learning part 6
apa saja jenis² Corporate Action pada saham?
Bayangkan kamu patungan sama temenmu buat buka "Kedai Seblak Sultan". Kamu pegang surat kepemilikan (saham) kedai itu.
Begini drama "Corporate Action" di dapur seblakmu:
1. Jatah Cuan (Dividen & Bonus)
Kedai lagi ramai banget, tiap hari antre.
• Dividen Tunai: Tiap akhir bulan, temenmu (si pengelola) dateng bawa segepok duit hasil keuntungan. "Nih, jatah buat kamu beli kopi."
• Dividen Saham: Keuntungan bulan ini nggak dikasih uang, tapi dijadiin gerobak baru. Kepemilikanmu di bisnis seblak ini bertambah secara fisik.
• Saham Bonus: Bisnis makin gede, kalian punya tabungan (agio). Tiba-tiba temenmu bilang, "Eh, karena tabungan kita banyak, porsi kepemilikanmu aku tambahin ya, gratis!"
2. Akal-akalan Harga (Stock Split & Reverse)
Ini soal gimana caranya biar orang mau beli "saham" kedaimu di pasar.
• Stock Split: Dulu satu lembar surat kepemilikan harganya Rp1 juta. Kemahalan buat anak sekolah. Akhirnya surat itu kamu fotokopi jadi 10 lembar, harganya jadi cuma Rp100 ribu per lembar. Barangnya makin banyak, orang makin gampang jual-beli.
• Reverse Split: Kebalikannya. Harga "saham" seblakmu jatuh banget sampe cuma Rp500 perak. Biar nggak keliatan murahan dan disangka bisnis abal-abal, kamu gabungin 100 lembar jadi 1 lembar seharga Rp50 ribu. Biar keliatan elit lagi.
3. Butuh Modal Buat Buka Cabang (Rights Issue & Private Placement)
Kalian pengen buka cabang di mal, tapi butuh duit ratusan juta.
• Rights Issue (HMETD): Kamu ditanya dulu, "Woi, kita mau buka cabang nih. Kamu mau nambah modal nggak? Aku kasih harga murah deh khusus buat kamu." Kalau kamu nggak ikut (nggak punya duit), porsi kepemilikanmu bakal menciut karena pasti ada orang luar yang masuk bawa duit gede.
• Private Placement: Tanpa nanya kamu, temenmu langsung ngajak seorang Influencer tajir buat setor modal. Kamu cuma bisa melongo ngeliat porsi kepemilikanmu di kedai jadi makin kecil karena si Influencer ini langsung ambil porsi gede.
4. Perang Dingin & Ekspansi (M&A)
• Merger: Kedai Seblakmu gabung sama "Kedai Es Teh Manis" sebelah. Namanya jadi "Seblak Teh Sultan". Kalian jadi satu entitas besar.
• Akuisisi: Kamu dapet modal gede, terus kamu beli "Tukang Kerupuk" langganan kamu biar dia jadi bawahan kamu selamanya.
• Spin-Off: Divisi "Sambal Seblak" kamu ternyata laku keras kalau dijual botolan. Akhirnya kamu pisahin divisi sambal itu jadi perusahaan sendiri biar makin fokus cuannya.
5. Tarik Ulur Kepemilikan (Buyback & Tender Offer)
• Buyback: Bisnis makin kaya, duit di kas numpuk. Kamu ngerasa harga saham seblakmu di pasar terlalu murah. Akhirnya kamu pakai duit kedai buat beli balik saham-saham itu dari orang lain. "Sini balikin, mending tak pegang sendiri."
• Tender Offer: Ada pengusaha katering raksasa naksir kedai seblakmu. Dia bikin pengumuman ke semua orang yang punya saham seblakmu: "Siapa pun yang mau jual saham Seblak Sultan ke saya, saya bayar 2x lipat dari harga pasar!" Dia pengen borong semua biar jadi pemilik tunggal.
6. Kiamat Kedai (Delisting & Likuidasi)
• Delisting: Bisnis seblakmu udah nggak mau lagi sahamnya dijual-belikan di pasar umum. Kamu pilih jadi bisnis privat lagi.
• Likuidasi: Seblakmu bangkrut total. Gerobak dijual, panci dijual, kompor dijual buat bayar utang ke bank. Kalau ada sisa kembalian Rp10 ribu, baru dikasih ke kamu sebagai pemegang saham.
$DEWA $BUMI $ELTY
