Kesalahan Fatal Ritel Menentukan Stop Loss
Mayoritas ritel itu kalau pasang Stop Loss, polanya hampir sama
“SL -2% aja gan, biar aman.”
“Risk management standar, bang.”
Kedengerannya profesional.
Padahal aslinya… asal-asalan.
SL Itu Bukan Persen, Tapi TITIK SALAH ANALISA
Ini konsep paling penting yang sering dilewatin ritel.
Stop Loss = titik di mana analisa ente dinyatakan SALAH
Bukan
Titik di mana ente “gak kuat rugi”
Titik biar kelihatan disiplin
Titik biar mirip buku teori
Kalau harga nyentuh SL tapi analisa masih valid, itu bukan risk management… itu bunuh posisi sendiri, ketua.
Kenapa SL Persenan Hampir Selalu Jadi Korban?
Karena pasar gak bergerak pakai persen.
Pasar bergerak pakai
- Struktur
- Support dan resistance
- Area likuiditas
- Psikologi massa
Sedangkan SL persenan itu bulat, seragam, dan mudah ditebak
Dan yang mudah ditebak… paling gampang disapu bandar.
Zona SL Ritel = Tempat Nongkrong Bandar
Ritel biasanya naruh SL di:
- Low candle kemarin
- Angka bulat
-1% / -2% / -3%
Di situlah stop hunting, fake breakdown, shakeout. Bandar gak perlu naikin harga dulu, ketua. Cukup turunin dikit, bersihin SL ritel, baru harga dibawa naik.
Ritel?
Kena SL, bengong, bilang, “Kok langsung naik sih bang?” Ya karena likuiditas ente baru aja dipake bahan bakar
Contoh Nyata Biar Gak Teori Doang
Kita ambil $ARCI.
Buy ane: 1.952
SL ane: 1.850
Banyak yang bilang, “Wah dalem amat bang, berani.”
Padahal bukan soal berani. Ini soal penempatan logis.
Kenapa SL di 1.850?
Karena:
- Di bawah support struktur
- Di bawah area konsolidasi
- Di bawah zona yang kalau tembus maka skenario bullish batal
Artinya simpel:
“Kalau 1.850 jebol, ane SALAH, silakan cut.”
Apa yang kejadian?
Kamis 14 Jan, harga turun ke 1.870
Banyak SL ritel kena
Ane? masih duduk manis
Sekarang? Harga FP ke 2.090
Kalau ane pasang SL -2% doang?
Kena SL, harga naik, ane cuma jadi penonton bijak dengan hati manyun
SL Dangkal vs SL Logis
Biar jelas, kita bedahin:
A. SL Dangkal (SL Ritel Umum)
- Berdasarkan persen
- Gak liat struktur
- Gampang kena noise
- Sering nyalahin market
SL Logis (SL Trader Berpikir)
- Berdasarkan support dan struktur
- Dipasang di area invalidasi
- Jarang kena tapi valid
- Sekali kena maka wajar
Ingat ketua:
Sering SL kecil = belum tentu aman
Jarang SL tapi tepat = jauh lebih sehat
SL Harus Sinkron Sama Position Sizing
Ini yang sering dilupakan.
Kalau SL ente agak dalem, sesuaikan lot
Masalah ritel itu SL sempit, lot gede, begitu kena dia emosi. Atau SL dalem, lot tetep gede, begitu floating minus maka jantung copot
SL yang benar itu selaras:
- Level SL jelas
- Lot disesuaikan
- Emosi lebih tenang
SL persenan itu kayak ente masak mie, tapi matiin kompor berdasarkan jam, bukan rasa. Padahal belum mateng udah dimatiin. Pas dimakan keras, kesel
SL harusnya, “Kalau mie gosong ya buang.” Bukan: “Pokoknya 3 menit.”
Ketua... Market itu bukan soal siapa paling cepat cut. Tapi siapa yang paling ngerti kenapa dia masuk. Kalau ente tau di mana support, tau di mana struktur rusak, tau kapan analisa batal
Maka SL itu bukan momok, bukan musuh, tapi teman yang masuk akal. Kalau ente pasang SL tapi gak tau kenapa di situ… Itu bukan stop loss, ketua. Itu stop harapan.
Ngopi dulu.
Buka chart.
Tanya diri sendiri,, “Kalau harga ke sini, analisa gue masih bener apa udah ngawur?”
Di situlah SL yang sesungguhnya
Random tag $BRMS $BUMI
1/2

