SAWIT-SAWITAN (1)
[Catatan Pribadi]
Saya menyimak betul video pidato Mark Carney, Perdana Menteri Kanada, di Davos dalam hajatan World Economic Forum 2026. Saya termasuk yang terpukau dalam pemilihan kata per kata, intonasi penyampaian dan kejernihan pesan yang disampaikannya menyikapi polemik geopolitik global, bagaimana sikap negaranya dan seperti apa harapan dan tantangan ke depan.
Salah satu kalimat yang sangat bagus dalam pidatonya adalah: "Nostalgia is not a strategy".
Saya punya nostalgia yang bagus dalam saham-saham sawit di tahun 2025 lalu. Sama bagusnya dengan saham-saham emas dan nikel. Saking bagusnya saya menggambarkan "kenekatan waktu out total dari beberapa saham batubara" sebagai titik balik kebangkitan portofolio induk ku yang sempat terjerembap floating loss puluhan persen akhirnya rebound menjadi ijo royo-royo.
Strategi "lompat kodok" di saham-saham komoditas Sawit, Emas dan Nikel waktu itu sangat membekas. Tapi seperti kata Mark Carney, mengandalkan nostalgia belaka bukanlah sebuah strategi.
Beberapa bulan pun berlalu, saya kembali melihat peluang untuk diri pribadi di saham sawit-sawitan, di saat saham nikel dan emas masih betah di harga puncak dan belum menunjukkan tanda-tanda akan kembali ke bawah. Peluangnya tidak selebar peluang tahun lalu ketika $PTPS masih di harga under 150 atau $CSRA under 800, sehingga potensi reward nya pun barangkali lebih tipis meski menurutku potensi risk-nya pun sudah relatif terbatas di harga saat ini sepanjang manajemen risiko dan pengelolaan emosional saat memilih saham dan alokasi entry-nya lebih bijak.
Seperti biasa, daripada ngomongin reward, saya lebih tertarik membahas potential risk nya terlebih dahulu. Paling tidak, ada dua risiko besar bagi saham sawit-sawitan:
1) harga $CPO lebih rendah dari setahun yang lalu, dan
2) lahan perkebunan di kawasan hutan, denda dan/atau pencabutan izin serta perampasan aset jika terbukti melanggar.
Risiko nomor 1) itu tergantung hukum ekonomi mendasar: supply and demand serta seberapa "melunaknya" negara-negara tujuan ekspor CPO atas isu lingkungan yang selama ini menjadi momok CPO kita. Implementasi B40 dan potensi ke arah B50 saya kira dapat menjaga stabilitas harga CPO ke depan.
Bahkan jika seandainya harga CPO tahun ini hanya "relatif stabil" dan tidak ada kenaikan harga yang signifikan, peluang di saham sawit-sawitan tetap terbuka lebar jika pilihan sahamnya tepat dalam artian perusahaan yang dipilih berpotensi meningkatkan revenue dan laba bersih yang muaranya diharapkan menaikkan nominal dividen per saham melalui berbagai macam upaya strategis seperti pengoperasian Pabrik CPO/PKO Baru, Akuisisi Perkebunan Baru, dan peningkatan efektifitas dan efesiensi operasional.
Risiko kedua dapat diminimalisir dengan lebih memahami areal operasional perkebunan yang dimiliki perusahaan. Info ini setidaknya dapat diperoleh dari Keterbukaan Informasi.
"Selalu bijak berinvestasi,
ini bukan ajakan jual beli saham."
馃尡
