imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Ringkasan Pandangan: High Risk, Speculative Buy

Secara fundamental, ADHI masih menghadapi tekanan berat akibat beban utang dan penurunan laba yang signifikan sepanjang tahun 2025. Namun, sentimen untuk tahun 2026 mulai sedikit lebih positif karena adanya target kontrak baru yang lebih tinggi dan potensi penurunan beban bunga seiring pemangkasan suku bunga BI.
Bagi investor konservatif, rekomendasinya adalah Wait and See. Bagi trader atau investor agresif, bisa mempertimbangkan Trading Buy (beli jangka pendek) dengan memanfaatkan area support.

Analisis Fundamental (Kondisi Keuangan)
Kinerja 2025 yang Tertekan:
1. Laporan keuangan Kuartal III-2025 menunjukkan penurunan laba bersih yang sangat tajam (anjlok sekitar 93% secara Year-on-Year menjadi hanya ~Rp4,4 miliar).
2. Pendapatan usaha juga terkoreksi signifikan (turun ~38%).

Beban Utang Tinggi:
1. Rasio utang terhadap ekuitas (Debt to Equity Ratio/DER) masih sangat tinggi, berada di kisaran 264,5%. Ini membuat laba perusahaan tergerus untuk membayar beban bunga.

Prospek 2026:
1. Manajemen ADHI menargetkan kontrak baru sebesar Rp23,8 triliun di tahun 2026, naik sekitar 31% dibandingkan realisasi 2025 (Rp18,1 triliun).
2. Proyek IKN (Ibu Kota Nusantara) masih menjadi salah satu penopang, termasuk proyek pembangunan gedung DPD RI.
3. Adanya tren penurunan suku bunga BI sepanjang 2025 diharapkan mulai meringankan beban bunga utang ADHI di tahun 2026.

Analisis Sentimen & Isu Pasar
1. Merger BUMN Karya: Isu penggabungan (merger) BUMN Karya masih menjadi faktor ketidakpastian (wait and see). Pasar menunggu kejelasan skema ini sebelum masuk secara agresif.
2. Arus Kas Operasional: Isu utama sektor konstruksi adalah cash flow. Ketergantungan pada pembayaran proyek pemerintah (yang seringkali turnkey atau dibayar di akhir) membuat likuiditas menjadi ketat.

Rekomendasi Strategi (Januari 2026)
Jika Anda berniat membeli saham ADHI saat ini, sesuaikan dengan profil risiko Anda:
1. Untuk Trader / Jangka Pendek (Aggressive)
Rekomendasi: Buy on Weakness (Beli di Harga Bawah)
Area Beli (Support): Rp260 - Rp270
Target Jual (Resistance): Rp286 - Rp300
Stop Loss: Jika harga turun di bawah Rp250.
Alasan: Memanfaatkan potensi rebound teknikal dari sentimen target kontrak baru 2026.

2. Untuk Investor / Jangka Panjang (Conservative)
Rekomendasi: Wait and See (Tunggu Dulu)
Alasan: Fundamental belum pulih sepenuhnya. Sebaiknya tunggu hingga rilis laporan keuangan Full Year 2025 atau Kuartal I 2026 untuk melihat apakah perbaikan laba dan arus kas benar-benar terjadi.

Risiko likuiditas dan utang masih terlalu tinggi untuk investasi jangka panjang yang aman.
Disclaimer: Analisis ini adalah informasi berdasarkan data pasar terkini dan bukan ajakan paksaan untuk membeli atau menjual. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan Anda. Pastikan untuk melakukan riset mandiri (Do Your Own Research).



$ADHI

Read more...
2013-2026 Stockbit ·About·ContactHelp·House Rules·Terms·Privacy