๐ก $INET
๐
26 Januari 2026 | ๐ฐ Rp498 | ๐ฆ PHASE: POST-RIGHTS ISSUE MARKDOWN (Koreksi Teknikal + Dilusi Overhang)
โโโโโโโโโโโโโโโโโโโโโโโโโโโโโโ
โก STRATEGI EKSEKUSI (TRADING PLAN)
โโโโโโโโโโโโโโโโโโโโโโโโโโโโโโ
๐ก๏ธ PLAN A: KONSERVATIF (HINDARI - Tunggu Clarity Post-Dilusi)
Buy Area: Rp418 - Rp450 (HANYA setelah alokasi RI final diumumkan 26 Jan)
Logic: Support Bottom 1 & 2 di 418-450 adalah zona historis pre-rally rights issue. DENGAN dilusi maksimum 57,14% yang mengancam pemegang saham non-partisipan, valuasi post-dilusi perlu di-rekalkulasi. Tunggu pengumuman alokasi final & jumlah saham beredar baru sebelum entry.
โ๏ธ PLAN B: AGRESIF (Dead Cat Bounce - EXTREME RISK)
Buy Area: Rp490-498 dengan SL BRUTAL Rp475
Logic: Rebound teknikal probability 30-40% ke 520-530 dalam 1-2 hari setelah koreksi 6% hari ini. Volume 933M massive menunjukkan ada fight antara buyer & seller. TAPI akumulasi -481,18M adalah red flag distribution. Exit SAMA HARI jika profit 4-5%.
โ
๐ฏ EXIT STRATEGY (R:R Ratio 1:1.5 untuk scalp ONLY)
๐ข TP 1 (Scalp ONLY): Rp520-530 (+4.4-6.4%) | Resistance minor MA10
๐ด STOP LOSS: Rp475 (-4.6%) | Breakdown = lanjut ke 450 atau 418
โ ๏ธ WARNING: TIDAK ADA TP2/TP3 - saham ini HIGH RISK sampai clarity dilusi final
โโโโโโโโโโโโโโโโโโโโโโโโโโโโโโ
๐ฐ NEWS & MACRO CATALYST
โโโโโโโโโโโโโโโโโโโโโโโโโโโโโโ
๐ Sektor & Komoditas: Telekomunikasi - Infrastruktur Fiber Optik & Submarine Cable | Tidak bergantung komoditas, driven by digital adoption & 5G rollout.
๐ข Berita Penggerak (Impact Rating):
RIGHTS ISSUE SELESAI - DILUSI 57,14% MENGANCAM (22 Jan 2026): HMETD trading berakhir 22 Januari 2026 dengan penerbitan 12,78 MILIAR saham baru (rasio 3:4, harga pelaksanaan Rp250). Dana Rp2,8 triliun masuk untuk ekspansi FTTH Bali-Lombok (2 juta pelanggan) dan pelunasan IRU submarine cable Rp215M. PT Abadi Kreasi Unggul (pengendali) bertindak sebagai standby buyer. WARNING: Pemegang saham yang tidak ikut rights issue mengalami DILUSI MAKSIMUM 57,14%. Alokasi final dan jumlah saham beredar baru akan diumumkan 26 Januari 2026. (IMPACT: NEGATIF SANGAT TINGGI - Overhang Dilusi Massive + Uncertainty)
OBLIGASI & SUKUK Rp1 TRILIUN (23-27 Jan 2026): INET menerbitkan Obligasi I dan Sukuk Ijarah I total Rp1 triliun dengan peringkat single A/A Syariah, masa penawaran 22-27 Januari, pencatatan BEI 9 Februari. Dana 100% untuk entitas anak PT Garuda Prima Internetindo membangun jaringan fiber FTTH di Kalimantan Barat. Ini setelah rights issue Rp2,8T = total pendanaan jumbo Rp3,8T dalam 1 bulan. (IMPACT: POSITIF SEDANG - Growth Capital, tapi NEGATIF untuk leverage ratio)
TARGET REVENUE 2X LIPAT 2026 (18 Des 2025): Manajemen proyeksikan pendapatan 2026 tumbuh 2x lipat vs 2025 (ratusan persen YoY), ditopang submarine cable Jakarta-Singapura yang mulai beroperasi Q1/2026 dengan kontribusi penuh Q2/2026. Q3-2025 laba melesat 819% jadi Rp19,37M, revenue +195% jadi Rp68,6M. (IMPACT: POSITIF SANGAT TINGGI - Growth Story Solid)
โ
FOREIGN NET BUY SELEKTIF: INET masuk Top 20 foreign net buy pada 15 & 19 Januari dengan 16,7 juta & 10,8 juta lembar. Namun hari ini (26 Jan) akumulasi -481M menunjukkan profit-taking masif. Market-wide foreign sell Rp543M pada 19 Jan. (IMPACT: NETRAL - Mixed Signal)
โ
KINERJA Q3-2025 SPEKTAKULER: Laba bersih 9M-2025 Rp19,37M (+819%), pendapatan Rp68,6M (+195%), EBITDA Rp35,35M. Aset naik 2x lipat jadi Rp454,59M. Pendapatan utama dari layanan internet melonjak jadi Rp67,15M. (IMPACT: POSITIF SANGAT TINGGI - Fundamental Turnaround)
โ
SUBMARINE CABLE JAKARTA-SINGAPURA Q1/2026: Proyek kabel bawah laut flagship dijadwalkan rampung Q1/2026, mulai monetisasi Q2-Q3/2026. Ini adalah game changer untuk konektivitas regional dan kontribusi revenue utama 2026-2027. (IMPACT: POSITIF TINGGI - Catalyst Jangka Menengah)
โ
โ
