Part 1 Skenario realistis strategi untuk pemerintah guna mengatasi kenaikan nilai tukar Rupiah ke Rp 17.000 per USD, yang disusun berdasarkan kondisi dan kebijakan terkini. By Natalie Zafirah
Skenario ini dibagi berdasarkan intensitas dan fokus kebijakan, serta dampaknya terhadap kondisi ekonomi Indonesia pada 2026.
📊 Skenario Strategi untuk 2026
• Skenario Best (Optimal)
Paket Kebijakan: Kebijakan Fiskal Kredibel + Intervensi Terukur BI.
Komitmen jelas terhadap defisit APBN, prioritas belanja. BI lakukan intervensi di pasar valas (spot dan NDF).
Inti & Rasional: Pulihkan kepercayaan pasar. Kepastian arah fiskal tekan permintaan valas spekulatif. Intervensi BI stabilkan volatilitas jangka pendek.
Perkiraan Waktu Dampak: 2-6 bulan.
• Skenario Good (Pragmatis)
Paket Kebijakan: Belanja Tunda + Dukungan BI Terbatas.
Menunda belanja pemerintah bernilai impor besar. Perkuat substitusi impor energi/pangan. BI fokus pada jaga volatilitas dengan cadangan devisa (US$156.5 miliar).
Inti & Rasional: Kurangi tekanan permintaan USD. Pasar masih waspada, namun volatilitas terkendali.
Perkiraan Waktu Dampak: 3-8 bulan.
• Skenario Worse (Defensif)
Paket Kebijakan: Respons Fiskal & Moneter Tidak Terkoordinasi.
Respons fiskal lambat atau tidak jelas. Intervensi BI besar-besaran jadi beban utama.
Inti & Rasional: Kepercayaan pasar rendah, tekanan pada cadangan devisa berlanjut.
Perkiraan Waktu Dampak: > 1 tahun, dengan tekanan volatilitas tinggi.
🔑 Faktor Penentu Keberhasilan
Skenario mana yang terjadi bergantung pada dua hal utama:
1. Koordinasi Kebijakan: Sinergi antara Kementerian Keuangan (kebijakan fiskal) dan Bank Indonesia (kebijakan moneter & nilai tukar) penting. Program strategis BI tahun 2026 menekankan "Memperkuat sinergi bauran kebijakan Bank Indonesia dengan kebijakan fiskal dan kebijakan sektor riil Pemerintah". Tanpa koordinasi ini, upaya akan terhambat.
2. Kondisi Eksternal: Ketidakpastian global (seperti kebijakan AS, ketegangan geopolitik) akan sangat mempengaruhi. Strategi apa pun perlu memperhitungkan faktor eksternal yang sulit dikendalikan ini.
💡 Langkah Strategis Jangka Panjang
Selain skenario di atas, pemerintah dan BI telah merencanakan kebijakan jangka panjang untuk memperkuat fondasi Rupiah:
· Redenominasi: Pemerintah merencanakan RUU penyederhanaan nominal mata uang (redenominasi) yang ditargetkan selesai pada 2026-2027. Ini adalah upaya struktural jangka panjang untuk meningkatkan efisiensi dan kredibilitas Rupiah.
· Strategi Pemerintah: Menurut analis, strategi jangka panjang mencakup pengelolaan utang yang terukur, desain kebijakan devisa hasil ekspor yang mendorong repatriasi valas, dan dorongan lindung nilai bagi pelaku usaha.
· Program Strategis BI: BI telah menetapkan 12 program strategis 2026, yang intinya adalah menjaga stabilitas nilai tukar, sistem keuangan, pembayaran, serta mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan melalui sinergi dengan pemerintah.
📌 Kesimpulan
Strategi terbaik adalah kombinasi antara kredibilitas fiskal jangka menengah dari pemerintah dan stabilitas nilai tukar jangka pendek dari BI. Skenario "Best" dan "Good" lebih realistis untuk 2026, dengan perkiraan perbaikan nilai tukar dalam hitungan bulan, bukan hari atau minggu.
Untuk menindaklanjuti, Anda mungkin ingin tahu lebih detail tentang salah satu program strategis BI atau mekanisme intervensi valas yang dilakukan BI ? $IHSG $USDC $USDT