Sebagai anak yang terlahir dari keluarga akademisi, dan punya pengalaman dari mulai publikasi paper, ujian tesis master, hingga sering mengisi studium generale, tentu saja saya selalu intrigued kalau menemukan write-up yang tampak berbobot di stream, apalagi kalau judulnya pakai embel-embel, "laporan riset."
Ditambah pengalaman saya bertahun-tahun jadi advisor di venture builder dan konsultan di sistem keuangan dan business process reengineering, saya semakin deep focus kalau di abstrak atau executive summary-nya menyebutkan tentang turnaround model bisnis, hingga valuasi aset
Tapi fast forward ke kesimpulan "tesis investasi"-nya, kenapa "buy", ternyata berputar di poros, "ada transaksi nego," "mau dibeli oleh...," terserah entah mau blackrock, konglo, atau siapapun itu, dan yang selalu menjadi playlist yang diulang-ulang semua influencers: "peluang masuk MSCI."
At least saya nggak idiot-idiot amat lah untuk bisa membedakan mana yang analisis beneran, dan mana yang bualan omong kosong yang dikemas dengan cover, "laporan riset."
Common sense yang paling basic, kalau memang turnaround model bisnisnya punya path to profitability, aset yang valuasinya tersembunyi dari market bisa diutilisasi, dan semua itu beneran bisa membangkitkan kesehatan keuangan dan neracanya dari vonis sakartulmaut, buat apa bawa-bawa, "mau dibeli oleh...," atau masuk MSCI sebagai kesimpulan tesisnya?
Bayangkan anak Anda sudah opname bertahun-tahun karena gagal ginjal, terus tiba-tiba hadir dokter yang bisa merevolusi perawatan medis, dan menemukan "aset" zat tertentu yang bisa me-recovery ginjal yang mati fungsinya, menjadi prima lagi. Lalu di tengah treatment, seorang perawat bertanya kepada Anda, "Pak, setelah ginjal anak Bapak sembuh, apa cita-cita Bapak dan ananda?"
"Oh, kalau sembuh ya saya akan nego dengan kolega saya untuk menjual ginjalnya dengan valuasi jumbo."
Waras?
Tapi sayangnya common sense is not common. Kenapa yang beginian bisa laris manis, semua memuja, "Makasih Pak, GBU Pak, Ibu dan Family, Sehat selalu dan selalu sehat."?
Sedangkan perusahaan yang memang sejak awal memiliki neraca keuangan, margin expansion, cash flow, dan valuasi yang sehat, spin-off model bisnis dan diversifikasi secara terukur dan sustainable, ketika market sadar akan value-nya dan mulai melirik untuk mengapresiasi TANPA BUTUH embel-embel, "dibeli oleh," apalagi, "peluang masuk MSCI", malah kena semprit BEI?
Saya membayangkan content creators dengan "laporan riset" yang penuh drama tadi tertawa dan seolah membisikkan saya, "ya target marketnya kan bukan Anda."
$ADRO $ADMR $IHSG
