Kapasitas PKS baru $PTPS dirancang sekitar 60.000 ton TBS per tahun.
Produksi TBS dari kebun sendiri saat ini berada di kisaran 25.000 – 30.000 ton per tahun, sehingga masih terdapat ruang sekitar 30.000 ton yang dapat diisi dari pembelian TBS dari petani sekitar.
PKS dibangun dalam satu hamparan lahan dengan kebun, sehingga diharapkan dapat menghemat biaya logistik, biaya angkut, serta menekan kehilangan rendemen, yang pada akhirnya membantu menjaga struktur biaya tetap kompetitif.
Dengan asumsi kualitas buah PTPS baik dan menggunakan rendemen CPO 25%, maka dari 60.000 ton TBS akan dihasilkan:
Produksi CPO = 60.000 × 25% = 15.000 ton CPO
Produksi biji kernel = 60.000 × 5% = 3.000 ton kernel
Dengan asumsi harga CPO Rp14.000/kg dan harga kernel Rp6.000/kg, maka potensi pendapatan adalah:
Revenue CPO = 15.000 ton × Rp14 juta/ton = Rp210 miliar
Revenue kernel = 3.000 ton × Rp6 juta/ton = Rp18 miliar
Sehingga total revenue dari PKS berpotensi mencapai sekitar Rp228 miliar per tahun, atau naik hampir 3 kali lipat dibanding kondisi sebelum PTPS memiliki PKS sendiri.
Namun perlu dicatat, meskipun revenue naik signifikan, margin profit secara persentase kemungkinan akan menurun, karena:
Struktur biaya bertambah (operasional pabrik, tenaga kerja, energi, maintenance).
Sekitar 50% pasokan TBS berasal dari eksternal, yang memiliki margin lebih tipis dibanding TBS kebun sendiri.
Meski demikian, dari sisi nominal laba (absolute profit), potensi tetap meningkat tajam seiring lonjakan skala usaha dan efisiensi logistik.
1/2

