Umpama di awal Anda punya 1 warung bakso enak. Misal Return of invested capital 30% setahun. Selagi Anda bisa terus ekspansi jadi 2 warung 3 warung sampai n warung tanpa terlalu mengurangi ROIC tadi, tidak ada alasan untuk membagikan dividen.

Tapi ketika sampai di titik n warung tadi, kalau ketambahan warung lagi malah ROIC nya turun jauh, di situlah Anda boleh mempertimbangkan untuk bagi dividen ketimbang untuk ekspansi. Karena ekspansi selanjutnya sudah menurunkan value bisnis.

Kl ga bagi dividen atau buyback, value bisnisnya jg akan turun karena cash yg dikempit tidak akan mampu menghasilkan ROIC 30% per tahun.

Jadi usaha yg fase awal/muda, tidak perlu membagikan dividen karena setiap rupiahnya akan menjadi 1,3 rupiah di tahun berikutnya dalam kasus ini. Di sinilah value nya tercipta.

Sebaliknya, di fase akhir/tua, kalau ga bagi dividen, ROE nya akan menurun, menyebabkan valuasi bisnis jg menurun. Di sinilah, ketika bagi dividen justru menjaga value bisnisnya tetap di level yang bagus.

Maka dibutuhkan praktek capital allocation yang rasional dari manajemen yang paham betul bisnis dan siklusnya.

$ADES $IPCC $TOTL

Read more...
2013-2026 Stockbit ·About·ContactHelp·House Rules·Terms·Privacy