Harga Emas Dekati US$5.000/Oz, All–Time High
Harga emas di pasar spot naik +2,2% ke level ~US$4.936/oz pada penutupan bursa hari Kamis (22/1), sebelum melonjak ke level all–time high di ~US$4.963,4/oz pada perdagangan hari Jumat (23/1) pagi. Penguatan harga emas ini didorong oleh ketidakpastian geopolitik, ekspektasi penurunan suku bunga The Fed, dan kekhawatiran terkait independensi The Fed.
▪️ Ketidakpastian Geopolitik — Market menunggu rincian kesepakatan antara AS–NATO terkait Greenland, setelah Presiden Donald Trump mengatakan bahwa dia akan menahan diri untuk tidak mengenakan tarif pada negara–negara Eropa yang menentang upayanya untuk mengambil alih Greenland dan menyebut “kerangka kesepakatan masa depan” terkait Greenland telah tercapai. Menyusul pernyataan Trump tersebut, Reuters melaporkan bahwa Denmark bersikeras bahwa kedaulatannya atas Greenland tidak dapat diperdebatkan.
▪️ Ekspektasi Penurunan Suku Bunga The Fed — Dari segi data ekonomi, biro analisis ekonomi AS mencatat bahwa inflasi pengeluaran konsumsi pribadi (PCE) inti di AS meningkat 2,8% dan 2,7% YoY pada November dan Oktober 2025, sejalan dengan ekspektasi dan mengindikasikan pertumbuhan kuat selama 3 kuartal beruntun. Reuters melaporkan bahwa pelaku pasar mengantisipasi The Fed akan memangkas suku bunga sebanyak 2x masing–masing sebesar 25 bps pada 2H26.
▪️ Kekhawatiran terkait Independensi The Fed — Trump mengatakan pada Kamis (22/1) bahwa dia telah menyelesaikan wawancara dengan para calon ketua The Fed berikutnya, dengan daftar kandidat tersisa termasuk direktur Dewan Ekonomi Nasional Kevin Hassett, eksekutif BlackRock Rick Rieder, gubernur The Fed saat ini Christopher Waller, dan mantan gubernur The Fed Kevin Warsh. Calon yang dipilih Trump untuk memimpin The Fed akan menggantikan ketua saat ini, Jerome Powell, yang masa jabatannya akan berakhir pada Mei 2026. Sebelumnya, Trump kerap mengkritik Powell dan berulang kali mengecamnya karena terlalu lambat dalam memangkas suku bunga.
[Sumber: Bloomberg, Reuters]
📝 Stockbit Commentary
Kenaikan harga emas berpotensi memberikan sentimen positif jangka pendek bagi emiten di sektor emas — seperti $BRMS, $ARCI, $EMAS, MDKA, PSAB, ANTM, dan HRTA — karena berpotensi meningkatkan harga jual rata–rata (ASP) dan volume transaksi perseroan.
______
Theodorus Melvin (@theodorusmelvin)
Investment Analyst Stockbit