imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Duel Kapal: $TPMA vs $GTSI vs $BULL vs LEAD

Request beberapa user Stockbit dan member External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan Kode External Community A38138 https://stockbit.com/post/13223345

Saat ini saya lihat banyak investor Stockbit yang nampaknya beli saham GTSI, BULL, TPMA, dan LEAD, soalnya banyak user Stockbit yang request pembahasan fundamentalnya. Polanya klasik, sektor pelayaran lagi kelihatan menarik karena kelihatan bisa cetak cash cepat saat siklusnya pas. Tapi 4 saham ini tidak bisa dipukul rata, karena mesin uangnya beda, risikonya beda, dan kualitas labanya juga beda. Di laporan keuangan 2025, ada yang unggul karena margin tebal, ada yang unggul karena skala, ada yang unggul karena growth, ada yang kelihatan laba tipis tapi cash-nya kencang. Jadi interpretasi yang sehat itu bukan siapa yang paling rame dibahas, tapi siapa yang paling konsisten mengubah revenue jadi kas, sambil menjaga beban bunga dan kebutuhan capex tetap masuk akal. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

Kalau investor lihat dari profit dan margin, TPMA paling menonjol di kualitas laba. Revenue TPMA USD83,89 juta, laba bersih USD15,80 juta, jadi net margin 18,83%. Menariknya, revenue TPMA justru turun -6,15% YoY, tapi profit tetap paling besar, artinya efisiensi biaya jalan dan pricing power kontrak masih bisa menahan tekanan. Cashflow juga menguat, CFO TPMA USD31,51 juta, hampir 1,99x laba bersih, ini sinyal laba tidak sekadar akuntansi, tapi benar-benar ketarik jadi kas dari pelanggan. Capex TPMA USD16,87 juta masih besar, tetapi tetap menghasilkan FCF positif USD14,65 juta, jadi ekspansi atau peremajaan armada belum bikin napas sesak.

BULL unggul di skala, bukan di margin. Revenue BULL USD107,29 juta paling besar, laba bersih USD12,76 juta dengan net margin 11,89%. Kenapa margin lebih tipis, padahal skala lebih besar? Karena direct cost BULL tinggi, COGS USD80,10 juta, termasuk depresiasi besar, jadi bagian revenue yang habis di biaya operasional lebih banyak. CFO BULL USD20,38 juta atau 1,59x laba bersih, masih sehat, dan capex cuma USD3,13 juta sehingga FCF justru paling besar USD17,25 juta. Namun ada bendera yang tidak boleh diabaikan, akumulasi defisit USD231,9 juta menunjukkan historis profitabilitas yang pernah berdarah-darah, jadi investor perlu cek apakah siklus sekarang cukup kuat untuk memperbaiki struktur neraca dan utang, bukan cuma membuat laba sesaat. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

GTSI itu kombinasi unik, skala kecil tapi margin tebal dan growth paling kencang. Revenue GTSI USD26,87 juta, laba bersih USD4,88 juta, net margin 18,14% hampir setara TPMA, dan growth revenue +13,34% YoY paling tinggi di antara 4 saham. Ini biasanya terjadi karena bisnisnya spesialis, LNG charter, ditambah ada kontribusi laba dari entitas asosiasi. CFO GTSI USD9,69 juta atau 1,98x laba bersih, jadi kualitas cash conversion juga bagus. Tapi FCF GTSI hanya USD2,85 juta karena capex USD6,84 juta relatif besar dibanding skalanya, artinya growth-nya dibayar dengan belanja aset, bukan gratis. Risiko yang paling nyata adalah konsentrasi pelanggan, mayoritas revenue dari satu grup besar, jadi bagusnya kontrak bisa stabil, buruknya kalau kontrak terganggu atau renegosiasi harga, dampaknya langsung terasa.

LEAD itu contoh kasus yang sering bikin investor salah baca, laba tipis tapi cashflow terlihat besar. Revenue LEAD USD29,51 juta, laba bersih USD0,87 juta, net margin cuma 2,95%, paling lemah. Tapi CFO LEAD USD10,95 juta, sekitar 12,5x laba bersih, ini biasanya terjadi karena beban non-cash besar seperti depresiasi atau impairment, sehingga laba akuntansi ditekan, tapi kas operasional masih masuk. Ini bisa dianggap bagus kalau tujuan investor adalah survival dan bayar kewajiban, karena kas nyata lebih penting daripada laba kertas. Tapi bisa juga buruk kalau artinya aset sudah tua, depresiasi tinggi, dan beban bunga menghantam, apalagi finance cost sekitar USD5,5 juta itu berat dibanding revenue. FCF LEAD masih positif USD6,84 juta, jadi ada napas, tetapi kunci suksesnya ada di restrukturisasi utang, penurunan bunga, dan kemampuan mengamankan kontrak jangka panjang agar tidak terus-terusan lari di tempat. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

TPMA menang di kualitas keseluruhan karena profit terbesar, margin tertinggi, CFO paling besar, dan FCF masih positif meski capex agresif. BULL menang di skala dan FCF, cocok untuk investor yang suka mesin besar yang sedang panen cash, tetapi harus ekstra disiplin cek neraca karena jejak akumulasi defisit besar biasanya tidak muncul tanpa alasan. GTSI menang di growth dan margin, tetapi syaratnya satu, kontrak LNG dan pelanggan utama harus aman, plus capex tidak boleh membuat pengembalian aset menjadi mengecil. LEAD lebih cocok dibaca sebagai fase recovery, syaratnya bunga harus turun atau utang berkurang, kontrak harus makin lengket, dan penjualan aset jika ada harus memperbaiki neraca tanpa mengorbankan kemampuan menghasilkan revenue ke depan.

Ini bukan rekomendasi jual dan beli saham. Keputusan ada di tangan masing-masing investor.

Untuk diskusi lebih lanjut bisa lewat External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan mendaftarkan diri ke External Community menggunakan kode: A38138
Link Panduan https://stockbit.com/post/13223345

Kunjungi Insight Pintar Nyangkut di sini https://cutt.ly/ne0pqmLm

Sedangkan untuk rekomendasi belajar saham bisa cek di sini https://cutt.ly/Ve3nZHZf
https://cutt.ly/ge3LaGFx

Toko Kaos Pintar Nyangkut https://cutt.ly/XruoaWRW

Disclaimer: http://bit.ly/3RznNpU

Read more...

1/10

testestestestestestestestestes
2013-2026 Stockbit ·About·ContactHelp·House Rules·Terms·Privacy