Pakai Strategi Agresif, Kami Kejar Pertumbuhan Portfolio Tahun 2026!!!
Sebelumnya kami pakai acuan kriteria saham growth dan turnaround, kini kami mengubah kriteria saham tersebut menjadi agresif dan defensif.
Untuk penjelasan saham tipe defensif, dari sisi kinerjanya relatif stabil meskipun menghadapi gejolak ekonomi, jadi kenaikan atau penurunan kinerjanya tidak signifikan. Contohnya saham SIDO, tahun 2025 kemarin ekonomi lesu tapi SIDO masih tetap bisa bertahan dengan ada kenaikan kinerja laba sekitar 5% posisi Q3 2025.
Kemudian contoh lainnya juga ada saham BBCA, tahun 2025 kinerja untuk Q3 2025 masih stabil dengan laba naik kisaran 6%.
Bagaimana dengan risk dan reward saham defensif? secara volatilitas harga saham tidak terlalu volatil, reward-nya juga cukup lumayan, misalnya saham SIDO naik hingga 50% itu sudah cukup bagus dari harga saat ini, atau BBCA diatas 30%. Tapi kalau multibagger dari saham defensif itu tidak bisa kita harapkan terjadi dalam waktu singkat.
Sedangkan saham agresif, dari sisi kinerja sangat tergantung dengan kondisi ekonomi global atau domestik, jadi ketika ekonomi sedang bagus-bagusnya, maka kinerjanya akan mengikuti, begitu juga sebaliknya.
Contohnya saham ARCI, dimana kami sendiri dapat return hingga 350%an dalam waktu kurang dari 1 tahun, salah satu faktornya karena kinerjanya naik signifikan, dimana kinerja laba Q3 2025 naik hingga 1.909%, terdorong oleh harga emas yang naik signifikan.
Secara risk dan reward pastinya juga lebih tinggi, seperti volatilitas harga saham ARCI yang sangat tinggi, kenaikan harga saham hingga 100% potensinya memang besar saat harga emas naik, tapi kalau harga emas jatuh, maka emiten yang terkait bisa ikut jatuh juga. Multibagger untuk saham agresif bisa lebih cepat.
Kami sendiri pada awal tahun 2026 ini di The Investor Portfolio menggunakan strategi agresif, tujuannya untuk mengejar pertumbuhan portfolio. Komposisi portfolio kami untuk cash posisi 15 Januari 2026 hanya 4%, sedangkan untuk sahamnya pegang 4 saham.
Dimana untuk saham pertama adalah saham agresif dengan porsi hingga 44%, nomor empat juga saham agresif dengan porsi 21%, sehingga mayoritas sahamnya mencapai 65% adalah tipe saham agresif. Kami sendiri masih sangat optimis terhadap kinerja kedua emiten tersebut pada tahun 2026 ini.
Secara nominal untuk market value saham agresif tipe pertama mencapai Rp1,46 miliar dengan mencatat floating profit 14,22%, sedangkan saham keduanya sebesar Rp694,9 juta dengan floating loss 4,35%.
Mayoritas portfoliomu saham agresif juga enggak?
馃憠聽Join ke channel Telegram buat dapetin insight lainnya! Klik link di bio.
Disclaimer: Konten ini dibuat dengan tujuan informasi dan edukasi, bukan merupakan rekomendasi untuk jual, beli, atau hold suatu saham. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing investor.
$SIDO $BBCA $ARCI
1/4



