Belajar Tape Reading & Pola Market Maker Saham $PSKT
Analisis ini bertujuan untuk membantu trader memahami bagaimana market maker dan institusi bergerak, serta bagaimana kita membaca jejaknya melalui tape reading dan data broker summary.
1. Fase Awal: Memahami Pola Gap Up Trap
Pada pembukaan pasar (08:58–09:10), PSKT dibuka di harga 400, atau naik sekitar +4,17% dari penutupan sebelumnya.
Di fase ini, terlihat broker XL melakukan transaksi dengan dirinya sendiri (wash trade) di harga 400.
Praktik ini sering digunakan untuk menciptakan kesan adanya permintaan besar, sehingga menarik perhatian trader ritel yang memantau saham top gainers di pagi hari.
Pelajaran penting:
Kenaikan di awal sesi belum tentu berarti akumulasi.
Ketika minat ritel mulai masuk, justru muncul tekanan jual di harga yang sama.
Ini menandakan bahwa pihak besar sedang mendistribusikan saham, bukan mengoleksi.
2. Aktivitas Institusi di Sesi Sore
Menjelang penutupan pasar (sekitar pukul 16:08), muncul aktivitas yang lebih signifikan:
Broker CC (Mandiri Sekuritas – kategori Government) terlihat menjual secara agresif di harga 354.
Di sisi lain, broker YB, bersama XL dan PD, menyerap antrean jual tersebut.
Dalam konteks tape reading, aksi jual dari broker institusi di harga bawah sering dikaitkan dengan:
Rebalancing portofolio, atau
Forced selling, karena harga telah menembus batas cut loss institusi.
Ini bukan aksi panik, melainkan keputusan terstruktur berdasarkan manajemen risiko.
3. Insight Tape Reading yang Perlu Dipahami
A. Transaksi Odd Lot Berulang
Muncul transaksi berulang dengan jumlah kecil (1, 2, 5, 8 lot) oleh broker XL.
Pola ini mengindikasikan penggunaan algorithmic trading, yang berfungsi menjaga aktivitas transaksi agar saham tetap terlihat aktif di running trade.
Pembelajaran:
Aktivitas ramai di tape belum tentu mencerminkan minat beli nyata dalam jumlah besar.
B. Konsep Absorpsi Harga
Meskipun tekanan jual dari broker CC cukup kuat, broker YB tercatat melakukan pembelian besar (605 lot dalam satu transaksi).
Ini disebut absorpsi, yaitu kondisi di mana pembeli besar menahan suplai jual agar harga tidak turun lebih dalam.
Absorpsi sering muncul di area support dan dapat menjadi sinyal awal potensi pantulan jangka pendek.
C. Arti Penting Harga Penutupan
PSKT ditutup di harga 354, yaitu area dengan volume jual tertinggi di akhir sesi.
Dalam analisis teknikal dan tape reading:
Penutupan di area volume jual besar menandakan tekanan jual masih dominan.
Artinya, risiko kelanjutan pelemahan masih terbuka di hari berikutnya.
4. Pendekatan Scalping dalam Kondisi Downtrend
Ketika saham sudah turun sekitar -7%, fokus utama trader bukan lagi mengejar kenaikan besar, melainkan mengelola risiko.
A. Bottom Fishing (Risiko Tinggi)
Pendekatan ini hanya bersifat edukatif dan tidak disarankan untuk pemula.
Area yang diamati: 338–340 (low sebelumnya)
Valid jika muncul:
Transaksi beli besar (di atas 500 lot)
Peningkatan kecepatan transaksi
Target kenaikan realistis hanya 1–2%, karena tekanan jual di atas masih kuat.
B. Prinsip Anti-FOMO
Jika saham kembali dibuka naik (gap up), jangan langsung masuk pasar.
Pelajaran dari pergerakan sebelumnya menunjukkan bahwa:
Kenaikan pagi hari sering digunakan untuk memancing minat ritel.
Entry ideal dilakukan setelah harga stabil di atas Average Price minimal 15 menit.
C. Membaca Peran Broker
Selama broker CC masih aktif menjual, peluang kenaikan cenderung terbatas.
Jika broker YB mulai agresif membeli, itu bisa menjadi indikasi niat untuk menaikkan harga kembali demi distribusi di level yang lebih tinggi.
Kesimpulan Edukatif
PSKT sedang berada dalam fase distribusi oleh institusi.
Bagi trader jangka pendek, peluang biasanya muncul bukan saat harga terlihat “ramai”, melainkan ketika terjadi panic sell dan diikuti oleh absorpsi yang jelas.
Jika harga hanya bergerak lambat di area 350-an tanpa volume signifikan, keputusan paling rasional adalah menunggu.
tagging $IHSG $PTRO