Analisa ringkas arah saham $WSBP secara Teknis dan kondisi fundamental serta sentimen terkini:
1. Analisis Teknikal (Berdasarkan Grafik)
Tren Harga: Saham saat ini berada di level 24, mengalami penurunan harian sebesar -4,00%. Secara visual, harga sedang tertahan di area support psikologis rendah.
SuperTrend: Indikator menunjukkan warna merah, yang berarti tren jangka pendek hingga menengah masih bersifat Bearish (turun).
Foreign Flow Underlay (Garis Ungu): Terlihat adanya penurunan tajam (angka menunjukkan -591.24 B). Ini mengindikasikan adanya distribusi besar atau arus uang keluar dari investor asing dalam periode terakhir.
Bandar Movement: Garis biru yang menukik tajam menunjukkan bahwa "kekuatan besar" (market maker/bandar) sedang melakukan aksi jual, yang selaras dengan penurunan harga.
2. Kondisi Fundamental & Sentimen (Januari 2026)
Status Restrukturisasi: WSBP masih dalam fase pemulihan pasca-restrukturisasi utang. Meskipun mereka menargetkan kontrak baru sebesar Rp2,6 Triliun untuk tahun 2026, posisi ekuitas dan laba bersih diprediksi masih negatif hingga akhir tahun ini.
Aksi Korporasi: Ada proses konversi utang vendor menjadi saham yang masih berlangsung (menyisakan sekitar Rp167 Miliar). Hal ini berisiko menyebabkan dilusi harga saham di pasar reguler.
Sentimen Industri: Meskipun ada dukungan dari proyek IKN dan PSN (seperti proyek NPEA Seksi II yang suplai betonnya mencapai 32%), beban utang masa lalu masih menjadi penghambat utama bagi pergerakan harga saham untuk naik secara signifikan.
⚠️ NOTE: Arah saham WSBP saat ini cenderung Sideways cenderung Melemah (Bearish).
Skenario Buruk: Jika harga menembus ke bawah level 20, ada risiko saham ini kembali ke area level terendahnya karena tekanan jual dari asing dan bandar yang belum berhenti.
Skenario Optimis: Perlu adanya akumulasi kembali (garis biru/ungu mulai mendatar atau naik) dan perbaikan laporan keuangan (ekuitas positif) agar harga bisa kembali ke area 30–40.
Disclaimer: Analisa ini hanya bersifat Informasi dan edukasi Not Financial Advice tetap DYOR bukan ajakan jual beli.
CC: @TiwiSariCandra
