Memberdayakan Karyawan
Tidak semua saham memberdayakan karyawannya secara maksimal. Angka laba besar bisa saja datang dari mesin dan skala, bukan dari kualitas pekerjaan. Sebaliknya, bisnis yang banyak menyerap tenaga kerja sering terlihat kurang efisien, padahal justru di situ terjadi transfer nilai ke rumah tangga lewat gaji. Jadi ukuran yang adil bukan cuma total karyawan, tetapi juga berapa nilai yang diciptakan per orang, lalu berapa porsi nilai itu yang benar-benar kembali ke tenaga kerja. Data finanSIAL Q3 2025 ini menunjukkan empat model yang beda banget, retail padat SDM, makanan kemasan semi padat SDM, agribisnis skala raksasa, dan kayu yang banyak mengandalkan borongan. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
Dari sisi jumlah orang, $ACES paling besar 14.226 karyawan dan justru turun 371 orang dari 2024 atau minus 2,54%, sinyal efisiensi atau pengetatan biaya. GOOD 9.237 naik 14 orang atau plus 0,15%, ¢CPIN 9.799 naik 218 orang atau plus 2,28% yang biasanya selaras ekspansi volume. FWCT cuma 136 karyawan tetap tapi naik 11 orang atau plus 8,8%, kecil basisnya jadi persentasenya terlihat besar. Kalau lihat estimasi gaji rata-rata per karyawan per bulan, ACES sekitar Rp8,73 juta, GOOD Rp15,03 juta, CPIN Rp18,60 juta, sedangkan $FWCT Rp134,71 juta itu tidak wajar untuk karyawan tetap karena biaya tenaga kerja-nya kebawa kompensasi borongan dan non-tetap.
CPIN kelihatan paling produktif secara angka karena revenue 9M 2025 Rp50,60 triliun dengan 9.799 karyawan, jadi sekitar Rp5,16 miliar revenue per orang, dan laba Rp3,37 triliun jadi sekitar Rp343,7 juta laba per orang. Ini bisa bagus karena artinya ekosistem CPIN yang terintegrasi membuat output per orang tinggi, dan ruang bayar gaji Rp18,60 juta per bulan terlihat lebih aman. Sisi kurang bagusnya, porsi gaji yang tercatat di COGS plus SGA sekitar Rp1,64 triliun hanya sekitar 3,24% dari revenue, jadi kenaikan kesejahteraan karyawan tidak otomatis mengikuti lonjakan sales karena struktur biaya CPIN memang berat di bahan baku dan siklus komoditas.
GOOD lebih seimbang, revenue Rp9,44 triliun berarti sekitar Rp1,02 miliar per orang, laba Rp534,83 miliar berarti sekitar Rp57,9 juta per orang, dan gaji COGS plus SGA Rp1,25 triliun sekitar 13,24% dari revenue, ini cenderung memberi sinyal bisnis yang tetap efisien tapi lebih terasa padat tenaga kerja dibanding CPIN. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
ACES beda dunia karena retail fisik. Revenue Rp6,33 triliun dengan 14.226 orang berarti sekitar Rp445 juta per orang, laba Rp476,74 miliar berarti sekitar Rp33,5 juta per orang, wajar lebih rendah karena butuh banyak staf toko. Ini bisa bagus kalau strategi ACES memang service driven, pengalaman toko, dan eksekusi operasional, karena orang adalah mesin penjualannya. Namun sisi kurang bagusnya, beban gaji yang tercatat di SGA saja sudah Rp1,117 triliun atau sekitar 17,64% dari revenue, dan ini belum termasuk kalau ada komponen tenaga kerja di COGS yang tidak dirinci, jadi tekanan margin memang struktural. Supaya ini jadi positif, syaratnya sales per toko dan produktivitas per jam kerja harus naik, kalau tidak, penurunan karyawan berisiko dibaca pasar sebagai cost cutting defensif.
FWCT paling mudah mengecoh karena skalanya kecil tapi angka per orangnya meledak. Revenue Rp1,14 triliun dengan 136 orang berarti sekitar Rp8,42 miliar per orang, laba sekitar Rp337,9 juta per orang, tapi ini tidak bisa dipakai menilai pemberdayaan karyawan karena banyak pekerjaan dibayar lewat borongan yang tidak masuk hitungan 136 orang. Yang bisa diambil sebagai sinyal hanya ini, FWCT tumbuh revenue 26,3% dan kayu lapis menyumbang 91,2% pendapatan, artinya demand lagi kuat, tapi profit margin-nya sekitar 4,01% dan porsi tenaga kerja tercatat sekitar 14,40% dari revenue, jadi bisnisnya sensitif ke harga jual, kurs, dan biaya bahan baku. Kalau investor mau benar-benar menilai apakah perusahaan memberdayakan karyawan, buktinya harus dicari di data tambahan seperti komposisi karyawan tetap vs borongan, kenaikan upah rata-rata YoY, benefit, training, turnover, serta apakah laba naik diikuti kenaikan produktivitas tanpa menekan kualitas layanan dan keselamatan kerja.
Ini bukan rekomendasi jual dan beli saham. Keputusan ada di tangan masing-masing investor.
Untuk diskusi lebih lanjut bisa lewat External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan mendaftarkan diri ke External Community menggunakan kode: A38138
Link Panduan https://stockbit.com/post/13223345
Kunjungi Insight Pintar Nyangkut di sini https://cutt.ly/ne0pqmLm
Sedangkan untuk rekomendasi belajar saham bisa cek di sini https://cutt.ly/Ve3nZHZf
https://cutt.ly/ge3LaGFx
Toko Kaos Pintar Nyangkut https://cutt.ly/XruoaWRW
Disclaimer: http://bit.ly/3RznNpU
1/10









