Dapet Dividen Hampir Tiap Bulan : Passive Income Rutin + Compounding
Dapet dividen hampir tiap bulan itu bukan soal cari yield gede, tapi soal ngatur stabilitas cash flow. Dengan nyusun portofolio dari saham-saham yang jadwal dividennya beda-beda, kita bisa nerima dividen secara rutin sepanjang tahun. Dividen yang masuk bisa langsung diputar lagi ke saham yang bakal bagi dividen di 1–3 bulan ke depan. Di situlah efek compounding mulai kerasa, karena dividennya bekerja hasilkan dividen lagi.
Kalau lihat kalender dividen yang lo susun, ritmenya udah rapi banget. Januari ada $BBRI, $BMRI, $ADRO, Februari AMOR, April BBRI, BMRI, BBNI, ITMG, Mei SMSM, BNGA, Juni rame banget: SMSM, PBID, BFIN, SPTO, PTBA, MPMX, ADRO. Juli ada TOTO, Agustus SMSM, Oktober HEXA, November ITMG, SMSM, AMOR, dan Desember BFIN, SPTO, TOTO. Dengan pola ini, dividen nyaris ngalir terus, dan tiap kali dapet cash, lo punya amunisi buat beli saham yang bakal cum date berikutnya.
Keuntungan paling kerasa dari strategi ini adalah psikologis investor jadi jauh lebih tenang. Saat market lagi koreksi atau sideways, lo tetap nerima cash nyata. Dividen bikin lo nggak terlalu panik lihat harga turun, karena portofolio tetap “menghasilkan”. Selain itu, dividen rutin bikin lo lebih disiplin buat evaluasi fundamental, karena fokusnya bukan spekulasi harga, tapi keberlanjutan laba, arus kas, dan kekuatan neraca perusahaan.
Benefit lainnya, strategi ini bikin lo otomatis jadi investor jangka panjang. Saham-saham pembagi dividen biasanya perusahaan mapan dengan cash flow kuat. Dengan reinvest dividen secara konsisten, jumlah saham lo pelan-pelan nambah tanpa harus nambah modal besar. Dalam jangka panjang, ini bukan cuma soal dividen yang makin gede, tapi juga nilai portofolio yang tumbuh stabil dan tahan banting di berbagai kondisi market.
