imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Piutang Macet Adalah Racun

Lanjutan dari postingan sebelumnya di External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan Kode External Community A38138 https://stockbit.com/post/13223345

Piutang macet itu pembunuh senyap, perusahaan bisa terlihat untung padahal kasnya tersedot di tagihan yang tidak kembali. Di Indonesia, banyak cerita gagal bayar berawal dari kebiasaan memberi kredit longgar demi mengejar penjualan. Saat pelanggan mulai telat bayar, beban cadangan kerugian penurunan nilai (CKPN) memotong laba, lalu arus kas operasi ikut melemah, dan bank biasanya mulai mengetat. Investor yang disiplin biasanya membaca piutang lebih dulu daripada membaca laba, karena piutang yang menua adalah alarm paling awal. Data per 30 September 2025 di PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk ($ACES), PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk (GOOD), PT Wijaya Cahaya Timber Tbk ($FWCT), dan PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk ($CPIN) memperlihatkan pola yang kontras, dari yang nyaris setara kas sampai yang ekornya sudah lewat 180 hari. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

Kalau dilihat dari nominal piutang usaha neto, CPIN paling besar di Rp2,60 triliun atau Rp2.599,7 miliar, jauh di atas GOOD Rp901,7 miliar, lalu ACES Rp117,9 miliar, dan FWCT Rp39,1 miliar. Nominal besar tidak otomatis bahaya, tetapi artinya eksposur kreditnya memang bagian penting dari mesin penjualan. Di sisi porsi terhadap aset, GOOD justru paling berat dengan sekitar 10,5%, sedangkan CPIN sekitar 5,9% dan FWCT sekitar 5,2% berada di tengah, lalu ACES paling tipis sekitar 1,4%. Jadi, GOOD menanggung sensitivitas yang lebih tinggi ke perilaku pembayaran pelanggan, sementara ACES lebih mirip ritel yang piutangnya bukan pusat cerita.

Kualitas umur piutang memberi gambaran yang lebih tajam dibanding nominal. FWCT melaporkan 100% belum jatuh tempo, ACES 98,6% belum jatuh tempo, dan GOOD 85,8% belum jatuh tempo, ini tiga pola yang umumnya nyaman karena menandakan penagihan berjalan sesuai tempo. CPIN lebih campuran, 65,8% masih di bawah 31 hari, tetapi ada ekor 11,4% yang sudah lewat 180 hari, dengan nilai Rp330,6 miliar, dan bagian seperti ini biasanya yang memicu diskusi paling serius soal kualitas kredit. Ekor yang panjang berarti perusahaan harus memilih, mengejar koleksi agresif, menerima write-off, atau memperbesar cadangan. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

Arah perubahan dari Desember 2024 ke September 2025 memperlihatkan siapa yang sedang memperketat kredit dan siapa yang sedang melonggarkan. ACES melonjak dari Rp44,9 miliar menjadi Rp117,9 miliar, naik Rp73,0 miliar atau 162,6%, dan pendorong utamanya piutang pihak berelasi yang naik menjadi Rp98,7 miliar, itu sekitar 83,7% dari total piutang. GOOD bergerak sebaliknya, turun dari Rp1.159 miliar menjadi Rp901,7 miliar, turun Rp257,3 miliar atau 22,2%, ini biasanya terbaca sebagai penagihan aktif atau pengetatan termin. FWCT naik tipis dari Rp36,8 miliar ke Rp39,1 miliar, naik Rp2,3 miliar atau 6,25%, sedangkan CPIN naik dari Rp2.109 miliar ke Rp2.599,7 miliar, naik Rp490,7 miliar atau 23,3%, yang selaras dengan peningkatan aktivitas kredit piutang seiring penjualan.