โโโโโโโโโโโโโโโโโโโโโโโโโโโโโโ
โ๏ธ THE FINAL VERDICT
โโโโโโโโโโโโโโโโโโโโโโโโโโโโโโ
๐ SIGNAL: WAIT / AVOID (untuk konservatif) | EXTREME CAUTION
๐ก Risk Profile: EXTREME HIGH RISK - Dilusi 57% overhang, valuasi post-RI unclear, volatilitas ekstrem
โญ Confidence Score: 28% (hanya untuk professional gambler dengan SL ketat)
๐ INTELLIGENCE SUMMARY:
[+] FUNDAMENTAL GROWTH STORY SANGAT BAGUS: Laba Q3-2025 eksplode 819%, revenue +195%. Target 2026 revenue 2x lipat (growth ratusan persen) ditopang submarine cable Jakarta-Singapura yang rampung Q1/2026. Ekspansi FTTH Bali-Lombok dengan target 2 juta pelanggan dan jaringan Kalimantan Barat adalah strategi agresif menangkap digital penetration Indonesia yang baru 27%. Pendanaan jumbo Rp3,8T (RI Rp2,8T + obligasi Rp1T) memberikan war chest untuk eksekusi 2-3 tahun ke depan. EBITDA margin kuat dan cashflow operasional meningkat.
โ
[+] SUBMARINE CABLE = MOAT KOMPETITIF: Proyek kabel bawah laut Jakarta-Singapura adalah infrastruktur kritikal dengan entry barrier tinggi (capital intensive, regulasi, geopolitik). Jika berhasil monetisasi penuh Q2-Q3/2026, INET akan punya competitive advantage signifikan sebagai backbone provider. Foreign net buy selektif 15 & 19 Jan menunjukkan institutional interest.
โ
[-] DILUSI 57% + VALUASI POST-RI UNCLEAR = DEATH TRAP SAAT INI: Ini adalah RED FLAG TERBESAR. Rights issue 12,78 MILIAR saham baru (dari ~9,5M saham existing = +134% outstanding shares) dengan dilusi maksimum 57,14% untuk non-partisipan. Matematika brutal: Jika jumlah saham beredar naik 134%, dan harga sebelum RI adalah Rp772 (peak 20 Jan), maka fair value post-dilusi seharusnya = Rp772 / 2.34 = Rp330 (asumsi full take-up dengan harga pelaksanaan Rp250). Harga sekarang Rp498 masih 50% di atas valuasi fair post-dilusi. Alokasi final baru diumumkan 26 Jan (hari ini sore) - sebelum itu, market trading blind. Volume 933M dengan akumulasi -481M adalah DISTRIBUTION PHASE textbook. Frequency 44K tinggi = churning retail FOMO vs smart money exit. RSI 48.5 netral tapi MACD 19.80 masih positif menciptakan false sense of security. WARNING BRUTAL: Jangan entry sampai (1) alokasi RI final jelas, (2) jumlah saham beredar baru dipublikasi, (3) valuasi di-rekalkulasi dengan PE/PBV post-dilusi. Harga 498 adalah OVERVALUED jika full dilution terjadi. Target wajar post-RI adalah 350-420, artinya downside risk 16-30% dari harga sekarang. Obligasi Rp1T tambahan meningkatkan D/E ratio dan financial risk. Ini bukan saham untuk retail - hanya untuk institutional yang paham dilution math dan punya akses informasi real-time.
โ
๐
OPENING INSTRUCTION (09:00 WIB, 27 Januari 2026):
"WAJIB CEK PENGUMUMAN ALOKASI RI SORE INI (26 Jan). Jika full take-up, harga wajar 350-420. Jika under-subscribe <80%, harga bisa rebound 520-550 short-term. Besok pagi: jika gap-down <490, JANGAN tangkap - tunggu 450 atau 418. Jika gap-up >510, ini bull trap untuk exit bandar - HINDARI."
โโโโโโโโโโโโโโโโโโโโโโโโโโโโโโ
โ ๏ธ DISCLAIMER KERAS: Analisis ini merupakan alat bantu keputusan berbasis data. Saham INET saat ini dalam fase EXTREME HIGH RISK dengan dilusi hingga 57,14% dari rights issue 12,78 miliar saham baru. Alokasi final dan jumlah saham beredar baru akan diumumkan hari ini (26 Jan 2026) sore. Valuasi post-dilusi kemungkinan besar JAUH LEBIH RENDAH dari harga trading saat ini (Rp498). Downside risk 16-30% sangat nyata jika full dilution terjadi. INVESTOR RETAIL SANGAT DISARANKAN MENUNGGU clarity alokasi RI dan re-kalkulasi valuasi sebelum entry. Hanya professional trader dengan manajemen risiko ekstrem dan akses informasi real-time yang boleh spekulasi. Risiko kehilangan modal 30-50% sangat tinggi. Jangan gunakan uang yang tidak sanggup Anda rugikan. Lakukan riset mandiri dan konsultasikan dengan penasihat keuangan berlisensi. ๐ค
$ADMG $BPII