SERIAL EDUKASI WEEK END
PENTING… !!!
Waspada Narasi Multibagger 2-3 Bulan:
Ketika Harga Saham “MEMINJAM” Masa Depan 5-10 Tahun
Pernah dengar kalimat seperti ini?
“Ada 3 saham yang akan naik MULTIBAGGER dalam 2-3 bulan ini.”
“Saham akan menuju 1.500, upside 500% dalam 2-3 bulan ini.”
Kalau ditanya alasannya, biasanya jawabannya terdengar meyakinkan dan “bercerita”:
- “Karena mau diakuisisi perusahaan besar.”
- “Karena mau right issue 2 miliar lembar.”
- “Karena mau masuk pasar tertentu.”
- “Karena mau ekspansi besar-besaran.”
Sekilas terdengar logis. Bahkan TERASA SEPERTI “KESEMPATAN EMAS” yang tidak boleh dilewatkan. Tapi di sinilah investor perlu berhenti sejenak dan berpikir lebih dalam.
Karena saham yang naik dengan narasi seperti itu seringkali bukan investasi.. melainkan SERIAL DRAMA.
Ada yang episodenya SINGKAT. Ada yang AGAK PANJANG. Tapi satu hal yang hampir selalu sama:
Pasti ada UJUNGNYA. Dan ujungnya sering membawa BANYAK KORBAN.
Saham Narasi Itu Seperti Drama: Ramai, Seru, Tapi Penuh Risiko Yang Sangat Tinggi
Kenaikan harga saham berbasis rumor, akuisisi, right issue, atau “target harga fantastis” biasanya bergerak seperti CERITA yang terus DIPELIHARA.
Awalnya investor masuk karena penasaran.
Lalu harga naik karena euforia.
Kemudian muncul pembenaran baru:
“ini baru permulaan”.
Naik lagi.
Lalu muncul episode berikutnya:
“habis ini ada aksi korporasi lanjutan”.
Naik lagi.
Sampai akhirnya… cerita itu mulai terasa repetitif (Berulang-ulang)
Akuisisi belum jelas realisasinya.
Right issue muncul tapi ternyata menambah beban dilusi.
Ujung-ujungnya perusahaan menerbitkan:
- Hutang baru,
- Obligasi baru,
- Sukuk baru,
- Aksi korporasi lain yang sebenarnya bukan memperkuat fundamental, tapi MENAMBAL kebutuhan modal.
Dan ketika pasar mulai JENUH, ketika penonton mulai BOSAN, maka yang terjadi sangat klasik:
Harga kembali turun… menuju tempat yang seharusnya: fundamentalnya.
Di titik itulah korban mulai BERGELIMPANGAN.
Kenapa Korbannya Banyak? Karena Harga Sudah Naik Jauh Mendahului Fundamental
Banyak orang berpikir:
“Kalau saya ikut dari awal saya bisa untung.”
Betul, mungkin ada yang untung.
Tapi masalahnya, dalam saham narasi seperti ini, yang untung biasanya hanya sebagian kecil sedangkan yang terjebak di puncak jumlahnya bisa ratusan bahkan ribuan kali lebih banyak.
Kenapa?
Karena mayoritas baru masuk ketika harga sudah naik tinggi, saat emosi mengalahkan logika, dan saat semua orang mulai merasa:
“Kalau tidak beli sekarang, saya akan ketinggalan.”
Padahal kenyataannya, bukan ketinggalan peluang tapi bisa jadi sedang mendekati FASE AKHIR CERITA.
Ketika PBV Sudah di Atas 3 maka Jangan Cuma Lihat Chart, Hitung Dampak Fundamentalnya
Mari kita bicara lebih rasional.
Saat harga saham sudah naik dan valuasinya menjadi mahal, misalnya PBV di atas 3, investor harus bertanya dengan tegas:
Apakah PROYEK atau EKSPANSINYA yang dibanggakan itu akan COD dalam 1 tahun ke depan ??
Dan apakah itu bisa meningkatkan net profit minimal 60% ??
Karena kalau tidak…
Maka kenaikan harga tersebut bukan mencerminkan kinerja saat ini dan Bukan juga mencerminkan PERTUMBUHAN REALISTIS tahun depan.
Yang terjadi adalah:
Harga saham sedang “MEMINJAM” valuasi masa depan.
Dan bukan masa depan 1-2 tahun.
Tapi bisa jadi itu adalah harga yang seharusnya baru PANTAS terjadi 5-10 tahun mendatang.
Harga yang Terlalu Cepat Naik Itu Bukan Hebat sebab Bisa Jadi Berbahaya
Pasar saham memang bisa bergerak lebih cepat daripada LAPORAN KEUANGAN. Itu normal.
Namun ketika harga naik terlalu tinggi dalam waktu sangat singkat, sementara fundamental belum menyusul, itu seperti:
- Perusahaan belum menghasilkan keuntungan besar,
- Tetapi investor sudah membayar SEOLAH-OLAH perusahaan itu sudah SUKSES BESAR.
Ini yang banyak orang lupa:
Market bisa “MENGHARGAI” masa depan, tapi tidak bisa selamanya “MENGABAIKAN” kenyataan.
Pada akhirnya, harga akan mencari keseimbangan. Dan keseimbangan itu selalu kembali ke:
- Laba,
- Arus kas
- Efisiensi
- Kemampuan perusahaan bertumbuh secara nyata BUKAN CERITA
Kalau Tidak Bisa Menghitung, Maka Anda Hanya Menyetor Modal
Investor yang matang bukan yang paling cepat masuk tapi yang paling kuat disiplin dan paling rasional MENILAI HARGA.
Karena di pasar saham, ada kalimat yang terdengar keras tapi sering terbukti benar:
“Kalau kamu membeli tanpa memahami valuasi dan fundamentalnya, kamu bukan investor… kamu hanya penyetor modal.”
Dan penyetor modal selalu dibutuhkan dalam drama saham, karena tanpa penyetor modal, tidak ada yang bisa menjadi “EXIT LIQUIDITY” bagi mereka yang sudah masuk lebih dulu.
Edukasi Terbaik Adalah Tidak Tergoda Cerita, Tapi Memahami Angka
Jika ada yang menjanjikan multibagger dalam 2-3 bulan, jangan langsung percaya.
Bertanyalah:
- Fundamentalnya sudah naik berapa?
- Profitnya tumbuh atau hanya proyeksi?
- COD kapan?
- Beban hutang naik atau turun?
- Right issue itu memperkuat bisnis atau sekadar menambal cashflow?
- Valuasinya sudah masuk akal atau sudah “MEMBAYAR MASA DEPAN”?
Karena saham yang naik tinggi tanpa dukungan fundamental, pada akhirnya hanya punya dua pilihan:
1. Fundamental menyusul (ini jarang dan butuh waktu 5-10 Tahun)
2. Harga turun mengejar fundamental (ini sering dan cepat)
Maka sebelum ikut euforia, ingat satu hal:
Harga yang melesat terlalu tinggi bisa jadi bukan harga hari ini.. melainkan harga 5-10 tahun ke depan yang DIPAKSA TERJADI SEKARANG.
Dan ketika PASAR SADAR bahwa “masa depan itu belum datang”, koreksi biasanya TIDAK SOPAN.
$IHSG