Di CKPN, sinyal kehati-hatian paling terasa di CPIN karena CKPN Rp289,6 miliar, sejalan dengan adanya piutang yang sudah sangat menua. GOOD menyisihkan Rp5,7 miliar, relatif kecil dibanding saldo piutang, dan FWCT melaporkan CKPN Rp0 karena seluruh piutang berstatus lancar, sedangkan ACES sangat kecil Rp319 ribu, konsisten dengan model ritel yang piutang pihak ketiganya didominasi kartu kredit. Risiko konsentrasi juga membedakan, FWCT memiliki ketergantungan pendapatan pada Far East American Inc 24% dan Concannon Lumber Co 16% sehingga total 40% dari pendapatan, sedangkan CPIN tidak memiliki pelanggan tunggal yang melebihi 10% penjualan, membuat risiko kreditnya lebih tersebar. GOOD juga tidak memiliki pelanggan pihak ketiga yang melebihi 10% penjualan, sementara ACES justru punya penumpukan di pihak berelasi, termasuk PT Omni Digitama Internusa Rp76,5 miliar, sehingga isu utamanya bukan gagal bayar ritel, melainkan disiplin settlement intra-grup. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

๐Ÿงพ Piutang usaha neto.
๐Ÿ“ CPIN Rp2,60 triliun atau Rp2.599,7 miliar.
๐Ÿ˜ GOOD Rp901,7 miliar.
๐Ÿ›๏ธ ACES Rp117,9 miliar.
๐Ÿชต FWCT Rp39,1 miliar.

๐Ÿงฎ Porsi piutang terhadap aset.
๐Ÿงฒ GOOD sekitar 10,5%.
๐Ÿงฑ CPIN sekitar 5,9%.
๐Ÿงฐ FWCT sekitar 5,2%.
๐Ÿงท ACES sekitar 1,4%.
Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

โณ Kualitas umur piutang.
๐ŸŸฉ FWCT 100% belum jatuh tempo.
๐ŸŸฆ ACES 98,6% belum jatuh tempo.
๐ŸŸจ GOOD 85,8% belum jatuh tempo.
๐ŸŸฅ CPIN 11,4% sudah >180 hari, Rp330,6 miliar.

๐Ÿ“ˆ Piutang
๐Ÿš€ ACES naik Rp73,0 miliar, 162,6%, didorong piutang berelasi Rp98,7 miliar.
๐Ÿ“‰ GOOD turun Rp257,3 miliar, 22,2%, sinyal penagihan aktif.
๐Ÿช™ CPIN naik Rp490,7 miliar, 23,3%, kredit tumbuh seiring penjualan.
๐Ÿงฏ FWCT naik Rp2,3 miliar, 6,25%, stabil.

๐Ÿง‘โ€๐Ÿคโ€๐Ÿง‘ Konsentrasi dan sumber risiko.
๐Ÿง‘โ€๐Ÿ’ผ ACES piutang berelasi sekitar 83,7% dari total, PT Omni Digitama Internusa Rp76,5 miliar.
๐Ÿ›ฐ๏ธ FWCT pendapatan terpusat 40% pada 2 pelanggan besar.
๐Ÿง‘โ€๐Ÿณ GOOD relasi terbesar PT Garuda Elang Nusantara Rp45,5 miliar, sekitar 5,05% dari piutang.
๐Ÿง‘โ€๐Ÿ”ง CPIN pelanggan tersebar, tidak ada yang >10% penjualan. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

๐Ÿงช CKPN sebagai rem laba.
๐Ÿงจ CPIN CKPN Rp289,6 miliar.
๐Ÿงฟ GOOD CKPN Rp5,7 miliar.
๐Ÿช FWCT CKPN Rp0.
๐Ÿงต ACES CKPN Rp319 ribu.

๐Ÿง  Lonjakan piutang biasanya menahan kas, kasus paling jelas di ACES karena kenaikan piutang berelasi.
๐Ÿงซ Penurunan saldo piutang seperti GOOD biasanya membantu arus kas operasi bila penjualan tetap jalan.

Ini bukan rekomendasi jual dan beli saham. Keputusan ada di tangan masing-masing investor.

Untuk diskusi lebih lanjut bisa lewat External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan mendaftarkan diri ke External Community menggunakan kode: A38138
Link Panduan https://stockbit.com/post/13223345

Kunjungi Insight Pintar Nyangkut di sini https://cutt.ly/ne0pqmLm

Sedangkan untuk rekomendasi belajar saham bisa cek di sini https://cutt.ly/Ve3nZHZf
https://cutt.ly/ge3LaGFx

Toko Kaos Pintar Nyangkut https://cutt.ly/XruoaWRW

Disclaimer: http://bit.ly/3RznNpU

Read more...

1/10

testestestestestestestestestes
2013-2026 Stockbit ยทAboutยทContactHelpยทHouse RulesยทTermsยทPrivacy