A. $BNBR (Bakrie & Brothers Tbk)
BNBR menjadi "bintang" yang sedang meredup pekan ini. Setelah terbang ke Rp260-an, harga terkoreksi tajam ke level Rp170 (turun ~9,5% pada penutupan Jumat).
Analisa Teknikal: RSI berada di angka 25,6 (kondisi oversold atau jenuh jual), yang secara teori membuka peluang technical rebound.
Namun, MACD masih menunjukkan tren distribusi (sell signal).
Sentimen: Rencana Rights Issue 90 miliar saham menjadi pedang bermata dua; investor mulai menghitung potensi dilusi. Cash Flow from Operations (CFO) mulai positif berkat kontribusi lini bisnis kendaraan listrik (EV) dan energi terbarukan. Namun, mereka masih terbebani biaya bunga utang yang tinggi. Rasio lancar (Current Ratio) masih mepet di kisaran 1,1x, artinya likuiditas jangka pendek masih cukup menantang.
Minggu Depan: Berpotensi rebound terbatas ke Rp190 jika mampu bertahan di atas support Rp155.
B. $ELTY (Bakrieland Development Tbk)
ELTY sedang berjuang keras keluar dari jeratan Papan Pemantauan Khusus (Full Call Auction/FCA). Harga saat ini berada di kisaran Rp59.
Kondisi: Saham ini sedang mengalami "ARB berjilid" setelah sempat menyentuh Rp99. Karena masuk dalam Papan Pemantauan Khusus (FCA), volumenya seringkali "kering". Bandarmology di sini menunjukkan pola Akumulasi Senyap. Ada indikasi beberapa broker lokal mulai mengumpulkan barang sedikit demi sedikit di level Rp50-Rp52. Mereka menunggu sentimen korporasi untuk "menggoreng" harga kembali ke atas Rp70.
Risiko Utama: Jika harga rata-rata 3 bulan turun di bawah Rp50, ELTY terancam tertahan lebih lama di FCA. Bandar nampaknya sedang menekan harga untuk melakukan akumulasi di bawah.
Minggu Depan: Pergerakan akan sangat volatil di rentang Rp50 - Rp65. Sangat berisiko untuk day trading.
Catatan Penting: Perhatikan pengumuman rebalancing indeks MSCI pada Februari nanti. Jika saham induk ($BUMI) masuk, biasanya akan ada efek "cipratan" likuiditas ke BNBR dan ELTY.