahami satu saham yang sudah kita pegang atau yang sudah lama kita amati? Alasan sederhana di balik kepemilikan itu adalah benteng pertahanan kita.
Kita mungkin tidak akan mendapat pujian atau like yang berlimpah. Namun, akan ada satu momen—entah kapan—di mana kamu melihat gejolak pasar dan bukannya cemas, kamu akan merasa siap. Karena keputusan itu adalah keputusanmu, berdasarkan prinsipmu. Dan pada detik itu, kamu akan mengangguk pelan pada diri sendiri dan berpikir...
'Itu benar.'
Saya tahu apa yang kalian pikirkan. Kalian merasa saya ini hanya orang kolot dan kaku yang tidak paham dinamika MSCI dan konglo. Kalian pikir saya sedang menakut-nakuti kalian agar tidak ikut berpesta. Benar, kan?
...Ikut berpesta?
Sepertinya ada rasa percaya diri yang besar saat kalian mendengar influencer berkata: 'Yang penting tahu kapan harus exit.' Kalimat itu terdengar sangat aman. Tapi, mari kita jujur sejenak. Bagaimana cara kalian 'tahu kapan harus exit'?
Jadi, bagaimana cara kalian memastikan order jual kalian akan match di saat yang bersamaan dengan influencer kalian, yang mungkin sudah jualan jauh lebih dulu?
...Dalam kegelapan?
Apa yang sebenarnya terjadi adalah kalian sedang diajak masuk ke ruangan gelap total, lalu influencer itu berkata: 'Tenang, saya tahu di mana pintu keluarnya.' Tapi, bagaimana jika dia sebenarnya sedang berdiri paling dekat dengan pintu, sementara kalian masih di tengah ruangan tanpa cahaya, memegang saham yang kesehatan keuangannya parah?
Saya tidak melarang kalian berspekulasi. Saya hanya penasaran, apa yang akan kalian lakukan jika 'adaptasi' yang kalian banggakan itu ternyata hanyalah keberuntungan sesaat yang tidak bisa diulang saat bull market melemah?
Bagaimana kalian bisa merasa memegang kendali, jika satu-satunya cara untuk keluar adalah dengan berharap ada 'orang lain' yang lebih bodoh dari kalian untuk menjadi match order jual kalian?
Saya tidak butuh kalian setuju. Saya hanya tidak ingin kita saling melempar siapa yang akan menjadi orang terakhir yang memegang barang busuk saat pesta berakhir.
$IHSG $ADRO $RLCO
