imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Memanfaatkan Momentum Rights Issue sebagai Peluang Investasi

Rights issue sering dianggap momen “menakutkan” oleh sebagian investor karena adanya potensi dilusi saham dan tekanan harga jangka pendek. Padahal, jika dipahami dengan benar, rights issue justru bisa menjadi momentum strategis untuk memperoleh keuntungan dan memperkuat posisi investasi.

1. Memahami Tujuan Rights Issue
✓Rights issue dilakukan perusahaan untuk menghimpun dana segar, yang umumnya digunakan untuk:
•Ekspansi bisnis
•Akuisisi atau restrukturisasi utang
•Penguatan modal kerja
•Perbaikan struktur keuangan

Investor perlu fokus pada untuk apa dana tersebut digunakan, bukan sekadar harga saham yang turun sesaat.

2. Momen Harga Diskon yang Jarang Terulang
✓Harga pelaksanaan rights issue biasanya lebih rendah dari harga pasar, sehingga:
•Investor lama bisa menambah kepemilikan di harga murah
•Biaya rata-rata (average down) menjadi lebih efisien
•Potensi capital gain meningkat jika kinerja perusahaan membaik

Ini adalah diskon resmi dari emiten, bukan panic selling pasar.

3. Memanfaatkan Trading Rights (HMETD / R)
✓Rights issue membuka peluang bukan hanya dari saham induk, tetapi juga:
•Trading rights (R) untuk swing jangka pendek
•Arbitrase antara harga saham, rights, dan harga tebus
•Momentum spekulatif menjelang cum date dan ex date

Bagi trader aktif, rights issue sering menciptakan volatilitas sehat untuk dimanfaatkan.

4. Menilai Siapa yang Masuk sebagai Pembeli
✓Perhatikan:
•Apakah ada investor strategis atau anchor buyer
•Apakah pemegang saham pengendali menyerap porsi besar
•Apakah rights issue berpotensi oversubscribed

Jika pemegang saham besar ikut menyerap, itu sinyal kepercayaan internal terhadap prospek perusahaan.

5. Fokus ke Pasca-Rights, Bukan Saat Rights
✓Kesalahan umum investor adalah hanya melihat:
“Harga turun setelah rights issue = jelek”

Padahal peluang terbesar justru muncul:
•Setelah dana benar-benar masuk
•Saat laporan keuangan berikutnya menunjukkan dampak positif
•Ketika valuasi mulai menyesuaikan fundamental baru

Banyak saham justru rebound kuat setelah rights issue selesai.

6. Rights Issue sebagai Alat Seleksi Saham
✓Tidak semua rights issue layak diikuti. Pilih yang:
•Dana jelas dan produktif
•Tidak hanya untuk menutup kerugian lama
•Bisnis inti masih hidup dan punya growth story

Rights issue yang sehat adalah bahan bakar, bukan tambalan.

KESIMPULAN

Rights issue bukan sekadar aksi korporasi, tetapi momentum. Investor yang siap secara strategi dan mental bisa:
•Masuk di harga efisien
•Menambah porsi di saham prospektif
•Menikmati upside setelah fase tekanan berlalu

👉 Bukan rights issue-nya yang berbahaya, tapi ketidaksiapan kita membacanya.

$IRSX $PEGE $CBRE

Read more...
2013-2026 Stockbit ·About·ContactHelp·House Rules·Terms·Privacy