Saran saham yang berpotensi naik besok (Senin, 26 Januari 2026) harus dilihat dalam konteks pasar terkini. Perdagangan Jumat lalu (23 Januari 2026), IHSG ditutup melemah 0,46% ke level sekitar 8.951, melanjutkan koreksi dari level tinggi sebelumnya. Sentimen masih tertekan oleh aksi jual asing, rupiah yang fluktuatif, dan profit taking pasca-rally awal tahun, tapi ada peluang rebound terbatas atau konsolidasi rebound jika support bertahan.
Prediksi analis untuk besok (dari MNC Sekuritas, Phintraco, Investor Daily, dll.):
1. IHSG diproyeksikan berkonsolidasi di rentang 8.850–9.050, dengan kecenderungan rebound terbatas atau menguat tipis jika tutup di atas 8.909–8.960.
2. Rawan koreksi lanjutan jika jebol support, tapi peluang buy on weakness di saham-saham undervalued atau sektor defensif/komoditas yang relatif kuat.
3. Sektor yang menarik: Tambang (nikel/emas/batubara non-Bakrie), konsumer siklikal (mulai melaju awal 2026), dan beberapa bluechip.
Berikut beberapa saham yang sering direkomendasikan analis untuk besok (berdasarkan riset terkini MNC Sekuritas, Phintraco, dll., fokus buy on weakness atau potensi rebound):
a. $ANTM (Aneka Tambang): Direkomendasikan buy on weakness oleh MNC Sekuritas. Sektor tambang emas/nikel undervalued, prospek positif jangka menengah dengan harga komoditas stabil. Support kuat, potensi rebound jika IHSG hold.
b. $BSDE (Bumi Serpong Damai): Masuk pilihan Phintraco dan analis lain untuk pekan ini. Sektor properti mulai pulih, valuasi menarik pasca-koreksi, potensi naik jika sentimen properti membaik.
c. $ADRO (Alamtri Resources Indonesia / ADMR grup): Sektor energi/batubara relatif kuat dibanding grup Bakrie yang tertekan. Beberapa sesi lalu masuk top performers, momentum bisa berlanjut jika komoditas rebound.
d. MBMA (Merdeka Battery Materials): Masih sering disebut buy on weakness. Sektor nikel/baterai EV prospektif jangka panjang, meski volatil—bisa naik jika inflow ke material dasar.
e. ASII (Astra International) atau saham konsumer siklikal terkait: Mulai melaju awal 2026 (seperti disebut analis), potensi rebound di sektor konsumsi jika IHSG stabil.
Catatan Penting:
Ini bukan prediksi pasti naik—pasar masih volatil, probabilitas rebound lebih tinggi di saham undervalued/defensif dibanding yang lagi heavy selling (hindari saham Bakrie seperti BUMI/DEWA untuk short-term).
Jika IHSG buka lemah dan jebol 8.900, bisa lanjut koreksi—maka entry hati-hati.
Saran umum:
Pantau pembukaan Senin pagi (volume, berita global/rupiah, inflow asing).
Gunakan stop loss ketat (2–5% di bawah entry).
Fokus jangka pendek: Buy on dip di support kuat, target resistance dekat.
Jika holding jangka panjang, sektor nikel/properti/komoditas lebih aman saat ini.
Ini murni analisis berdasarkan rekomendasi analis & data pasar terkini (bukan saran investasi pribadi). Pasar bisa berubah cepat—cek update real-time di app sekuritas, BEI, atau situs seperti RTI/https://cutt.ly/dtxgQdIq besok pagi.