Algoritma (ALGO) di Pasar Saham
Selamat malam teman teman.. Karena saya tidak bisa tidur, kebetulan banyak sekali tugas di dunia nyata, lagi nyantai, iseng nulis tentang ALGO… Saya mohon koreksnya jika ada yang salah dalam tulisan saya..
Teman teman, kita semua tahu bahwa ALGO atau Algorithm merupakan aturan langkah-demi-langkah yang dijalankan secara konsisten untuk:
1. Mendeteksi peluang (sinyal beli/jual)
2. Menentukan ukuran posisi (berapa lot)
3. Menentukan kapan exit (take profit / cut loss)
4. Mengelola risiko (batas rugi harian, drawdown, diversifikasi)
Jadi, ALGO trading = trading sistematis, bukan “feeling”.
Secara umum, ALGO ada 2 yaitu:
A) Algo Alpha (penghasil sinyal)
algo yang menjawab: “saham mana yang punya probabilitas naik/turun?”
Contoh: momentum, mean reversion, faktor value/quality, ML classifier.
B) Algo Execution (algo eksekusi order)
Ini algo yang menjawab: “cara beli/jual terbaik agar tidak mengangkat/menjatuhkan harga sendiri”
Selanjutnya kita bicara mengenai Komponen dasar sistem Algo. Saya yakin teman teman juga tahu kalau setiap algo entah itu scalping, Swing sampai investing mempunyai blok yang sama, yaitu:
1. Data: Harga (Open/High/Low/Close), volume, order book, berita, fundamental
2. Fitur (Features): Angka turunan dari data: return, volatilitas, trend, rasio, faktor
3. Model / Rule: Aturan statistik atau machine learning yang menghasilkan “sinyal”
4. Risk & Position Sizing: Seberapa besar posisi? kapan stop? batas rugi?
5. Eksekusi: Market/limit, timing, split order, kontrol slippage
6. Evaluasi: Backtest --> forward test --> live dengan kontrol risiko
Kita semua tahu banyak broker asing dan lokal (saya ga enak sebut merk) memakai algoritma (algo) dalam trading khususnya untuk eksekusi order di pasar saham
Semoga teman teman suka membaca tulisan saya..
Random tag:
$ADMR
$MBMA
$KIJA