imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Suku bunga acuan BI kembali ditahan pada 4,75%.
BI tetap kekeh menolak menurunkan suku bunga dengan alasan ntah berantah.
Tekanan asing pada rupiah juga kelihatan gencar gegara keinginan Pak Prabowo mengintervensi BI. Sudah saatnya "negara didalam negara" dihapuskan. Sudah capek kita jadi budak BlackRock, JP Morgan dll.
Kelompok ini selalu mengendalikan negara berkembang seperti Indonesia dengan strategi buang SBN. Agar SBN menjadi tidak laku. Menkeu terpaksa naikkan yield diatas bunga BI agar ada selisih buat mereka dapat marjin. Biadab memang.
Tapi itulah yang terjadi selama puluhan tahun di negara kita. Yield SBN yang tinggi berarti beban APBN juga meningkat untuk bayar bunga dan pokok hutang. Ujungnya pajak bakal dinaikkan.
Mereka baru berhenti mempermainkan mata uang kita, kalau kita memberikan "apa yang mereka mau" yaitu Sumber Daya Alam.
Jahat sekali ya, gegara tambangnya dicabut izinnya oleh Presiden.

Saya terima konsekuensi harga saham kluster growth saya pada memerah semua. Karena memang kluster ini sangat padat modal yang sebagian bersumber dari kredit bank. Semakin rendah bunga, maka akan semakin ekspansif industrinya. Semakin tinggi bunga, maka pengusaha akan menahan berinvestasi. Bisnis tidak muter. Ekonomi macet. Lapangan kerja menyusut. PHK terjadi. Dan kerusuhan terjadi. Itulah yang mereka inginkan.

Saatnya avg down semampu peluru yang ada.

$SSIA $DMAS $GOTO

Read more...
2013-2026 Stockbit ·About·ContactHelp·House Rules·Terms·Privacy