Mengatur "uang jajan" atau alokasi modal untuk setiap saham itu ibarat menyusun menu makanan: kamu tidak mau terlalu kenyang di satu hidangan tapi lapar di yang lain, dan pastinya kamu ingin makanan yang bergizi.
Dalam dunia saham, kita menggunakan Market Cap (ukuran perusahaan) dan Fundamental (kesehatan perusahaan) sebagai kompasnya.
1. Strategi Berdasarkan Market Cap (Ukuran Perusahaan)
Bayangkan Market Cap sebagai "kelas berat" petinju. Semakin berat, semakin stabil tapi gerakannya mungkin lebih lambat.
Large cap (Blue Chip)
- Karakteristik: Perusahaan raksasa, stabil, rajin bagi dividen.
- Alokasi modal: 50% - 70% (Pondasi portofolio)
Mid Cap (Second Liner)
- Karakteristik: Perusahaan menengah, sedang tumbuh, risiko sedang.
- Alokasi modal: 20% - 30% (Mesin pertumbuhan).
Small Cap (Third Liner)
- Karakteristik: Perusahaan kecil, sangat lincah, risiko tinggi.
- Alokasi modal: 5% - 10% (Bumbu pelengkap)
Logikanya: Jika saham Small Cap kamu anjlok 20%, portofolio keseluruhanmu tetap aman karena penopang utamanya adalah Large Cap yang stabil.
2. Strategi Berdasarkan Fundamental (Kualitas Perusahaan)
Jangan cuma lihat ukuran, lihat juga "jeroannya". Fundamental memberi tahu kita seberapa layak sebuah saham diberi jatah uang lebih banyak.
Gunakan Sistem Skor Sederhana:
Fundamental Premium (Skor A): Hutang rendah, laba naik terus, penguasa pasar.
Aksi: Boleh ambil porsi maksimal di kategorinya (misal: 15% dari total modal untuk 1 saham ini).
Fundamental Oke (Skor B): Bisnis bagus tapi hutang agak tinggi atau laba lagi stagnan.
Aksi: Ambil porsi sedang (misal: 5-7% dari total modal).
Fundamental Spekulatif (Skor C): Perusahaan lagi rugi tapi ada harapan turnaround (balik untung).
Aksi: Porsi kecil saja, anggap seperti "uang tiket bioskop" (misal: 1-2% dari total modal).
3. Formula "Position Sizing" (Biar Nggak All-In)
Agar tidak emosional, gunakan rumus Fixed Fractional. Intinya, jangan biarkan satu kesalahan menghancurkan seluruh modalmu.
Aturan Emas: Jangan taruh lebih dari 10-15% total modalmu di dalam satu saham tunggal, sehebat apa pun fundamentalnya.
Contoh Simulasi: Jika kamu punya modal Rp100 juta:
Saham Large Cap, Fundamental A: Masukkan Rp15 juta (15%). Aman dan stabil.
Saham Mid Cap, Fundamental B: Masukkan Rp7 juta (7%). Ada potensi naik tinggi tapi waspada hutang.
Saham Small Cap, Fundamental C: Masukkan Rp2 juta (2%). Kalau harganya "to the moon" untung besar, kalau bangkrut kamu cuma rugi 2% dari total uangmu.
Kesimpulan:
Market Cap menentukan stabilitas portofolio.
Fundamental menentukan keyakinan kamu untuk menaruh uang lebih banyak.
Dengan cara ini, kamu tetap bisa tidur nyenyak saat pasar merah membara karena uangmu sudah terbagi dengan logika yang sehat.
Random tag $BBRI $NCKL $BUKA