Menghitung nilai intrinsik PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) pada Januari 2026 sangat menarik karena perusahaan ini sedang bertransformasi dari sekadar peritel ponsel menjadi peritel gaya hidup multisektor (olahraga, makanan, hingga kesehatan).
Berikut adalah simulasi perhitungan nilai intrinsiknya menggunakan data terbaru:
-Data Utama ERAA (Estimasi FY 2025/2026)
-Estimasi EPS 2025: ±Rp58 - Rp62 (Mengingat pemulihan daya beli dan ekspansi gerai baru).
-BVPS (Nilai Buku per Saham): ±Rp495.
-Harga Pasar Saat Ini: ±Rp440 – Rp460 (Data Januari 2026).
-Dividen: Rutin membagikan dividen dengan yield sekitar 3-4%.
1. Metode Price to Earnings (P/E) Ratio
Sektor ritel teknologi/konsumsi biasanya memiliki rata-rata P/E di kisaran 10x hingga 15x. ERAA secara historis sering dihargai cukup murah karena margin bisnis ponsel yang tipis.
Skenario Konservatif (P/E 8x): 8 × 60 = Rp480
Skenario Moderat (P/E 10x): 10 × 60 = Rp600
Skenario Optimis (P/E 12x): 12 × 60 = Rp720
2. Metode Graham Number (Pendekatan Aset & Laba)
Metode ini mengukur harga "aman" berdasarkan kombinasi profitabilitas dan nilai buku aset.
Rumus: √22.5 × EPS × BVPS
Perhitungan: √22.5 × 60 × 495
Hasil: ±Rp817
3. Metode PBV (Price to Book Value)
PBV Saat Ini: ±0,9x.
Rata-rata Historis PBV (1,2x): 1,2 × 495 = Rp594
Analisis & Driver Utama 2026
•Transformasi Multibrand: Keberhasilan anak usaha seperti Erajaya Active Lifestyle (penerima lisensi JD Sports, ASICS) dan Erajaya Food & Nourishment mulai menyumbang margin yang lebih tebal dibandingkan margin penjualan ponsel murni. Hal ini bisa memicu kenaikan (rerating) P/E ratio di mata investor.
•Efisiensi Modal Kerja: Risiko utama ERAA selalu ada pada manajemen inventori dan beban bunga utang untuk stok barang. Di tahun 2026, jika suku bunga turun, beban keuangan ERAA akan berkurang signifikan, yang langsung mendongkrak laba bersih.
•Siklus Produk: Peluncuran model-model flagship baru (seperti iPhone atau merek lipat Android) di akhir 2025 memberikan dorongan pendapatan yang biasanya tercermin di laporan keuangan awal 2026.
Saran Strategis:
Saat ini ERAA terlihat sangat murah (Undervalued) karena diperdagangkan di bawah nilai bukunya (PBV < 1x) dan di bawah nilai wajar labanya. Harga di area Rp440 - Rp460 memberikan Margin of Safety yang cukup besar bagi investor jangka panjang.
•Target Harga Menengah: Rp550 - Rp600.
•Risiko: Penurunan daya beli masyarakat kelas menengah yang menunda pergantian gadget.
DYOR(bukan ajakan beli/jual)
$ERAA